My Life To Be Boy

My Life To Be Boy
kamu..


__ADS_3

Kawan dan lawan itu memang selalu ada di sekitar kita. Entah sadar atau tidak.


Setelah hari dimana Darel pertama kali bertemu dengan orang tapi berakhir memalukan. Entah akan jadi apa ke depannya. Akhirnya mereka bertemu lagi.


Kalian ingat tidak? Di saat Darel pergi keluar untuk membeli obat, namun berakhir hampir di keroyok. Untung saja bisa kabur. Tapi di gang sempit menuju rumah nya. Dia menjerit seperti perempuan karena kaget bertemu dengan laki laki dan hampir saja Darel terpesona.(Kalau lupa cerita nya baca lagi eps ke 4)


Nah hari ini. Darel bertemu lagi dengan nya yang status nya sebagai murid pindahan. Mana duduk nya di sebelahnya pulak. Dia beralasan matanya minus. Jadi meminta teman se bangku ku yang pindah ke belakang.


Aku berharap dia tidak ingat kejadian waktu itu. Itu memang cukup menggelikan menurut ku. Tapi dewi keberuntungan tak berpihak pada ku lagi. Melihat dia yang tiba tiba terkekeh setelah melihatku. Ku tebak dia ingat kejadian itu. Rasanya aku ingin sekali bersembunyi di kolong meja yang sempit ini..


Aku berusaha menormalkan ekspresi wajahku. Seakan akan tidak pernah terjadi hal apapun. Tapi melihat nya melirik ku lalu terkekeh. Begitu hingga berkali kali sungguh sangat menyebalkan. Andai saja aku bisa merusak ingatan nya. Akan ku ganti wajahku dengan wajahnya yang sekarang menurutku tampak jelek jika tertawa.


Ku biarkan saja. Aku akan menganggap dia itu tembok yang terkena kutukan. Atau orang gila yang tampan yang garang, lumayan lah julukan itu lebih baik dari sebelumnya. Aku akan menjauhi dan se minimal mungkin berinteraksi dengan nya. Yah aku berharap begitu.

__ADS_1


Tapi sepertinya realita sangat tidak suka padaku. Di jam istirahat ini, dia berusaha mengajakku berbicara. Dan dia mengungkit masalah aku kaget waktu itu. Betapa menyebabkan nya dia. Jika aku hanya diam, sepertinya pun dia tak akan menerima kode ku itu untuk tak mengajakku berbicara. Lebih baik berbicara terus terang kah? huhh.. Aku sadar omongan ku itu pedas manis, takutnya tar dia baper kek siswi2 sini? ew jjyk..


"Heh.. siswa pindahan. Jangan sok akrab deh. Kita gak kenal"


"Heh? tapi aku kenal kok.. Nama mu Kim Darel. Kamu teman se bangku ku dan juga kita pernah bertemu sebelumnya. Waktu itu kamu menjerit sangat konyol hahaha.."


"Engga tuh. itu bukan gue ya. Gue ga kenal sama lo. mending jangan ajak ngomong deh"


"Kalo ga kenal kan tinggal kenalan dulu. Lagian kita se bangku. Jadi harus akrab kan? Hehe"


"Mm.."


"Kalo begitu gue perkenalan ulang deh. Perkenalkan nama gue Kim do jun. Khusus buat sahabat, tolong panggil dojun"

__ADS_1


".."main ponsel


"Hey el?"hanya di lirik


"el.. lu dah denger kan nama gue"


"el sapa dah.. panggil kek biasa aja. Geli gua denger nya." Berjalan cepat ke kantin


"Ga mau. El.. tunggu in dojun. Sesama kim ga boleh musuhan loh. el.. yaelah el.."


"Kamu.. hah.." Menghela nafas


'Sabar dare, sekarang lo laki. Gak mungkin sensi an kek cewek lagi dapet. Mau tampol juga anak orang ini.. sabar sabar.' Mengelus dada sambil mengambil dan membuang nafas perlahan..

__ADS_1


..


yuhu.. ututut. itu si garang seneng banget goda in si Darel tolongin apa.. kasih tau si Dojun jangan bikin Darel ilfil yaw 😆wkwk..


__ADS_2