
Ray yang sedari tadi membulatkan matanya tiba tiba melepaskan genggaman tangan yogi dari jari jari tangan stella.
woy Gi bangun nggak loe, teriak ray tepat di sebelah telinga yogi.
Yogi dan stella yang kaget mendengar suara teriakan Ray langsung membuka mata mereka, stella bangun dari tidurnya akan tetapi masih dengan posisi duduk d atas tempat tidur, sedangkan yogi dengan posisi yang seakan akan sudah siap menerkam mangsanya, dengan tatapan tajam yang iya miliki yogi berdiri dari duduknya dan menghadap menatap tajam ke arah ray.
cari mati loe ray? tanya yogi yang terus menatap tajam ke arah mata Ray.
hidih gila aja loe gi, loe tu yang cari mati, loe tu temen makan temen, kata ray yang terus protes dan tak menerima apa yg telah ia saksikan pertama kali iya masuk ke dalam kamar.
yogi mengkerutkan keningnya, iya tak mengerti apa maksud dari perkataan ray.
Ray maksud loe tu apa sih? gue nggak ngerti sama sekali loe bahas apa. terus yang loe bilang temen makan temen tu apa sih ray?
Nah gi ngapain loe megang megang tangan dek stella? ngapain loe tidur di sisi tempat tidur sambil genggam genggaman ama dek stela Hah? teriak ray dengan sedikit membuat wajahnya seakan akan cemburu dengan apa yang di lakukan yogi dan stella.
Ya ampun Ray loe cemburu ama gue? gue tu nggak ngapa ngapain sama stella, lagian siapa juga yang genggam tangan dia, ih ogah banget gue megang tangan tu si cewe gila.
ucap yogi berlalu dan menuju ke kamar mandi.
halah nggak usah ngelak loe gi, bilang aja loe mau ngambil kesempatan dalam kesempitan, huh katanya nggak suka ngga selevel sama dek stella tau tau nya di PDKT in juga.
yogi haya mengipas ngipas kan tangannya dan berlalu masuk ke dalam toilet.
andin dan ayyub yang mendengarkan perdebatan antara ray dan yogi tak henti hentinya tertawa dan menggelengkan kepala mereka masing masing.
udah deh bang Ray mukanya nggak usah di jelek jelekin kaya gitu, jelek tau ucap andin yang melihat wajah ray yg di buat seolah olah hatinya lagi sakit terkena api cemburu.
andin duduk di sisi tempat tidur dan memegang kening stella.
__ADS_1
udah nggak demam ucap andin. oh iya stell gi mana ke adaa kamu? apa kamu udah mendingan stell?
dengan wajah yang masih sedikit terlihat pucat stella menganggukan kepalanya, i-iya andin aku udah nggak apa apa, aku kemaren hanya kecapean saja, makanya pingsan.
kamu yakin stell, kamu masih keliatan pucat stell.
oh iya kalo gitu kamu makan dulu biar aku bantu suapin ya ucap andin dan mengambil satu mangkuk bubur yang tadi d bawah oleh bi ina masuk ke dalam kamar.
nggak nggak nggak usah ndin, kamu tau kan, kalo aku nggak mau ngerepotin orang, stella mengambil mangkuk bubur dari tangan andin bydan memasukan sedikit demi sedikit suapan bubur ke dalam mulutnya.
**********************************************
setelah 30 menit yogi kluar dari dalam kamar msndi, iya tak mendapati seseorang pun di ruangan itu, termasuk stella.
yogi berjalan menuju lemari besar yang ada d dalam kamarnya. yogi mengambil baju kaos santai berwarna hitam dan memakainya.
Di sana sudah berada andin ayyub stella dan ray yang sedang asyik nonton tv dan beberapa cemilan di hadapan mereka.
Bang sapa yogi ke pada ayyub dan di balas senyuman oleh ayyub dan andin.
yogi berjalan menuju salah satu sofa kosong yang berada di sebelah ray.
Ray yang memegang gelas kopi di tangannya tiba tiba di kagetkan oleh tangan yogi yang tanpa permisi langsung mengambil gelas kopi dari tangan ray dan meminumnya.
Ish sialan loe gi, itu kan kopi gue, enak aja loe main nyamber nyamber aja.
yogi hanya tersenyum kepada ray dan melanjutkan menyeruput kopi yang ada di tangannya.
__ADS_1
pelit banget sih loe ray, kan loe bisa nyuruh bi ina bikinin lagi.
ray mendengus kesal melihat tinggah sahabatnya yang satu ini.
oh iya sayang g mana kalo kita hari ini jalan jalan keliling keliling pedesaan yang ada di sekitar vila. andin memberi saran dan di tanggapi anggukan oleh ayyub.
Mmm iya tu bang bener apa yang d bilang si andin, dari pada kita bosen di vila terus mending kita jalan jalan aja.
tapi gimana dengan stella sayang? tanya ayyub yang khawatir kalo stella masih sakit.
iya juga ya yank, kamu bener stella kan masih sakit ya.
nggak apa apa kita jalan jalan aja, aku udah sehat kok, lagian kalo diam terus d villa bukannya malah makin sehat ada nya malah makin sakit, ucap stella yang sudah berdiri dari tempat duduknya.
yogi hanya menatap dingin ke arah stella, iya tak sadar kalo stella sudah cantik dan berpakean rapi.
"sejak kapan dia mandi sejak kapan dia sudah rapi seperti itu? bukannya tadi kan gue yang mandi deluan? gumam yogi dalam hati sambil terus memperhatikan stella"
Andin Ayyub Ray dan stella sudah siap untuk berjalan jalan di pedesaan yang berada tak jauh dari villa yogi. yogi yang masih melamun menatap stella dengan tatapan dinginnya tiba tiba di kejutkan oleh pukulan yang mendarat di punggung belakangnya.
Hayo gi ngelamunin apa loe gi, teriak ray.
yogi yang kaget memdengar teriakan Ray tiba tiba berkata "Cantiknya sempurna"
siapa yang cantik nya sempurna gi tanya ray yang mendengar ucapan yogi.
halah sialan loe Ray ngagetin gue aja, emang siapa yang bilang cantik, ih kuping loe aja tu yang nggak pernah di sekolahin jadinya gue ngomong apa loe dengernya apa. ucap yogi dan berlalu mengikuti ayyub yang sudah jalan deluan bersama andin dan stella.
ya udah nggak usah bengong lagi loe ray ayo buruan..
__ADS_1