My Kinyis-kinyis Wife

My Kinyis-kinyis Wife
Main Nyium aja


__ADS_3

Setelah kesalahpahaman yang terjadi di butik, tidak membuat Kania berubah menjadi pendiam atau paling tidak menjaga perkataannya. Kania tetaplah Kania yang selalu mesum, cerewet dan ceplas-ceplos.


"Ih Mas Kevin masih marah aja, Kania udah minta juga. Salah siapa berduaan ketawa-ketiwi dengan wanita lain. Sampai tidak ingat istri"


"Tapi kamu kan sudah tahu kalau Siska itu--"


"Ya, Kania tahu Siska itu sepupu Mas Kevin. Tapi seharusnya Mas Kevin bisa jaga jarak dengan tertawa sewajarnya dan gak usah pake acara tatap-tatapan bisa kan?" Berganti Kania yang marah dengan Kevin. Padahal sudah jelas di sini Kania yang bersalah tapi bukan Kania namanya jika tidak bisa membalikkan keadaan.


"Ya sudah aku minta maaf. Lain kali aku akan berusaha bersikap biasa saja pada semua wanita termasuk pada sepupuku sendiri deh. Gak usah marah lagi oke?" Bujuk Kevin, dan langsung berhasil membuat Kania luluh. Emang pada dasarnya Kania juga gak bisa lama-lama marahan dengan Kevin. Karena kalo Kania marahan dengan Kevin hidupnya hampa, tidak ada orang yang dapat ia goda dengan keusilan dan kemesumannya.


"Heem Kania maafkan Mas Kevin kok. Dan karena Mas Kevin udah mau minta maaf sama Kania, gimana kalo sebagai hadiahnya Kania kasih jatah, yuk" kebalik gak sih? Seharusnya Kevin yang mengatakan dialog Kania. Karena Kania sudah memaafkannya jadi seharusnya Kevin memberikan hadiah kepada Kania.


Kevin menghentikan langkahnya saat Kania menarik tangannya, hendak memberinya jatah, "Kania, kita kan sudah sepakat untuk melakukannya saat kamu lulus sekolah. Aku tidak mau membuatmu hamil di masa sekolahmu, aku tahu masa SMA adalah masa yang paling berkenang nantinya. Jadi aku tidak mau mengambil masa-masa enjoy mu bersama teman-temanmu" Kevin memberi pengertian pada Kania sambil mengelus rambutnya seperti sedang mengelus seekor kucing.


Kania langsung cemberut mendengar jawaban Kevin. Selalu saja seperti itu, setiap kali Kania menawarkan jatah, setiap itu juga Kevin selalu menolak. Kenapa Kevin gak khilaf sekali saja dan mau menerima jatah dari Kania. Pasti girang banget Kania.


"Kamu merem coba, aku kasih kejutan buat kamu" pinta Kevin dan dengan senang hati Kania menutup matanya.


"Cepet Mas, buruan kasih kejutannya" Kania sudah tidak sabar ingin melihat kejutan apa yang akan Kevin berikan padanya.


"Sabar dong, jangan buka mata sampai aku suruh ya" Kevin ingin memberi ciuman di pipi Kania, sebagai hadiah karena sudah selalu mencintainya dan mengharapkannya.


Cupp...


Belum juga bibir Kevin menyentuh pipi Kania. Bibir Kania sudah mendarat lebih dulu di bibir Kevin. Kania mencium sekilas bibir Kevin, ngambil startnya Kevin. Setelah mencium Kania langsung lari meninggalkan Kevin yang diam sambil memegang bibirnya.

__ADS_1


"Mas Kevin kelamaan sih, keburu nyosor deh bibir Kania" teriaknya yang meninggalkan Kevin sendiri di kamar.


"Buset, jadi begini ya rasanya di cium gadis SMA? Seharusnya aku yang menciumnya dulu, kok ini kebalik ya? Duhh ternodai sudah bibirku" ucap Kevin dengan penuh penyesalan karena gagal mencium Kania terlebih dulu. Tapi juga senang karena ia tadi hanya ingin mencium pipi Kania tapi Kania malah mencium bibirnya. Rejeki anak soleh gak akan kemana.


🐥🐥🐥


Setelah selesai makan malam bersama, Kevin dan Kania kembali ke kamar mereka. Keduanya merasa canggung, tidak ada yang mau mengawali pembicaraan. Hingga terjadilah keheningan.


Gimana nih, kok jadi gugup gini yak, biasanya juga setelah berbuat hal yang pecicilan aku langsung biasa aja sama Mas Kevin. Tapi setelah nyium bibir Mas Kevin yang kenyal seperti jeli itu kok jadi gugup gini sih?


Tumben sekali gadis tengik ini diam aja, biasanya juga ngomong ini itu. Apa dia mau berencana nyium aku lagi? Kok aku jadi berharap di cium gadis tengik ini lagi ya. Tapi enak juga bibir gadis tengik ini, seperti ada micinnya, bikin nagih.


Keduanya malah berbicara sendiri dengan masing-masing pikirannya.


"Emmsh Mas..." Kania mengumpulkan semua keberaniannya untuk berbicara terlebih dahulu pada Kevin.


"Gimana rasanya bibir Kania?


A. Kenyal


B. Enak


C. Manis


D. Bikin nagih

__ADS_1


E. Semuanya benar" Kania memberikan pertanyaan dengan berbagai pilihan pada Kevin tentang rasa bibirnya.


"F. Bikin eneg dan muntah!" Jawab Kevin acuh. Ia berjalan mendekati ranjang dan langsung bersiap untuk tidur. Kania mengejar Kevin, ia ikut rebahan di sebelah suaminya. Kalau boleh jujur sebenarnya bibir Kania itu enak banget woy. Kenyal dan manisnya pas, jadi bikin ketagihan. Tapi masa Kevin mengakuinya secara terang-terangan?


"Mas Kevin sok kagak doyan, coba sekali lagi Kania cium pasti minta lagi dan lagi."


"Kamu tuh yang ketagihan ngerasain bibirku, main sosor aja. Gak salam atau permisi lagi"


"Emangnya kalo Kania salam dan ketuk bibir Mas dulu, Mas Kevin akan menjamu Kania di dalam bibir Mas Kevin?" Jika memang begitu, maka dengan senang hati Kania mengetuk bibir Kevin terlebih dulu agar saat berciuman lagi Kevin menyambutnya.


Karena Kevin tidak menjawab pertanyaan Kania maka Kania menganggap Kevin tidak menggubrisnya seperti biasanya.


"Mas jangan tidur dulu, Kania mau bicara" Kania menggoyang-goyangkan tubuh Kevin agar Kevin tidak tidur terlebih dulu.


"Bicara apa, bicaralah aku masih belum tidur kok" ucapnya dengan berat karena rasa kantuknya yang sudah mendominasi.


"Besok Kania ada perlombaan bola basket, Mas dateng ya, dukung Kania jadi penyemangat Kania. Biar Kania menang dan bisa mengharumkan nama sekolah" Kania berharap Kevin mau datang untuk mensuportnya. Bukannya Kania meragukan kemampuannya, tapi Kania ingin sesekali merasakan di semangati oleh orang terkasih secara langsung.


"Tidak bisa, besok aku ada meeting pagi dengan klien luar negeri. Lebih baik kamu tidur agar besok kamu bisa segar dan semangat berlomba" ucap Kevin yang terus melanjutkan tidurnya. Setidaknya jika tidak bisa datang, minimal sekarang di semangati atau di beri ciuman penambah semangat dan menambah tinggi badan gitu. Ehh ini malah main tidur aja.


Kania langsung merasa lesu dan lemas karena harapannya untuk melihat Kevin mendukungnya sambil berteriak memanggil namanya terancam gagal. Tapi ia tetap harus bermain dengan sungguh-sungguh nantinya, meski tanpa ada obat penyemangatnya. Karena ini menyangkut nama sekolahannya. Kania berprinsip, jika ia tidak bisa mengharumkan nama sekolah menggunakan otaknya. Jadi ia harus bisa mengharumkan nama sekolahnya menggunakan keahliannya dan sebisa mungkin tidak membuat malu sekolahnya.


"Memangnya gak bisa di mundurin ya Mas jadwalnya?" Tanya Kania, ia masih mengharapkan Kevin ikut mendukungnya.


Khoqqeee... Kevin menjawab pertanyaan Kania dengn suara fasih ngoroknya. Bukannya menjawab pertanyaan Kania. Kevin malah tidur terlebih dahulu dan parahnya sambil mengorok cuy.

__ADS_1


"Dasar suami gak pengertian. Untung aja Kania sayang, coba kalo gak sayang udah ku ceburin ke dalam got nih."


Bersambung...


__ADS_2