
Semua tamu sudah kembali ke rumah mereka masing-masing dan sekarang tinggal keluarga Anggara dan keluarga Salman.
Salman menjelaskan kepada keluarga Anggara jika pengantin yang sebenarnya yaitu Dita, kabur jadi adiknya Kania yang harus menggantikannya.
"Sebelumnya saya ingin meminta maaf pada keluarga tuan Anggara karena telah menipu keluarga tuan." ucap Salman yang ingin mengatakan kebenarannya.
Lina dan Anggara tidak mengerti mengapa tiba-tiba Salman meminta maaf kepada mereka dengan alasan telah menipu karena mereka tidak merasa di tipu ataupun di bohongi.
"Apa maksudnya anda menipu kami, kami tidak merasa anda tipu, iyakan ma?" kata Anggara yang bingung dengan perkataan Salman.
"Iya pa. Salman katakanlah apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang membuatmu berpikir bahwa kamu telah menipu kami." kata Lina.
"Sebenarnya yang seharusnya menikah dengan Kevin itu anak pertama kami, kakaknya Kania namanya Dita tapi karena Dita kabur terpaksa saya menyuruh Kania anak bungsu saya yang masih duduk di bangku SMA untuk menikah dengan Kevin, tolong maafkan kami." ucap Salman dengan menyatukan kedua tangannya memohon pada Anggara dan Lina supaya mereka mau memaafkan kesalahannya.
"Bukankah kita sudah menjadi besan jadi jangan bersikap seperti ini, semua sudah terjadi nasi sudah menjadi bubur, kita sudah tidak bisa mengubah keadaan yang sudah terjadi, kami justru berterima kasih kepada kalian jika kalian tidak menikahkan Kania dengan Kevin, mungkin keluarga kami akan menanggung malu karena anak kami yang gagal menikah." kata Lina sambil menurunkan tangan Salman yang memohon kepadanya.
"Benar kata istri saya, kami yang harusnya berterima kasih karena kalian sudah mau menyerahkan putri kalian untuk menikah dengan anak kami yang tua ini, kamu tidak apa kan Sayang memiiliki suami yang tua seperti anak papa ini kan?" kata Anggara yang merasa beruntung memiliki menantu seperti Kania.
"Tidak apa pah, malah yang tua tua kayak mas Kevin gini lebih enak karena udah banyak pengalaman, iyakan mas?" kata Kania sambil menyenggol lengan Kevin, dan Kevin tidak menggubrisnya.
"Kamu bisa saja Kan memuji anak tua ini" katanya sambil menunjuk Kevin dan tersenyum ke arah Kania.
Benar-benar mantu dan papa mertua yang kompak, ingin rasanya aku kubur mereka berdua hidup-hidup agar aku hanya tinggal berdua saja bersama dengan mama, tidak ada papa dan bocah tengik itu sebagai istriku.
"Kania beruntung memiliki ibu dan papa mertua seperti kalian, aku harap kalian menyanyanginya seperti anak kalian sendiri" ucap Sinta.
"Tentu saja kami akan menyanyanginya, kami akan menjaga dan menyanyanginya melebihi kami menyayangi Kevin, anak kandung kami." ucap Anggara yang menatap ke arah Kania, Kania yang mendengar perkataan papa mertuanya langsung berdiri dan mendekati Anggara lalu memeluknya.
__ADS_1
"Makasih pa" ucap Kania yang berada di pelukan Anggara.
"Wah ma, papa menang banyak nih" ucap Anggara yang bercanda, mendengar itu Kania langsung melepaskan pelukannya.
"Peluk lagi dong papanya" kata Anggara yang merentangkan tangannya.
"Enggak, tubuh papa bau ketek nanti tubuh Kania yang wangi ini jadi ketularan bau ketek kaya papa" semua orang menjadi tertawa melihat kelakuan Anggara dan Kania yang menurut mereka itu seperti sebuah hiburan yang bisa menghilangkan kesedihan yang sedang di alami.
Kania berpamitan kepada kedua orang tuanya untuk pergi ke rumah suaminya.
"Ma, pa Kania pamit pergi ke rumah suami Kania ya, mama sama papa jangan kangen sama Kania tapi kalo mama sama papa tetep kangen sama Kania karena Kania anaknya baik dan imut, papa dan mama panggil nama Kania tiga kali 'Kania, Kania, oh Kania'." ucap Kania pada mama dan papanya.
"Wahh anak mama hebat, apa kamu akan datang saat kami memanggil namamu Sayang seperti yang ada di tv-tv itu?" tanya Sinta pada Kania.
"Ya enggaklah ma, mana mungkin Kania bisa dengar suara mama dari jarak jauh kalau mama nelpon Kania, baru Kania denger dan datang ke rumah mama."
"Hehe ya kali aja jika mama manggil nama Kania tiga kali, rasa kangennya mama bisa terobati gitu." jawabnya sambil cengengesan, semua orang tertawa mendengar jawaban konyol Kania kecuali Kevin.
Mereka akhirnya saling berpelukan sebagai tanda perpisahan mereka, Kania memeluk erat papa dan mamanya, mamanya menangis saat memeluk Kania.
"Hiks hiks kamu sering-sering berkunjung kemari ya, biar mama gak kangen sama kamu" kata Sinta sambil memeluk Kania.
Kania melepas pelukannya, "Tidak mau, jika mama kangen dengan Kania mama saja yang berkunjung ke rumah mama mertuaku."
Lina tambah menangis saat Kania mengatakan hal itu, "Kau tega sekali pada mama hiks hiks" Salman memeluk istrinya dan berusaha menenangkannya.
"Mengapa mama malah tambah keras menangisnya aku kan hanya bercanda, kalau mama kangen dan rindu ehh jangan rindu, mama pasti gak akan kuat biar Kania aja."
__ADS_1
Lina langsung mengusap air matanya dan menjawab omongan Kania, "Apaan sih gak jelas banget."
Kania langsung memelototi mamanya yang tiba-tiba tidak menangis lagi, "Kenapa bisa gitu, tadi nangis tidak ketulungan ehh sekarang kok diem sih, nangis lagi dong ma, Kania kan belum selesai membujuknya, masih ada dialog yang mesti Kania ucapkan lagi."
"Gak mau, kalo kamu tidak kangen sama mama ya sudah mama juga gak bakal kangen sama kamu, kalo kamu mau pergi sana pergi, mama dan papa bisa buat adik lagi yang lebih imut dari kamu sebagai penggantinya kamu" ucap Lina yang cuek.
"Ihh mama kok gitu sihh, aku kan cuman bercanda, kangen ya sama Kania,terus jangan buat adek baru lagi nanti aku mama telantarin" ucap Kania yang bersedih.
***
Kania akhirnya pulang ke rumah suaminya bersama dengan Anggara dan Lina, di dalam mobil Kania terus saja berbincang bincang dengan ibu dan papa mertuanya sedangkan Kevin diam sambil fokus menyetir layaknya supir sungguhan karena tidak ada yang mengajaknya ngobrol.
"Ma, mama waktu hamil mas Kevin ngidam apa kok jadinya bisa kek gini?" tanya Kania.
"Apa maksudnya kaya begini haa." balas Kevin dengan sinis karena merasa dirinya di hina.
"Iss sensitive sekali mas, maksud aku kok bisa terlahir tampan dan mapan tapi sayang sudah tua baru kawin"
"Haha" gelak tawa Anggara mendengar Kania mengejek Kevin.
"Kamu tahu Kania, dulu mamamu ngidam pengen lihat perjaka tua jadi lahirlah Kevin hahaha" Anggara kembali tertawa di ikuti Kania.
"Kalian ini senang sekali menggoda Kevin ya, Kania jangan begitu nanti kamu gak di kasih jatah loh sama Kevin"
"Jangan dong ma, nanti Kania jajan pake apa kalo gak di beri jatah uang jajan" ucap Kania dengan lesu.
Anggara dan Lina tertawa mendengar jawaban polos Kania, padahal yang dimaksud jatah oleh Lina adalah bukan jatah uang jajan tapi jatah yang lain.
__ADS_1
Bersambung....