My Kinyis-kinyis Wife

My Kinyis-kinyis Wife
Bingung


__ADS_3

Anggara dan Lina sudah pulang dari liburan mereka yang katanya ke tempat pembudidayaan Belut, tadi malam saat Kania dan Kevin sudah lelap dalam tidurnya.


Sekarang ini, mereka tengah berkumpul bersama di meja makan, menikmati sarapan pagi dengan nikmat.


"Mah, pah, Kania kok gak di ajak ke tempat budi daya Belut miliknya papah sih. Kania 'kan pengen ikut dan ngelihat secara langsung Belut milik papah" ucap Kania sambil memasukkan makanan ke dalam mulut mungilnya.


Anggara di buat terkejut oleh pernyataan Kania, sampai ia tersedak tulang ayam yang kebetulan sedang ia makan. Bagaimana Anggara tidak tersedak, Kania mengatakan ingin melihat Belut peliharaannya. Yang benar saja! Memangnya semurahan itukah dirinya, sampai miliknya itu harus di pertontonkan dan di perlihatkan oleh mantunya sendiri.


Anggara berpikir, mencari jawaban yang pas dan tidak membuat Kania melupakan rencananya untuk melihat Belut miliknya.


"Karena papa ingin kamu dan Kevin menghabiskan waktu berdua seharian dan membuatkan Kania junior untuk kami" jawab Anggara, ia berharap Kania tak mengajukan pertanyaan yang macam-macam lagi.


"Kami sudah terbiasa menghabiskan waktu berdua di dalam kamar.


Tapi Kania belum pernah menghabiskan waktu berdua dengan mas Kevin sambil melihat Belut peliharaan papah" ujarnya dengan senyum mengembang, menampakkan gigi putihnya.


Glekk... Anggara menelan salivanya mendengar penuturan sang mantu mudanya, "Oh iya kapan sekolahmu libur?" tanya Anggara yang mengalihkan pembicaraan agar Kania melupakan masalah Belut.


"Minggu depan deh pah kayaknya, belum tahu pasti juga sih. Soalnya kemarin 'kan abis UAS semester 1. Biasanya sekolah ngasih liburan seminggu tapi gak tahu juga. Emangnya kenapa? Papa mau ajak Kania liat Belut papah ya?" Ucap Kania yang masih ingat saja dengan masalah Belut.


"Gak kok. Papa cuma mau ngasih kalian tiket buat Honeymoon" ucap Anggara yang sukses membuat melupakan Belut dan girang bukan main.


"Apa! Papah beneran mau ngasih tiket buat kita Honeymoon?" tanya Kania yang kembali menyakinkan perkataan Anggara.


Anggara menjawabnya dengan anggukan dan senyum khasnya yang memperlihatkan mata sipitnya.


"Gak! Kevin gak mau dan gak setuju! Apalah itu namanya Honeymoon atau Honeysun. Kevin tetap gak mau, titik!" tolak Kevin dengan tegas.

__ADS_1


"Tapi Kania mau kok pah," jawabnya antusias, "Mas Kevin sebenarnya juga mau kok, cuman malu aja pah, nanti juga kalo kita sedang berduaan di kamar, dia bakalan ngomong makasih karena Kania udah nerima tiket Honeymoon dari papah" ucap Kania dengan kepedean tingkat dewanya.


Kevin menatap kesal Kania, beraninya Kania mengatakan jika ia bakalan mau untuk Honeymoon bersamanya padahal tidur seranjang bersamanya saja, rasanya tidak sudi apalagi pergi berbulan madu bersamanya dan perlu di garis bawahi 'hanya berdua bersamanya selama beberapa hari' cihh, sungguh menyebalkan.


Anggara menyenggol bahu istrinya pelan, memberi isyarat pada sang istri agar mendukungnya, "Oh iya kamu mau Honeymoon yang kayak gimana?" tanya Lina pada kedua anaknya. Tapi Kevin tidak perduli dan memilih melahap sarapannya.


"Nanti kalo bisa di dekat pantai aja ma, lebih indah dan romantis. Jangan lupa kasih kapal ya ma, biar kita bisa jalan-jalan di pantai menikmati senja bersama, mancing ikan di atas kapal bersama terus ikannya di bakar terus kita suap-suapan pake tangan deh" khayal Kania, "Bagaimana pah, mah, baguskan rencana Kania?"


"Bagus" jawab keduanya secara bersamaan, "Baik, papa akan mencarikan tempat yang cocok sama seperti pilihanmu" sambungnya dengan senyum sumringahnya.


Kevin hanya pasrah, semua isi rumah tidak ada yang merespon pendapatnya. Dengan berat hati, ia hanya bisa mengikuti keinginan kedua orang tuanya dan istri kecilnya yang ingin sekali dia musnahkan. Sempat ia berpikir jika ia akan menenggelamkan Kania di pantai nanti, tapi ia takut akan di suruh membawa KK dan pulpen oleh orang tuanya. Sekarang yang Kevin bisa harapkan adalah waktu berjalan dengan lambat, tapi ia tidak egois dan kasihan kepada orang yang sedang berak. Jadi, sekarang yang hanya bisa ia lakukan adalah pasrah.


🌷🌷🌷


Di sekolah, Kania terus memancarkan senyum kebahagiannya, mengingat sebentar lagi dia akan bulan madu bersama Kevin. Membanyangkan melihat tubuh sixpack Kevin.


"Woyy kamu gila yaa! Dari tadi senyum-senyum terus." sentak Kinanthi pada Kania.


Kania berbalik menghadap Kinanthi dan tanpa sadar memegang kedua pipi Kinanthi, "Iya aku gila! Aku gila karenamu" ucap Kania, Kinanthi jijik mendengar ucapan Kania dan sikap Kania. Memangnya dia Lesbi, apa!


Kinanthi meneriaki Kania bahkan mencoba melepaskan tangan Kania dari pipinya. Namun, Kania masih belum sadar juga, terpaksa Kirana mengambil air minumnya menaruh sedikit di tangannya dan menyipratkannya, tepat di muka Kania.


"Kok kamu maim siram aja sih! emangnya aku taneman apa!", katanya sambil mengelap wajahnya dengan tangannya, "Ngapain kamu deket-deket aku!" sambung Kania yang baru menyadari dirinya dan Kinanthi jaraknya begitu dekat, hanya sejengkal telapak tangan.


"Eh ehh dianya yang deket-deket aku, malah aku yang di tuduh deketin dia. Sadar mbak, woyy!" kata Kinanthi yang tidak terima atas tuduhan Kania terhadapnya.


🌷🌷🌷

__ADS_1


Di kantor, Kevin terus menampakkan wajah kesalnya. Kevin butuh seseorang untuk untuk ia jadikan pelampiasan amarahnya.


Tapi ia tak menemui satu kesalahan 'pun dari Karyawannya, terpaksa ia harus memendamnya dan mengeluarkannya amarahnya nanti. Saat ada Karyawan yang salah dalam mengerjakan tugasnya.


"Woyy Bos, kenapa tuh muka. Datar amat kaya tembok" ledek Boy saat melihat wajah Kevin yang tidak seperti biasanya.


"Diam kamu! Ini semua gara-gara gadis tengik itu!"


"Ada apa dengan Kania?" tanya Boy yang penasaran tentang apa yang terjadi.


"Gara-gara gadis tengik itu. Mama dan papa memaksaku untuk Bulan Madu bersamanya" jelas Kevin yang kesal saat mengingat kejadian tadi pagi.


"Itu bagus dong," ucap Boy sedikit merasa keberatan jika Kania harus Bulan Madu bersama Kevin. Entah perasaan apa yang di rasakan Boy. Apa ini sebuah cinta? Tapi mana mungkin ia jatuh cinta dengan gadis SMA dan istri sahabatnya yang baru bertemu dengannya sehari, "Bukankah itu memang yang harusnya terjadi pada setiap pengantin baru?" katanya yang berusaha menutupi perasaanya.


"Iya itu mungkin terjadi, jika kami pasangan yang saling mencintai dan usia kami tidak beda jauh"


"Yang terpenting Kania menyukaimu dan menerima dirimu yang apa adanya seperti sekarang. Kania tidak pernah menuntutmu untuk terlihat muda 'kan?"


"Iya. Dia memang menyukaiku diriku dengan keadaanku sekarang ini.


Tapi aku tidak yakin dia benar-benar menyukaiku atau hanya mengagumiku" jawab Kevin.


"Jadi kesimpulannya adalah kamu sebenarnya memiliki perasaan pada Kania tapi kamu malu mengungkapkanya karena usiamu yang terpaut jauh dengannya?" tanya Boy yang menyakinkan pemahamannya.


"Entahlah, aku tidak tahu dan tidak ingin memikirkan itu!" ucap Kevin yang seakan bingung dengan perasaannya sendiri.


**Bersambung...

__ADS_1


Yakinin abang Kevin dong, kalo Kania itu bener-bener menlope-lope dia**.


__ADS_2