My Kapten

My Kapten
kekhawatiran Ray 2


__ADS_3

Tidak butuh waktu lama Ray sudah berada di ruang rawat Yogi.


"Stella" ucap Ray sambil mengangkat tubuh mungil Stella dari pangkuan suster Erika dan memindahkan nya ke atas tempat tidur pasien.


Suster Erika yang melihat kepanikan di wajah Ray berusaha buat menenangkan kepanikan Ray. "Danton Ray, dokter Stella hanya kelelahan saja, sebentar lagi juga pasti dokter Stella akan sadar Danton" ucap suster erika sambil mengembangkan senyum di wajah nya.


"I-iya sust" ucap Ray tanpa menatap wajah suster erika, dqn terus menatap wajah stella sambil menggebggam erat jari jari stella.


"Kalo begitu danton bisa saya memasangkan infus set kepada dokter Stella?" tanya suster erika yang terhalang oleh tubuh Ray untuk memasangkan infus set agar iya bisa memasukan cairan vitamin ke dalam tubuh stella.


"Oh i-iya sust" ucap Ray tanpa pergerakan, dan lagi lagi Ray masih belum fokus dengan ucapan suster erika, Ray masih terus berada di samping stella dan terus menggenggam tangan stella.

__ADS_1


"Oh tuhan ada apa dengan danton yang berwatakan tampan ini? apakah dia begitu khawatir nya dengan dokter stella, sampai sampai iya tak sadar iya masih menggenggam tangan dokter stella, kalo dia terus menggenggam tangan dokter stella seperti itu bagaimana caranya saya bisa memasangkan infus set ini ke tangan dokter stella?" celetuk batin suster Erika.


"Permisi Danton Ray, apa danton Ray bisa melepaskan genggaman tangan danton terlebih dahulu? agar saya bisa memasangkan infus set ini ke tangan dokter Stella." ucap suster Erika sekali lagi dengan nada suara agak kesal.


"Oh iya Maaf maaf sust saya terlalu khawatir, sampai sampai saya tidak fokus dengan ucapan suster, kalo begitu silahkan sust" Ray mempersilahkan erika memasang infus set ke tangan stella.


Ray terus berada di samping Stella tanpa melepaskan pandangan nya dari wajah pucat stella sedangkan suster Erika pun tak kunjung meninggal kan ruang rawat tersebut, iya terus memantau perkembangan Yogi dan sesekali mengecek keadaan Stella.


Tiba tiba suara pintu kamar ruang rawat Stella dan Yogi terbuka, Ayyub dan Andin berjalan masuk dan menghampiri Ray dan suster Erika.


" Gi mana keadaan dokter Stella sust?" tanya Andin pada suster Erika.

__ADS_1


"Dokter Stella hanya kecapean saja Dok, saya sudah memberikan nya cairan vitamin."


Andin mulai memeriksa organ vital stella, mengecek dan memeriksa denyut jantung dan nadi stella. " Iya sepertinya pasca melakukan operasi darurat tadi stella sangat kelelahan"


setelah memeriksa keadaan Stella, Andin kembali memeriksa perkembangan Yogi. "Apakah sudah ada perkembangan dari Bang Yogi sust" tanya Andin kembali pada suster Erika.


"Kalo Danton Yogi sama sekali belum menunjukan perkembangan apa pun dok"


Andin menganggukkan kepalanya dan memerintahkan suster Erika untuk menyuntikan obat ke dalam selang infus Yogi.


"Oh iya Ray kamu boleh kembali ke pos, biar nanti Stella dan Yogi saya dan Andin yang akan menjaga nya, kamu sebaik nya pulang dulu buat beristirahat" ucap Ayyub.

__ADS_1


"Terimakasih bang, biar saya tetap di sini saja." timpal Ray kepada Ayyub.


__ADS_2