
Karena pengakuan rasa cemburunya, cemburu tandanya cinta, artinya Kevin cinta sama Kania dong? Kevin tidak lagi gengsi ataupun malu mengakui rasa tertariknya pada Kania. Tapi sebisa mungkin Kevin menahan dirinya agar tidak melampaui batas sampai membuat Kania hamil di masa sekolahnya yang sebentar lagi akan selesai.
"Mas Kevin" panggil Kania pada Kevin yang tengah fokus dengan laptopnya. Kefokusannya ambyar saat Kania memanggilnya. Kaget, senang, was-was dan ngeri menjadi satu saat mendengar Kania memanggilnya menggunakan kata 'mas' di depanya. Padahal sekarang tidak ada kedua orang tuanya. Karena biasanya Kania hanya akan memanggil Kevin menggunakan kata 'mas' jika di hadapan orang tuanya. Kalo sedang tidak ada orang tuanya, manggilnya 'om'.
"Kamu manggil aku?" Kevin menunjuk dirinya.
"Ya iyalah, memang disini yang namanya Kevin siapa lagi?! Emangnya dedemit di sini, namanya Kevin juga?!" Sinis Kania.
"Ada apa?!" Balasnya sok cool aslinya hatinya girang sampai lompat-lompat kaya kelinci lagi lomba lari.
Kania menarik Kevin dan mengajaknya duduk di lantai saling berhadapan. Kevin masih dengan wajah dinginnya, padahal udah ngakuin rasa cemburunya, berarti itu sama saja Kevin mengakui jika ia mencintai Kania, bukan?
"Kenapa sih mas Kevin selalu sok cool sama Kania, kenapa gak bisa biasa gitu. Kania udah tahu mas Kevin tuh cinta, sayang, suka dan tergila-gila sama Kania, jadi gak usah sok cuek gitu, bisa gak?!" Kania kesal dengan raut wajah Kevin yang slalu sama, membuat orang kesal dan rasanya ingin menciumnya.
Kevin jengah ia membuang nafas kasar, untuk menghadapi kelakuan Kania dan juga untuk merubah raut wajah yang katanya sok cool tadi, "Iya ada apa, Kania cantik istrinya Kevin Anggara" ucapnya sambil memamerkan senyum yang di paksakan.
Kania senang mendengar jawaban Kevin, walau terdengar terpaksa, "Gimana, suka gak Kania ganti panggilannya jadi mas Kevin?" Tanya Kania penasaran.
"Senang. Tapi jangan pernah manggil pria lain pakai kata 'mas' kecuali aku, sekalipun itu sama penjual cilok!" Perintah Kevin, ia mulai terang-terangan mengatakan kecemburuannya.
__ADS_1
"Siap mas Kevin yang paling kasep sak antero jagat raya, tapi tambahin uang jajan sama jatah malam Jum'at nya Kania ya" Kania mulai berulah mengeluarkan sifat mesumnya. Tapi tidak seperti biasanya, Kevin yang biasanya cuek tidak membalas kemesuman Kania, sekarang jadi beda seratus juta derajat.
"Apa?! Kamu mau di tambah jatah malam Jum'at nya? Maksudnya kamu mau aku bacaain Surat Yasin lebih banyak, begitu?" Ucapnya yang pura-pura tidak mengerti maksud Kania, sambil berusaha menahan tawanya agar tidak ngakak. Kevin membelokkan maksud Kania yang mesum jadi religius.
"Mas Kevin mah tega masa mau bacaain Kania Surat Yasin, emangnya Kania udah mati mau di bacain Surat Yasin segala!" Karena kesal dengan jawaban Kevin, Kania ingin memberi pelajaran dengan memukulnya. Tapi Kevin menghindar dan berlari menghindar menjauh dari Kania.
"Coba kejar kalo bisa, hahaha. Dasar kecil, makanya makan yang banyak biar cepet gede hahaha" Kevin berlari di sekitar kamar sambil mencerca Kania dengan tawa yang memenuhi kamar, di ikuti Kania di belakang yang mengejarnya.
Terjadilah aksi kejar-kejaran seperti di film India yang berjudul Kuch ek- Kuch ek Baju.
Kania memang kecil, tapi dia adalah pemain basket, Kania terbiasa berlari mengejar bola dari lawan mainnya. Jadi energinya kuat untuk berlari. Apalagi mengejar Kevin yang sudah tua, palingan juga nanti encok punggungnya karena kecapekan wkwkw.
"Huh huh Mas berhenti ngapa, nanti encoknya kumat lohh" ucapnya yang ngos-ngosan karena mengejar Kevin.
"Iya Kania tahu Mas Kevin masih kuat kok. Apalagi dalam urusan ranjang, kuatnya bertambah. Tapi yang namanya usia udah tua mesti jaga-jaga, biar pas buat anak nanti mas Kevin gak encok dadakan. Kalo tahu bulat di goreng dadakan mah enak tapi kalo encoknya mas yang dadakan? Kan gak enak, hahaha" Kania tertawa seperti puas telah membalas hinaan yang tadi Kevin lontarkan padanya bahwa dirinya kecil.
Sekarang berbalik, Kevin yang mengejar Kania karena sudah banyak mengatainya. Tanpa memakan waktu lama, Kevin langsung dapat menangkap Kania karena langkah kakinya yang lebar itu.
"Ketangkap kan. Gak bisa lari lagi kamu dariku. Sekarang cepat tarik kata-katamu tadi!" Suruhnya, agar Kania menarik semua perkataannya yang mengatakan jika dirinya tua walau kenyataannya memang benar adanya. Eh tapi Kevin kan tidak encok yak.
"Gak bisa udah Kania telen sampe perut," Kania acuh, ia memandang ke arah lain untuk menghindari sorotan laser mata Kevin.
__ADS_1
"Ohhh jadi kamu gak mau narik kata-katamu tadi ya?" Mulai timbul niat buruk dalam pikiran Kevin, jika Kania benar-benar tidak mau menarik perkataannya. Apakah di siksa? Tidak di beri makan? Di sobek perutnya dan diambil perkataannya tadi?
"Tidak" balasnya tidak peduli.
"Baiklah, akan aku buat kamu mengeluarkan perkataanmu dari dalam perutmu itu dengan sendirinya. Akan aku buat kamu mengeluarkan dengan sendirinya" Kevin mulai mengambil ancang-ancang. Dan mulai, ia menggelitiki perut Kania sampai membuat Kania tertawa terpingkal-pingkal.
"Hahaha mas sudah dong, geli tau hahaha" Kania tertawa sambil menyingkirkan tangan Kevin dari perutnya. Kevin masih tetap menggelitiki Kania tanpa berkata apa-apa karena kemaunnya belum di turuti.
"Baiklah, Kania salah karena udah mengatai mas Kevin tua dan akan encok jika berlari hahaha. Mas Kevin itu masih muda dan kuat hahaha, udah dong mas haha" ucapnya sambil tertawa karena masih terus di gelitiki oleh Kevin. Kania akhirnya menarik perkataannya, demi kedamaian dan ketentraman hidupnya.
Kevin berhenti menggelitiki Kania, kini kedua mata mereka saling bertatapan dengan tajam dan serius. Mereka seakan terhanyut dalam tatapan masing-masing. Tapi Kania langsung mengakhirinya dengan mengeluarkan tawanya, "Hahaha" Kania tertawa mengingat semua kejadian yang barusan terjadi. Ia tidak membayangkan akan bisa bercanda dan tertawa bersama Kevin seperti sekarang.
Kevin ikut tertawa saat Kania tertawa, "Dasar bocah tengil kek upil"
Kania berhenti tertawa saat Kevin mulai mencacinya lagi, "Ihh baru juga baikan, udah ngajak gelut lagi!," katanya dengan kesal, " Sini kalo mau gelut atuh, Kania ladenin. Tapi gelutnya di atas ranjang aja biar bisa menghasilkan anak. Kan percuma, udah cape-cape gelut gak dapat imbalan apa-apa" Kania mengedipkan mata genitnya, padahal tadi kesal tapi ujung-ujungnya juga bakal ngelawak lagi tuh bocah.
Mereka akhirnya tidur bersama setelah lelah bercanda. Sekarang tidurnya juga udah tidak ada lagi penghalang di antara mereka alias bantal guling. Kevin menyingkirkannya dan hal itu tentu membuat Kania girang. Karena perubahan sikap Kevin yang mulai normal layaknya pada istrinya. Cuman kurang jatah malam Jum'at doang nih euy.
**Bersambung....
__ADS_1
Maaf karena jarang update yak**.