
Deggg... Kania terkejut papanya memintanya untuk menikah dengan seorang pria yang seharusnya menjadi kakak iparnya.
"Tapi pa, Kania masih sekolah, masa depan Kania masih panjang, Kania juga belum ingin menikah sekarang." jelas Kania yang tidak ingin menikah.
"Tolong papa kali ini saja nak, ini semua demi keluarga kita, kamu mau kita semua jadi gelandangan dan keluarga kita jadi hinaan masyarakat karena anak papa kabur tepat di hari pernikhannya hem"
Kania bingung harus bagaimana, ia tidak ingin keluarganya menanggung malu tapi ia juga tidak mau menikah dengan calon kakak iparnya.
"Baiklah Kania mau menikah dengan anaknya tante Lina, ini semua Kania lakukan karena Kania sayang dengan kalian."
"Terima kasih, kita tahu kamu sayang dengan kita." ucap Salman yang memeluk Kania.
"Sekarang kamu tetap di sini, papa dan mama akan panggilkan tukang riasnya dan kita juga mau menenangkan kondisi di bawah yang kacau" tutur Sinta yang keluar dari kamar.
Dan benar dugaan Salman jika kondisi di bawah sedang kacau, semua orang mencari dimana keberadaan mempelai wanitanya yang tidak kunjung datang.
"Sinta, dimana calon menantuku mengapa belum datang kemari?" bisik Lina pada Sinta.
"Maaf tadi ada sedikit masalah yang harus kami atasi jadi agak sedikit menunggu, tenang sebentar lagi anakku akan segera turun." jawab Sinta yang menenangkan Lina.
20 menit telah berlalu, setelah menunggu lumayan lama pengantin wanitanya akhirnya datang juga.
"Hei, jomblo tua hentikan melihat ponselmu, sekarang lihatlah calon istrimu, begitu cantik, modis dan yang penting masih muda tidak sepertimu yang sudah lanjut usia." ucap Anggara yang menghina Kevin.
"Papa!" Lina mendengar ucapan suaminya yang memuji calon menantunya.
"Hehe, mama tetap yang pertama yang paling cantik kok"
Kevin juga terus menatap Kania, "Cantik, tapi sepertinya aku pernah bertemu dengannya tapi dimana ya?" gumam Kevin yang terus memikirkannya.
"Baiklah kita mulai saja akad nikahnya" ucap pak Penghulu yang melihat kedua mempelai sudah berada di depannya dan membuat Kevin tersadar dalam pikirannya.
__ADS_1
Akad nikah telah di laksanakan kini Kevin dan Kania telah resmi menjadi sepasang suami istri, keduanya menyalami tamu-tamu yang ingim bersalaman dengannya, walaupun hanya keluarga saja yang di undang, tapi cukup banyak juga.
"Hei apa kita pernah bertemu sebelumnya?" bisik Kevin yang masih dalam keadaan menyalami tamunya.
"Hei aku bicara padamu" bisik Kevin lagi karena Kania tidak menjawabnya, Kania melamun dengan raut wajah yang sedih.
Apa sih maunya ni orang mengganggu lamunanku saja.
"Apa!" jawabnya sambil menatap Kevin.
"Apa kita pernah bertemu sebelumnya, mengapa aku seperti tidak asing lagi dengan wajahmu itu?" tanyanya sambil berpikir.
Kania yang awalnya cuek tapi setelah Kevin mengatakan jika ia dan dirinya pernah bertemu, Kania langsung menatap suaminya dan teringat saat dirinya ditabrak oleh om-om tua jomblo.
Ohh tidak ini kan om-om yang aku suruh ke dukun untuk minta susuk itu, bagaimana ia bisa menjadi suamiku.
Tiba-tiba saja Kevin menarik Kania menjauh dari keramaian dan menuju ke tempat yang sepi, "Hei om lepaskan, om mau membawaku kemana?" ucap Kania yang berusaha melepaskan pegangan tangannya.
"Mengapa om membawaku ke tempat sepi, atau jangan-jangan om mau memer*osaku, kalau om berani melakukannya aku akan teriak sekarang juga. Mam___"
"Lalu mengapa om menariku ke tempat ini?" tanya Kania dengan nada suara yang ngegas.
"Karena aku ingin bicara kepadamu." sambil menatap Kania dan masih berusaha mengingatnya, dan..."Ahh iya aku ingat kau gadis tengik yang menabrak mobilku dan kau juga yang menyuruhku untuk pergi ke dukun karena aku belum juga menikah itu." ucap Kevin yang telah mengingat kejadian yang terjadi antara dirinya dengan Kania.
"Om salah orang mungkin, aku tidak ingat pernah bertemu dengan om, baru kali ini saat kita menikah" ucap Kania yang mencoba menutup-nutupinya.
"Tidak mungkin aku salah orang, biarpun aku ini masih tampan tapi usiaku sedikit dewasa aku masih ingat betul kejadian itu dan wajah gadis tengik itu."
"Bilang saja tua, pake kata sedikit dewasa segala" gumam Kania pelan.
"Dan suara kalian juga sama saat memanggilku dengan sebutan Om, jujur kamukan gadis tengik yang sudah menabrak mobilku?" tanya Kevin dengan serius.
__ADS_1
"Hei, om yang menabrakku menggunakan mobil om, kok jadi aku yang om tuduh menabrak mobil om, lagian dimana-mana itu mobil yang menabrak pejalan kaki bukan sebaliknya." ucapnya yang keceplosan karena emosi dengan Kevin munuduhnya menabrak mobilnya.
"Benarkan dugaanku"
Kenapa aku bisa keceplosan sih.
"Hehehe, iya om aku gadis imut yang waktu itu om tabrak dan yang sudah mengatai om supaya pergi ke dukun, tapi apa om benar-benar pergi ke dukun seperti yang aku sarankan?" tanya Kania penasaran.
"Tidak, untuk apa aku pergi ke dukun,memangnya kenapa?" jawabnya, karena Kevin memang tidak percaya dengan hal seperti itu.
"Kok bisa om memiliki istri yang cantik dan segar sepertiku sekarang, sedangkan om sudah hampir tua" ucap Kania yang ngawur tanpa memikirkannya terlebih dahulu, "Ah palingan om pergi ke dukun terus om minta sama mbah dukun supaya aku yang masih muda dan cantik ini menjadi istri om, benarkan?" sambungnya sambil menatap wajah Kevin yang mulai tersulut emosi.
"Kau benar-benar gadis tengik, beraninya kau...." ucap Kevin dengan emosi yang telah mencapai puncak kepalanya.
Sepertinya darah tingginya akan kumat lagi.
"Ehh om mamaku memanggilku aku kesana dulu ya" katanya yang hendak pergi meninggalkan Kevin tapi Kevin langsung memegang tangan Kania, membuat Kania was-was karena ia tidak akan selamat kali ini dari om lanjut usia ini.
Ohh tidakkk... batinnya saat Kevin memegang erat tangannya yang hendak kabur.
"Ehh anak mama dan mantu mama kok di sini di temoat sepi lagi, udah gak sabar buat malam pertama yaa?" goda Lina yang tiba-tiba datang di sekitar Kevin dan Kania membuat Kania merasa terselamatkan.
"Enggak kok tante, kita hanya sedang bicara saja kok" jelas Kania.
"Kok manggilnya tante sih, mama dong, kan sekarang kamu sudah resmi jadi mantu mama"
"Ah baiklah ma_ma" ucapnya dengan terbata karena terasa aneh buatnya.
"Nah itu baru mantu mama, ayo kita kembali ke sana, katanya waktunya pemotretan, yuk ke sana" ajak Lina sambil mengulurkan tangannya karena ingin menggandeng tangan Kania, Kania segera datang dan menerima uluran tangan Lina.
Huhh untung ada mama mertua.
"Kevin kamu juga" ucap Lina yang juga mengajak Kevin.
__ADS_1
"Iya ma" balasnya yang mengikuti di belakang mamanya.
Jangan lupa like, komen, dan vote yup biar author ada semangat untuk selalu update.