My Kinyis-kinyis Wife

My Kinyis-kinyis Wife
Pertandingan


__ADS_3

Hari yang cerah, secerah sinar matahari di pagi hari, membuat semua orang bersemangat untuk melakukan aktivitasnya masing-masing. Tapi tidak dengan Kania, menurutnya pagi ini adalah pagi yang paling buruk. Bagaimana tidak buruk, hari ini Kania ada pertandingan basket tapi suaminya tidak bisa datang untuk menyemangatinya.


Boro-boro datang ke stadion, mengucapkan kata semangat saja tidak. Saat Kania bangun tidur pagi tadi, Kevin bahkan sudah pergi ke kantor dulu. Bukannya memberi ucapan semangat atau memberi uang sebagai gantinya penyemangat. Ehh ini main pergi aja tanpa kecupan, ciuman, dan uang jajan.


"Semangat Kania, buktikan bahwa kamu bisa. Dan harumkan nama sekolahmu!" Kania menyemangati dirinya sendiri.


Tiba-tiba Raka datang menghampiri Kania yang sedang bergerombol bersama dengan anggota tim basket lainnya.


"Kania, semangat ya. Dan jangan lupa berdoa sebelum memulai permainan"


"Cie-cie, cuit-cuit" ledek teman-teman Kania yang melihat serta mendengar Raka memberi semangat pada Kania.


"Apaan sih kalian. Hemm iya Raka, makasih ya semangatnya" balas Kania sambil tersenyum canggung. Raka sudah Kania tolak cintanya tapi masih saja mencoba mendekatinya. Coba saja Raka tahu bahwa Kania sudah bersuami, apa Raka akan tetap mengejar Kania?


🐥🐥🐥


"Baiklah, sebelum kita mulai, mana pendukung SMA Negeri 3 Cikeduk" teriak host sekaligus juri pertandingan basket.


Prok-prok....


"Wahh banyak juga ya. Sekitar sepuluh ribu orang lah. Sekarang mana pendukung SMA Pelita Bangsa"


Prok-prok-prok....

__ADS_1


"Woww, ini sekampung di ajak nonton semua ya? Rame banget oyy! Luar biasa SMA Pelita Bangsa. Tanpa banyak bicara sekarang kita mulai saja ya. Kedua tim siap?" Masing-masing anggota mengangguk pertanda sudah siap.


"Siap-siap menerima kekalahan, sekolah swasta tidak akan pernah bisa menang melawan sekolah negeri!" Bisik ketua basket SMA N 3 Cikeduk pada Kania.


Kania tertawa ringan mendengar hinaan lawannya, "Kita lihat saja nanti. Siapa yang KALAH dan menang" Kania menegaskan kata 'kalah' sambil menatap tajam ketua tim basket lawan. Kania tidak terlalu memikirkan hinaan lawannya. Sudah bisa di tebak, orang yang biasanya omong besar palingan nanti juga bakalan kalah.


Kania melihat semua penonton yang datang untuk mendukung timnya. Dan mata Kania tertuju pada seorang pria dewasa dengan kemeja kerjanya, pria itu melihatnya sambil menampilkan senyum susuknya. Membuat siapapun wanita yang melihat akan langsung terpikat.


"Mas Kevin, jadi dia ngasih kejutan buat aku. Romantisnya. Aku harus tambah semangat dan harus menang. Masa iya ada penyemangat VVIP kalah?" Kania berbicara sendiri sambil membalas senyuman Kevin yang tujukan untuknya.


"Baiklah. Dalam hitungan ketiga semuanya siap ya? Satu, loro dan three, mulai! Pritt..." Semua anggota mulai berlari mengejar, menghalangi dan merebut bola. Kania cukup sulit merebut bola dari lawan mainnya karena lawannya baik juga mainnya di tambah tubuh mereka yang lebih tinggi dari Kania. Tapi Kania tidak putus asa begitu saja, ia tetap berusaha dengan mengerahkan seluruh kekuatannya. Disini bukan hanya harga dirinya yang di pertaruhan tapi juga nama baik sekolahnya. Dan yang paling utama image nya di hadapan Kevin.


Setelah bersusah payah, akhirnya tim basket Kania menang dengan hasil akhir 6 : 5. Sekarang Kania bisa membuktikan jika orang yang sombong tidak akan berakhir dengan mulus. Pada akhirnya orang yang benar-benar berusaha dengan niat yang ikhlas serta tangguhlah yang akan menang.


"Kok sekolah negeri bisa kalah sih? Dengar ya kakak cangtip dari sekolah negeri yang terhormat, jangan berbicara besar dan berbangga diri sebelum pembuktian. Nah kalau sekarang udah kalah, siapa yang malu?" Kania berbicara tepat di hadapan ketua lawannya dengan tegak dan kepala mendongak. Orang menang mah bebas.


"Kalo mau pemanasan masuk aja ke dalam api, gak perlu susah-susah berlari kesana kemari haha" Kania langsung pergi meninggalkan ketua tim lawannya yang emosi. Kania tidak mau meladeni lebih lanjut orang yang tidak memberi faedah untuknya.


Kania lebih memilih menghampiri suami tercintanya, yang memiliki sejuta manfaat untuk Kania. Membuatnya terlihat awet muda karena Kevin sudah berumur jadi Kania akan terlihat muda jika berpasangan dengan Kevin haha. Dan menambah ketebalan sakunya juga. Kevin sedang menunggu Kania menghampirinya.


Kania memeluk erat tubuh Kevin, tidak menghiraukan tanggapan orang sekitar yang mengira dirinya simpanan Om-om atau genit dan semacamnya.


Untuk apa memikirkan komentar orang lain, buang tenaga. Kania menganggap orang yang selalu mengomentari hidupnya hanya orang yang iri dengan semua miliknya. Toh juga Kania tidak minta makan mereka. Jadi buat apa memikirkan balik, sampai membalas semua anggapan mereka yang sama sekali tidak penting.

__ADS_1


"Hei, jangan terlalu lama. Kamu tidak malu, semua orang memandangi kita" Kevin berusaha melepaskan pelukan Kania yang kencang.


"Tidak, urat malu ku sudah putus bersamaan dengan putusnya tali pusar ku. Lagian kita 'kan sudah sah jadi tidak ada larangan!" Balas Kania bodo amat.


"Tidak masalah jika kamu tidak punya malu. Tapi jangan membuat malu, orang yang ada di dekatmu" perkataan Kevin berhasil membuat lilitan Kania terlepas dari tubuhnya. Kevin melihat orang-orang menatapnya dengan tatapan aneh. Kevin kembali bergaya sok cool dan penuh wibawa.


"Maksud Mas, Kania malu-maluin gitu?!" Sentak Kania dengan kesal.


"Dih baru nyadar, kemarin kemana aja?" Kania langsung memukul dada Kevin dengan keras, setelah mendengar penuturan Kevin yang terlalu jujur. Kania ingin pergi dari hadapan Kevin tapi Kevin menghentikannya dengan memegang tangan Kania.


"Gak kok bercanda, gitu aja langsung pergi. Selamat ya atas kemenangannya, Mas bangga sama kamu" Kevin menepuk-nepuk kepala Kania sambil tersenyum. Kania terharu dan langsung memeluk Kevin, lagi.


"Makasih Mas, sudah datang dan nyemangatin Kania" Kania berkata sambil menangis sesegukan karena terharu. Sesekali mengelapkan ingusnya di jas bagian dada Kevin.


Bersamaan saat Kania memeluk Kevin ada lima siswi SMA N 3 Cikeduk melirik Kania dengan sinis, "Ihh ternyata simpanannya Om-om"


"Apa lihat-lihat, mau di colok tuh mata!" Kania melototi sambil mengepalkan tangannya ke arah kelima siswi yang meliriknya, kelima siswi tadi langsung lari ngibrit ketakutan.


Kevin hanya tertawa pelan melihat tingkah istrinya,"Siapa yang datang kemari mau nyemangatin kamu? Orang aku cuma mau pamer ketampanan dan kekayaan doang"


Kania kembali memukul dada Kevin, bahkan lebih keras dari yang pertama. Kevin mengaduh kesakitan, meski kecil seperti upil tenaga Kania kuat juga, "Duhh, bercanda. Ohh iya kamu mau hadiah apa?" Tawar Kevin, sebagai tanda penghargaan untuk Kania.


"Emmss... Kania mau nanti malam kita buat adek bayi yang lucu dan imut seperti Kania, gimana?"

__ADS_1


"Sembarangan kalau ngomong, udah sana gih, penerimaan piala tuh" Kevin menonyor dahi Kania lalu mendorongnya untuk kembali ke lapangan basket.


Bersambung...


__ADS_2