My Kinyis-kinyis Wife

My Kinyis-kinyis Wife
Bad mood


__ADS_3

"Kania supir kamu buat aku ya, astaga ganteng banget sumpah. Udah punya bini belum supir kamu?" Bel istirahat berbunyi, pak Botak keluar dari kelas  membuat semua murid bisa bernafas dengan puas. Kinanthi langsung heboh sendiri, menanyakan tentang Kevin yang Kania kenalkan sebagai seorang supir pribadinya. Karena Kevin kemarin melihat secara langsung pertandingan Kania, datang secara khusus untuk memberikan semangat pada Kania. Hingga membuat Kania memeluk Kevin erat karena sangking senangnya. Kinanthi yang melihat sahabatnya dipeluk pria tampan pun iri, dan akhirnya berusaha mencari tahu tentang pria idamannya pada Kania.


Kania ingin memoles bibir Kinanthi dengan sambal, bagaimana bisa suaminya mau Kinanthi embat. Istri mana coba yang tidak kesal. "Dia udah punya anak sama istri" jawab Kania jutek.


"Mau dong jadi istri kedua atau ketiganya supir kamu dong, Kan. Atau aku rebut aja supir kamu dari istri pertamanya. Yoi gak tuh?" Sudah benar-benar sinting ini orang, masih SMA udah niat jadi pelakor gimana nanti kalo udah lulus?


"Terserah! Lagian juga supirku juga gak bakal mau sama kamu, jadi mau sekeras apa kamu mencoba hanya akan sia-sia. Karena supirku itu tipe pria yang setia pada satu wanita yakni istrinya. Mengerti!" Kinanthi cuek bebek, malahan dia menirukan gaya bicara Kania dengan bibirnya, menurutnya Kania itu terlalu cerewet. Toh juga bukan apa-apanya, kenapa tidak bodo amat aja gitu.


"Udahlah, mending kita ke kantin yokk" ucap Kirana yang selalu menjadi penengah, jika kedua sahabatnya bertengkar. Mungkin jika tidak ada Kirana, Kania dan Kinanthi akan saling jambak. Kania menolak ajakan Kirana dengan alasan tidak lapar. Akhirnya keduanya meninggalkan Kania sendiri dan pergi ke kantin.


🐥🐥🐥


Jder!... Kinanthi mengagetkan Kania sambil menepuk punggungnya, Kania kaget dan tersadar dari lamunannya. "Wehh Kunthi kira-kira dong, kalo aku sampai kena serangan jantung gimana?!"


Bukannya meminta maaf atau menyesal karena telah membuat sahabatnya sengsara, Kinanthi malah tertawa seperti makhluk yang tak memiliki dosa.


"Tenang aja\, aku bakal datang ke rumahmu bawa doa sama beras kok haha" plakkk... Kirana memukul bok*ng Kinanthi dengan keras\, karena asal bicara tanpa di saring terlebih dulu. Kinanthi mengelus bok*ngnya yang terasa begitu sakit sambil menatap Kirana kesal.


"Kan, kamu kenapa kok gak ikut kita ke kantin? Ada masalah apa, kenapa kamu sampai melamun seperti itu?" Kirana, sahabat Kania yang paling waras. Menanyakan keadaan Kania yang terlihat gundah gelisah.


"Kalian tahu tidak, ketua tim basket yang kemarin jadi lawan mainku. Dia pindah ke sekolah kita" ternyata yang membuat Kania melamun dan tak pergi ke kantin adalah masalah Jesika sianida. Kedua sahabat Kania kaget terutama Kinanthi, dia selalu berlebihan dalam menunjukkan ekspresi.


"What whet whot whit?! Kok bisa dan ngapain itu cewek cacingan pindah ke sekolah kita?" Tutur Kinanthi dengan segala kelebaiannya.


"Kok bisa Kan?" Tanya Kirana penasaran. Kania menggerakkan pundaknya, pertanda ia pun tak mengetahui alasannya.

__ADS_1


"Kalian tahu tadi pagi aku..."


"Selamat pagi menjelang siang anak-anak Bapak yang ganteng dan cantik" pak Bagus tiba-tiba datang masuk ke kelas, Kania yang ingin mengatakan suatu hal penting pada kedua sahabatnya pun terpaksa menghentikan perkataannya. Kinanthi kembali ke bangkunya, tepat di belakang Kania. Sungguh perkataan Kania yang berhenti di tengah jalan tadi, membuat Kinanthi di rundung rasa penasaran yang teramat dalam.


Pak  Bagus menjelaskan materi tentang Neraca Lajur yakni laporan terakhir akhir tahun yang diperoleh dari Neraca Saldo setelah disesuaikan. Itulah yang membuat Kania tidak suka dengan pelajaran Akuntansi, materi awal sampai akhir selalu berhubungan. Jika salah satu bab awal ada yang salah sedikit saja maka bab selanjutnya akan salah semua. Kania berusaha untuk memperhatikan penjelasan pak Bagus, setidaknya itu akan masuk ke dalam otaknya dan membuatny sedikit paham, jadi jika nanti ulangan karangan jawabannya sedikit nyambung. Namun tidak dengan Kinanthi, jika Kinanthi tidak suka dengan pelajarannya mau memperhatikan sampai mendelik matanya, tidak akan pernah masuk atau bahkan sekedar nyangkut di otaknya. Di tambah dengan rasa penasaran yang menghantuinya, menambah porsi lengkap kebingungannya.


 


 


"Kan, lanjutin ceritanya dong, aku penasaran nih" Kinanthi menggoyangkan kursi bagian belakang Kania, kefokusan Kania seketika ambyar. Kania menengok sebentar ke arah Kinanthi dengan mata melotot kesal. Lalu kembali memperhatikan pak Bagus dengan seksama.


"Kania Kania Kania" Lagi dan lagi, Kinanthi mengganggu Kania dengan berbisik tepat di telinga Kania, menyebut nama Kania persis seperti setan yang sedang membisiki manusia untuk berbuatan kejahatan.


"Apa?!" Balas Kania kesal.


Tekat Kinanthi besar, meski Kania terus menolak melanjutkan ceritanya, Kinanthi tetap berusaha mengganggu Kania lagi. "Hei kamu maju ke depan!" Perintah pak Bagus sambil menunjuk Kinanthi.


Kinanthi menengok ke belakang. "Ehh maju sana, di panggil pak Bagus juga. Malah ke enakan duduk"


"Kamu yang Bapak tunjuk!" Kinanthi sontak mendapat sorakan dari semua temannya, dengan rasa malu menyelimuti tubuhnya. Kinanthi berjalan ke depan. "Sekarang jelaskan kembali  pada semua temanmu, tentang materi yang tadi Bapak sampaikan!"


Kinanthi menelan kasar salivanya mendengar perintah dari pak Bagas, paham saja tidak bagaimana bisa menjelaskan. Perlahan ia menarik nafas untuk menghilangkan rasa gugupnya. "Hai teman-temanku, perkenalkan nama aku Kinanthi biasa di panggil Natasha Wilona, umur aku.."


"Stop! Saya menyuruh untuk menjelaskan pelajaran saya bukan menjelaskan tentang dirimu, kembali ke tempat dudukmu!" Titah pak Bagus. Kinanthi langsung diam tak bersuara, berjalan menuju bangkunya dengan tawa yang tertahan dalam mulut.

__ADS_1


🐥🐥🐥


Bel pulang terdengar begitu merdu, rasa ngantuk, lelah hilang berganti dengan rasa semangat. "Gila ya kamu Kun, aku sampai mau ngakak melihat ekspresi kesalnya pak Bagus" ketiganya tertawa bersama saat mengingat kejadian tadi.


"Biasa itu mah, aku bisa lakukan lebih dari itu. Oh ya lanjutin ceritanya dong Kan" pinta Kinanthi, Kania pun menceritakan semua kejadian tadi pagi saat bertemu dengan Jesika sambil berjalan. Mulai dari dirinya yang tidak sengaja melempar botol diwajahnya sampai mengatai Kania cewek jadi-jadian.


"Cari nafkah tuh cewek cacingan, berani cari masalah sama kamu Kan. Awas aja nanti kalau cewek cacingan itu ganggu kamu lagi,  aku bakal yang paling depan buat ngejambak rambut sama nyakar wajahnya yang licin itu" Kinanthi langsung emosi setelah mendengar cerita Kania, meski sering dimarahi oleh Kania, Kinanthi tetap tidak terima jika sahabatnya di hina bahkan di dorong orang lain. Kania cukup terharu melihat respon dari Kinanthi, tidak mengira sahabatnya yang paling eror dan memiliki otak cetek tapi masalah pertemanan K Kinanthi pantas diacungi jempol.


 


Berbicara sambil berjalan tidak terasa sudah sampai gerbang, Kirana dan Kinanthi menunggu jemputan sedangkan Kania menelpon Kevin untuk meminta jemput tetapi ponselnya tidak aktif.


"Mungkin mas Kevin sedang sibuk" gumamnya. Kania memilih menunggu angkot, cukup lama Kania menunggu angkot, tapi bukan angkot yang datang melainkan motor ninja dengan boncengan yang lumayan tinggi yang mengharuskan penumpangnya untuk memajukan punggung jika ingin berpegangan dan selamat.


 


 


Bersambung...


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2