My Kinyis-kinyis Wife

My Kinyis-kinyis Wife
Penyesalan


__ADS_3

*Merasakan cinta sepihak


Sakit tidak? Sakit!


Tapi ada yang lebih sakit


Cinta beda agama.


Selama bukan itu alasannya,


maka teruslah berusaha


by Kania*


🍃🍃🍃🍃🍃🍃


"Om kita naik kapal sekarang aja yuk," ajaknya, ia melihat kapal yang sudah di siapkan oleh papa mertuanya. Dengan antusias semangatnya Kania mengajak Kevin.


"Tidak. Besok saja, hari ini tubuhku pegal dan sedang malas beraktivitas" tolak Kevin. Kalau bukan karena tadi mencari Kania yang tidak ada di sampingnya. Ia memilih melanjutkan tidurnya.


"Kalo ada Kania jadi semangat dong Om" godanya sambil mengedipkan-ngedipkan mata kirinya.


Kevin bergidik ngeri dan tak habis pikir dengan semua tingkah Kania. Sudah berkali-kali ia tolak mentah-mentah tapi masih saja berusaha menggodanya dengan berbagai tingkah konyolnya.


"Iiiihhh" balas Kevin, seolah jijik dengan tingkah aneh Kania seperti anak ABG. Emang masih ABG, cuma dia saja yang sudah dewasa.


Kania tidak memasukkan perkataan Kevin yang selalu membalasnya dengan hinaan, ketus bahkan pedasnya ke dalam hatinya. Semua perkataan Kevin, Kania anggap angin lalu. Ia tak perduli, karena itulah jalan kerikil yang harus Kania lalui untuk mendapatkan sebongkah cinta Kevin. Keyakinannya sangat tinggi, Kania begitu yakin kelak suatu hari Kevin akan bisa mencintainya sama seperti sekarang ia mencintai Kevin.


Kania langsung menarik tangan Kevin secara paksa menuju kapal, "Ayo Om!! Kita harus menikmati kesenangan di luar ruangan hari ini. Dan besoknya kita akan bermain di kamar seharian bersama, menikmati kesenangan yang hakiki di dalam kamar. Membuat tim Basket sendiri" katanya sambil menarik paksa tangan Kevin, ia tak memerdulikan jawaban Kevin yang Kania yakini adalah sebuah penolakan.


Kania mengganti rencananya yang awalnya ingin memiliki anak sebelas dan membuat tim Sepak Bola sendiri, di tambah Kevin pelatihnya. Menggantinya menjadi tim Basket saja yang anggotanya hanya lima orang.

__ADS_1


Rencananya ia ganti karena kepikiran dengan omongan Kevin. Jika mengandung dan melahirkan bukanlah hal yang gampang. Nyawa menjadi taruhannya.


Kania meminta bapak Nahkoda yang sudah menunggu di kapal. Setiap saat siap mengantar sepasang suami istri itu untuk mengelilingi luasnya lautan yang luasnya sama kaya cintanya Kania ke Om Kevin.



"Om, gimana pantainya, indahkan?" Kania bertanya pada Kevin untuk membuka pembicaraan di antara keduanya agar suasananya rame kayak rumah kebakaran.


Kevin berdehem singkat menjawab pertanyaan Kania.


"Tapi lebih indah lagi wajah Kania, iya 'kan Om?" Kevin melihat sekilas wajah Kania dengan malas, untuk menilai mana yang lebih indah di antara pantai atau wajah Kania.


"Lebih indah pantainya, berkali-kali lipat!" jawab Kevin dengan menohok. Seperti biasa, Kania menganggapnya angin lalu.


Kania pergi dari hadapan Kevin setelah mendengar jawaban nyeklit Kevin. Sekilas Kevin mengira Kania marah dan kecewa dengan perkataannya tadi. Ada rasa sedih tapi, sedikit di hati Kevin, saat Kania pergi setelah mendengar perkataannya. Tapi, mengapa ia harus bersedih? Seharusnya ia senang, karena ini yang selama ini Kevin tunggu-tunggu. Kania pergi dari kehidupannya.


Kevin kembali manatap pemandangan laut dan berhenti memikirkan Kania.


"Kamu! Datang-datang langsung mengagetkan aku! Kalo aku sampai terkena serangan jantung mengingat aku sudah tidak muda lagi. Lalu terjatuh ke dasar laut, bagimana?" Bentak Kevin. Kevin lagaknya sudah kembali ke mode awalnya yang suka membentak dan suka ngomong ngasal.


"Ngaku juga kalau udah tua, hihihi" gumam Kania sambip tertawa pelan mendengar pengakuan Kevin.


"Kania pasti tolong Om kok!" Ucapnya dengan yakin dan percaya diri.


"Dengan cara apa?!"


"Tentu saja menggunakan pancing" katanya sambil mengarahkan pancing yang ada di tangannya ke depan wajah Kevin.


"Dasar gadis bod*h! Kau itu kebanyakan nonton kartun. Di dunia nyata gak ada nolong orang pake pancing! Kamu pikir korbanmu itu ikan, apa!" Kevin mengatakannya dengan keras dan tepat di depan wajah Kania. Hanya berjarak beberapa senti saja. Kania tersihir melihat wajah marah Kevin dari dekat, terlihat seksi.


"Ya udah, mulai besok Kania akan nonton film bok*p. Agar bisa buat tim Basket bareng Om" ucapnya nyleneh dan setengah sadar karena terpesona dengan wajah tampan Kevin.

__ADS_1


Kevin mulai menjauhkan wajahnya, ia memiih pergi dari hadapan gadis tengik yang tak lain adalah istri ABG nya. Kania sadar dari khayalannya saat melihat Kevin mulai menjauh dari hadapannya. Kania mencegah Kevin dengan menarik tangannya, "Kania bercanda Om. Lagian Om pake nanya dengan cara apa Kania nolong Om. Ya, pasti Kania bakal nyebur dan nolongin Om lah! Mana tega Kania liat orang yang Kania sayang matii mengenaskan"


"Mana berani kamu mempertaruhkan nyawamu demi aku" balas Kevin dengan mudahnya. Seakan tidak percaya dengan semua perkataan Kania Kevin menganggap semua hanya bualan semata tak ada keseriusan nya.


"Kenapa Om selalu saja menyepelekan perkataan Kania yang sejatinya semua itu muncul dari hati Kania? Mengapa Om tak pernah sekalipun mengganggap pernyataan tulus cinta Kania?" ucapnya.


Baru kali ini Kania mengeluarkan butiran bening di hadapan Kevin. Kania yang biasanya ketawa-ketiwi, hari ini berbeda seribu derajat. Kevin masih dengan wajah tak pedulinya tapi siapa yang tahu dalam hatinya, seperti apa?


"Apa karena Kania masih SMA? Jadi Om menganggap cinta Kania hanya sebatas cinta monyet? Jika benar itu anggapan Om, maka Om salah besar! Kania akan buktikan jika Kania beneran cinta sama Om" Tanpa Kevin duga Kania membuang cincin pernikahannya.


Lalu...


Byurr... Kania menyebur ke dasar laut untuk mencari cincinnya. Kevin kaget karena tidak mengira Kania akan seberani itu. Kevin menunggu Kania di atas kapal dengan perasaan tercampur aduk antara rasa khawatir, takut dan cemas.


Sudah lima menit Kevin menunggu. Tapi, ia tidak melihat tanda-tanda Kania akan muncul di permukaan. Tanpa pikir panjang, Kevin ikut nyebur juga. Kevin mencari-cari Kania di sekitar kejadian Kania menyebur tadi, terus mencari dan akhirnya ia menemukan Kania.


Tapi dalam keadaan pingsan di atas batu karang. Kevin langsung membawa Kania ke daratan.


Kevin berenang dengan keadaan membawa istrinya yang sedang sekarat, sepanjang perjalanan menuju ke daratan. Kevin terus merutuki kebodohannya karena sudah membiarkan Kania bersikap bo*oh hanya untuk membuktikan cintanya.


Sampainya di daratan, Kevin terus memanggil nama Kania. Berharap istri kecilnya bangun dan kembali mengatakan gombalan kepadanya.


"Kania... bangun..." itulah kalimat yang berulang kali Kevin ucapkan. Kevij berusaha menyadarkan Kania dengan menekan dadanya berulang kali dengan butiran embun yang terus menetes tanpa bisa ia bendung.Terdapat penyesalan di setiap perkataannya.


"Lihat, aku akan menc*um mu. Jadi, kumohon kamu segera bangunlah" Kevin memberi nafas buatan karena usahanya menekan dada Kania, belum berhasil membuat Kania sadar.


Tetesan embun jatuh perlahan melewati pipinya. Ia tak menyangka akan menangisi gadis tengik yang ingin ia singkirkan dari kehidupan nya. Kevin tak melihat Kania memberi respon apapun kepadanya.



Kevin memeluk Kania dalam pelukan hangatnya yang selama ini Kania impikan, " Kenapa kamu belum bangun juga. Setelah semua yang aku lakukan kepadamu."

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2