My Kinyis-kinyis Wife

My Kinyis-kinyis Wife
Pergi ke Butik


__ADS_3

Hari demi hari telah di lalui Kevin dan Kania, dari saling membenci, yang satu ingin tapi satunya lagi nolak sampai sekarang ini hubungan mereka jadi saling suka, saling mengharapkan cuma nunggu Kania lulus aja. Setelah itu lengkap sudah kehidupan mereka.


"Cie cie yang udah baikan, makin lengket aja nih. Udah kaya upil sama bulu hidung aja" sindir Lina yang melihat Kevin dan Kania turun dari kamar mereka sambil bergandengan tangan dengan mesra.


"Mama ngebandinginnya kok upil sama bulu hidung sih, memangnya tidak ada yang lebih bagusan sedikit apa?!" Protes Kevin, ia tidak terima di bandingkan dengan kotoran hidung oleh Lina.


"Biarin, mulut- mulut siapa?" Balas Lina acuh.


"Ayo Kania kesini, jangan terlalu lama nempel sama Kevin nanti ketularan tuanya" Anggara menarik Kania, menyuruhnya untuk duduk dan menikmati sarapan pagi.


Kevin menatap kesal papanya, Kania yang melihat itu, merasa sedikit kasihan pada suaminya, "Pah kalo tua gak bisa nular, jadi Kania duduk di sebelah suami Kania aja ya. Biar Kania bisa melayani suami Kania dan masuk Surga nanti" Kania membela Kevin, sebisa mungkin Kania membela Kevin tapi tak membuat Anggara merasa bersalah dan tersudutkan.


"Ya sudah sana mepet Kevin lagi, papa tidak mau kamu gagal dapat kupon masuk Surga karena tidak melayani suamimu" ucap Anggara.


Kania langsung duduk di sebelah Kevin dengan senyum lebarnya. Kevin juga senang melihat Kania yang berani mengatakan keinginannya untuk berada di dekatnya secara langsung pada Anggara.


"Makasih ya," bisik Kevin, ia juga menggegam tangan kiri Kania.


"Gak gratis Mas, Mas harus membalas jasa Kania nanti dengan ciuman plus-plus" balas Kania yang ikut berbisik karena takut Lina dan Anggara mendengarnya. Kevin hanya tersenyum dan menggelengkan kepala mendengar jawaban Kania.


Semua orang menikmati sarapan pagi yang terasa damai ini, Kania mengambilkan lauk yang di inginkan Kevin. Sesekali mereka saling suap-suapan membuat Lina dan Anggara iri melihatnya. Lina dan Anggara tidak mau kalah, mereka juga ikut saling menyuapi bahkan terlihat lebih romantis dan manis karena nyuapinya menggunakan tangan.

__ADS_1


"Aduh pedas!" Kevin kepedasan karena tanpa Kania sadari, Kania menaruh sambal dalam sendoknya saat menyuapi Kevin. Kevin segera mengambil air dan meminumnya seperti Kuda nil, banyak bener. Kania merasa bersalah dengan wajahnya yang cengar-cengir, tidak tahu harus berbuat apa. Sedangkan tawa Anggara memenuhi area, sungguh bapak gak ada ahlak.


"Hehehe maaf Mas, Kania gak lihat kalo Kania ngambil sambel." Ucapnya yang masih sempatnya cengengesan.


"Makanya lain kali, kalo sedang menyuapi lihat piringnya jangan ngelihat yang lain!" Sentaknya, pasalnya Kania tadi menyuapinya sambil melihat Lina dan Anggara yang juga sedang saling menyuapi.


"Ehehe Kania kan pengen lihat cara menyuapi suami yang benar makanya Kania lihat Papa sama Mama, secara mereka lebih pengalaman" alasannya, memangnya ada cara menyuapi selain pakai tangan, kenapa mesti belajar segala. Sama kaya makan biasa yak kayanya, kecuali menyuapi yang kelas VVIP mungkin lebih istimewa. Ada plus-plusnya seperti menyuapi di beri tambahan kecupan atau ciuman gitu.


Kevin meminum banyak air untuk meredakan rasa pedasnya sedangkan Kania terus menunjukkan cengirannya yang merasa bersalah sekaligus merasa lucu melihat suaminya kepedasan.


🐥🐥🐥


"Sama papa aja lah ma, mama gak lihat Kevin sedang nonton bola. Lagian kenapa tas mama bisa bolong? Mama beli tas di butik atau di pasar abang?"


"Enak aja kamu, tas mama itu beli di butik yang top harganya mahal bahkan sangking mahalnya bisa membeli salah satu bahkan kedua ginjalmu!" Lina tak terima di katai Kevin tasnya beli di tanah abang.


Kevin tidak menggubris hinaan mamanya, ia fokus menonton bola bersama Anggara, "Gooolll yes masuk!" Teriak Kevin saat melihat club yang ia dukung memasukkan bola kedalam gawang lawan.


"Masuk kemana Mas? Mau masuk ke dalam goa Kania sekarang? Ya udah sekarang aja, Kania udah siap kok" Jawab Kania, yang tiba-tiba datang dan menyahut teriakan Kevin. Lina dan Anggara tertawa terpingkal mendengar sahutan Kania. Dan Kevin di buat malu olehnya.


"Masuk gawang! Kamu tidak lihat aku sedang nonton bola" Kevin menjawab sinis Kania untuk menutupi rasa salah tingkahnya.

__ADS_1


"Duhh kirain mau masuk ke dalam goa Kania," ucapnya lesu, Kania berbalik untuk kembali ke tempat asalnya.


"Ayo Kevin antar mama ke butik, kamu udah booking tiket masuk ke Neraka ya makanya kamu mau gak mama kasih kupon masuk Surga, iya?" Lina kembali membujuk Kevin supaya mau mengantarkannya.


"Apa?! Mama mau ke butik, Kania ikut dong mah" Kania kembali berbalik dan menyahut ucapan Lina.


"Ikut aja, tadi mama juga berniat ngajak kamu kok" balas Lina dengan senang hati.


Kevin jadi tambah malas untuk mengantar mamanya pergi ke butik. Mengantar mamanya saja lamanya ngalahin ayam betina melahirkan. Apalagi di tambah si pembuat Kania, yang juga ikut, "Papa ajalah ma. Pah sana gih anterin istrinya belanja" tolak Kevin sambil mengajukan Anggara agar mengantarkan Lina dan Kania belanja.


"Gak mau mama sama papa, dia kalo nganter mama belanja suka nyepet-nyepetin mama, mama jadinya kan gak bisa milih dengan puas" ucap Lina, memang benar jika Anggara yang mengantarnya selalu maksa supaya cepat dengan alasan ada meeting dengan klien. Tapi saat sampai di rumah, Anggara malah tiduran. Anggara berbohong agar istrinya segera pulang dan dirinya bisa terbebas dari pertanyaan 'ini bagus gak? Cocok gak buat mama? Kalo pakai ini mama terlihat lebih langsing gak sih?' Dari mulut Lina.


"Tuh mama maunya di antar sama kamu jadi kamu aja yang nganter" balas Anggara yang masih fokus mengamati tv berharap club yang ia dukung menang dari club yang di dukung Kevin.


"Kevin itu juga males kaya papa, cuma ya Kevin sayang aja sama mama gak tega nolak permintaan mama. Tapi jangan nanya-nanya Kevin, soal ini itu. Kevin bingung ma!"


"Jadi maksud kamu papa gak sayang gitu sama mama haa?!" Sahut Anggara dengan nada marah saat mendengar Kevin berbicara.


"Sudah sudah kalian ini selalu saja bertengkar. Ya udah, karena sudah ada Kania nanti kamu nunggu sambil duduk manis aja. Biar mama sama Kania yang milih-milih" Kevin akhirnya menyetujui ide Lina. Dan mau mengantarkan Lina, Kevin mengira ia nanti hanya akan menunggu mamanya belanja seperti perkataan Lina. Jadi tidak masalah kalo hanya menunggu saja.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2