My Kinyis-kinyis Wife

My Kinyis-kinyis Wife
Selingkuhan?


__ADS_3

"Lah kok pada di belakang semua? Memangnya Kevin supir apa!" Sentak Kevin saat melihat mamanya serta istrinya duduk di kursi belakang sedangkan dirinya duduk sendirian di depan.


"Memangnya kamu tega ngelihat mama duduk sendirian di belakang, nanti kalo mama di culik gimana?" Lina mulai mengeluarkan air mata kadalnya, Kevin jadi mengiyakan kemauan mamanya.


"Orang sudah di dalam mobil mana bisa penculik masuk lagian siapa juga yang mau nyulik emak-emak" gumamnya pelan.


"Kamu ngomong apa Kev?" Tanya Lina karena sekilas mendengar suara Kevin.


"Gak kok ma, ya sudah mama duduk aja di belakang sama Kania. Khusus hari ini Kevin ikhlas jadi supir pribadi yang kaya dan ganteng untuk kalian"


"Uuhhh gumush banget deh, Kania jadi tambah cinta. Sebagai gantinya nanti Kania kasih jatahnya double, gimana?" Kania mencubit kedua pipi Kevin sambil menggoyang-goyangkannya ke kanan, kiri, atas serta bawah.


Kevin memilih tak menjawab tawarkan Kania, walau sebenarnya perasaan serta akal sehatnya bergelora menginginkan. Tapi demi menjaga image di depan mamanya, Kevin sok cuek, "Duduk kembali, aku mau menjalankan mobilnya."


🐥🐥🐥


Sudah dua jam Kevin menunggu mama serta istrinya di butik, tapi ia tidak melihat satu tas yang nyangkut di tangan mereka. Gimana nanti kalo membeli beberapa tas, berapa lama waktu yang harus ia buang sia-sia hanya untuk menunggu mereka?


"Ini bagus gak sayang, cocok gak untuk mama?" Tanya Lina yang meminta pendapat pada Kania.


"Bagus ma, tapi warnanya jelek, terlalu ngejreng dan terlalu ramai juga motifnya" komentar Kania, ia melihat tas yang di pilih Lina banyak pernak-pernik dan menurutnya itu terlihat norak dan tidak elegan.


"Ya ampun, dari tadi kalian hanya memilah tapi tidak membeli, lihat tasnya sampai lecek karena terus kalian pegang. Kalau bingung beli semuanya ajalah ma, gak akan habis juga uang Kevin. Kevin sampai jamuran nunggguin kalian belanja" Kevin jengah mendengar komentar Kania yang selalu menolak pilihan mamanya. Kenapa gak bilang, 'iya ma tasnya bagus, terlihat cocok untuk mama dan kalo di pake mama, mama akan terlihat lebih cantik dan awet tua' gitu misalnya. Biar cepat selesai dan ia bisa kembali menikmati hari liburnya.


"Hei gak boleh gitu, itu buang-buang uang namanya. Di luaran sana masih banyak orang yang lebih membutuhkan uang. Jadi sebisa mungkin kita harus membeli secukupnya saja, dan perbanyak sodakohnya. Karena saat kita mati nanti tas tidak bawa tapi amal soleh yang di bawa" Lina mulai mengeluarkan kata-kata mutiaranya, Kevin sekarang merasa kalah dan bersalah juga.

__ADS_1


"Iya iya, lanjutkan saja belanja secukupnya" Kevin kembali duduk menunggu sambil menompang dagunya menggunakan kedua tangannya.



Sesekali Kevin melirik kedua wanita yang paling istimewa dalam hidupnya dengan ekpresi malas. Kania tersenyum bahagia melihat wajah cemberut suaminya yang terlihat melas membuat aura tua bercampur ketampanannya semakin bertambah. Jadi pengen nyium dah.



Kania terlalu sibuk memilihkan tas untuk mamanya dan juga untuk dirinya, sampai tidak menyadari, jika ternyata suaminya sedang duduk sambil berbincang-bincang dengan wanita lain. Wajah cemberut dan kesalnya tadi hilang, berganti menjadi tawa riang. Bahkan Kevin terlihat akrab dengan wanita itu, terlihat dari nada bicaranya.


"Ma, Kania tinggal dulu ya" Lina mengangguk sambil fokus memilih tas. Kania langsung menghampiri Kevin, dengan emosi yang meluap sampai di ubun-ubun kepala.


Brak...


"Hai Kan---" sapa wanita yang bersama Kevin tapi Kania langsung menyelanya.


"Hai hai sok kenal banget sih. Mbak, pria yang sedang bercanda dengan mbak itu suami saya. Jadi kalau mbak mau cari pasangan, cari yang lain saja. Kaya gak ada pria lain aja sampai deketin suami orang!" Sinis Kania.


"Kania dia ini se--" Kevin berusaha menjelaskan pada Kania, tapi lagi dan lagi Kania menyela. Bahkan Kania lebih emosi dari saat waktu menyela wanita yang tadi bersama Kevin.


"Apa! Tega kamu Mas, kamu secara terang-terangan mengenalkan aku pada selingkuhanmu. Kurang apa sih aku Mas? Cantik, baik, imut dan pengertian sampai selalu menawari jatah malam jumat padamu tanpa kamu paksa. Tapi kamu masih tega nyelingkuhin aku" Kania menangis ala-ala seorang istri yang teraniaya.


Kevin memegang tangan Kania agar Kania tidak pergi, ia ingin melanjutkan penjelasannya tadi yang di potong oleh Kania, "Kania, dengar dulu aku bisa menjelaskan semuanya"


"Jangan sentuh aku Mas, aku jijik sama Mas, jijik hiks" Kania menangis sambil meronta agar Kevin melepaskan genggaman tangannya. Kevin menganga mendengar perkataan Kania, antara heran dan lucu juga. Bisa-bisanya marah sambil mempraktekan adegan di tv.

__ADS_1


Sedangkan wanita yang bersama Kevin berusaha sekuat tenaga agar tidak tertawa.


"Heii ada apa ini? Kenapa ramai sekali, memang ada pengantrian sembako ya?" Lina datang membuyarkan semua drama yang telah terjadi.


"Ehh kenapa kamu nangis sayang? Ada apa dan kenapa kamu nangis?" Lina langsung memeluk sambil menenangkan Kania.


"Mas Kevin selingkuh ma. Dan parahnya dia ngenalin selingkuhannya pada Kania hiks" jelas Kania dengan tangis sesegukannya.


"Wooh dasar bocah gemblung. Siapa yang mengajarkan kamu untuk menyakiti hati seorang wanita haah? Mamamu ini juga seorang wanita jika kamu menyakiti wanita lain itu sama saja kamu menyakit--"


Tiba-tiba wanita yang bersama Kevin mendekat ke arah Lina dan berbicara dengan Lina, "Tante, ini semua salah paham"


"Loh Siska kok ada disini? Beli tas juga?" Tanya Lina, membuat Kania kaget bukan main. Pikirannya sudah sampai kemana-mana.


"Jadi mama kenal dengan selingkuhannya Mas Kevin? Kenapa kalian tega hianatin Kania" Lina ikut bingung, kenapa Kania mengira Siska selingkuhannya Kevin. Dan karena perkataan Kania, Lina tahu jika yang di maksud selingkuhannya Kevin adalah Siska.


Kania hampir pergi dari butik dengan keadaan menangis, untung Lina bisa mencegahnya, "Dengar Kania sayang, wanita ini namanya Siska. Dia ini sepupu Kevin bukan selingkuhan Kevin. Makanya mama kenal. Dia juga datang ke acara pernikahan kalian loh" Kania jadi salting dan malu mendengar penjelasan Lina, rasanya ia ingin sekali menutupi wajahnya dengan karung beras.


"Ehehehe jadi sepupunya ya. Maaf ya kak, aku gak tahu" Kania mencium punggung tangan Siska sebagai ucapan maafnya karena sudah menuduhnya sebagai selingkuhan Kevin.


"Iya gak papa, santai aja. Kamu orangnya humoris ya. Marah saja masih bisa ngelawak haha" ucap Siska, yang membuat Kania malu.


"Makanya lain kali, kalo orang sedang menjelaskan sesuatu jangan asal motong aja!" Ujar Kevin sambil menatap Kania kesal. Kania jadi serba salah, tidak bisa berkata apa-apa lagi. Hanya tertawa garing menanggapi semua orang yang memojokkannya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2