
Stella mulai mendekat ke arah tubuh yogi yang masih terbaring di atas ranjang pasien.
" Bang Yogi ini stella, apa abang baik baik saja? kok abang belum bangun juga? apa abang masih merasakan sakit di tubuh abang?" ucap stella yang terus bertanya kepada yogi, berharap yogi mendengar semua ucapan nya.
Ray, Ayyub dan Andin yang juga berdiri menemani stella di samping yogi terharu mendengar semua ucapan stella. Andin langsung saja mendekat ke arah sahabat nya dan memegang bahu stella
"Stell, kamu nggak usah khawatir bang yogi akan baik baik saja, aku yakin sebentar lagi bang yogi sadar stell."
Stella berbalik lalu memeluk Andin " Gi mana kalo bang yogi nggak sadar ndin, gi mana kalo dia udah nggak bisa sehat seperti dulu lagi?"
Andin berbalik membalas pelukan stella berusaha buat menenangkan nya.
"Stell, kamu denger aku baik baik, kamu seorang dokter, bahkan dokter lulusan terbaik di kampus, kamu sering bilang sama pasien pasien kamu bahwa mereka harus yakin kalo mereka bakal baik baik saja mereka bisa melawan penyakit nya, tapi kenapa sekarang kamu jadi seperti ini stell, kenapa kamu nggak yakin, sedangkan kamu sendiri yang berusaha menolong bang yogi, kamu sendiri yang mengoperasi bang yogi stell."
Stella kembali terisak " Hikzz hikzz hikzzz... maaf ndin aku terlalu khawatir sama bang yogi, aku harus ngomong apa ke mama tentang kondisi bang yogi saat ini."
Ray, Ayyub dan Andin yang mendengar ucapan mama keluar dari mulut stella seketika terdiam saling bertatapan.
"Maksud dek Stella mama nya yogi?" tanya Ray yang langsung memotong ucapan stella.
stella menjawab gugup ucapan Ray, stella tak sengaja menyebut kata mama dari mulut nya.
__ADS_1
"I-iya bang Ray, maksud stella tante sherly, stella kan udah anggap tante sherly sebagai mama nya stella juga, makanya stella panggil tante sherly dengan sebutan mamah bang." ucap stella berbohong.
Ray hanya mengangguk anggukan kepalanya.
"Ya udah deh stell kalo gitu sekarang ayo kita kembali ke mess biar kamu bisa beristirahat, biar bang yogi bang ayyub saja dan bang Ray yg menjaga nya, kasian kan kamu pasti belum terlalu fit." ajak andin pada stella.
"Iya bener tu stell, mendingan sekarang kamu istirahat aja lagi di mess, kalo ada apa apa atau kalo yogi udah sadar biar nanti aku akan ngasih kabar ke kalian, oke." seru ayyub.
stella menganggukkan kepalanya " Baik bang, tapi bang ayyub harus janji ya kalo ada apa apa sama bang yogi bang ayyub harus ngasih kabar ke stella."
ayyub mengedip kan matanya sambil berkata "iya dokter stella saya janji."
Stella dan Andin dan juga suster erika sudah meninggalkan ruang rawat yogi.
"Bang" panggil Ray kepada ayyub yang masih terus menatap ke arah yogi.
"Ada apa Ray?"
"Bang, menurut abang stella orang nya gi mana?" tanya Ray sambil menatap ke arah ayyub.
"Baik, emang kenapa ray?" tanya ayub acuh tak acuh
__ADS_1
"Seperti nya saya naksir bang sama stella, entah kenapa setiap kali saya melihat stella serasa jantung saya berdegup dua kali lebih cepat dari biasa nya bang."
Ayyub seketika menatap ke arah Ray " ternyata bener dugaan saya Ray"
"Dugaan abang, emang ada apa sama dugaan abang?" tanya ray penuh selidik.
"Ya dugaan kalo kamu ada rasa sama stella, dari cara kamu menatap stella, perhatian dan kekhawatiran kamu untuk dia semua nya nampak jelas Ray kalo kamu menyimpan rasa buat dia."
"Terus saya harus gi mana bang?" tanya Ray yang sama sekali belum mengerti arti cinta yang sesungguh nya, walaupun bukan kali pertamanya iya memiliki seorang kekasih.
"Yah kamu harus ungkapin perasaan kamu, tapi kamu harus tau dulu Ray dia punya kekasih atau belum, jangan sampai si stella udah punya kekasih."
********
Yogi yang merasa mendengar percakapan antara Ray dan ayyub Tiba tiba menggerakkan jari jari tangan nya. ayyub yang tak sengaja melihat nya seketika kaget.
"Ray, Ray jari jari yogi bergerak" ucap ayyub dengan sangat antusias.
Ray seketika melihat ke arah jari tangan yogi, benar saja yogi berusaha menggerakkan jari jari tangan nya.
"Gi apa kamu denger suara kita?" ucap Ray dan ayyub yang terus berusaha memanggil manggil nama yogi.
__ADS_1
seketika yogi membuka perlahan lahan ke dua matanya.
satu kata yang di ucap yogi setelah melihat sekeliling nya yaitu menyebut nama " Stella ".