
Dalam perjalanan darel yang entah mau menuju ke mana. Melewati banyak lorong lorong ruangan yang cukup sepi. Bukan horor yang di rasakan. Bagaimanapun bagi orang introfert. Kesunyian adalah sahabat yang lebih baik. Apalagi Darel adalah orang yang lebih suka suara pedeng daripada keramaian yang seperti pasar. Sungguh membuat kepalanya pusing. dia lebih suka berfikir dan bertindak dari pada berbicara. Bahkan terkadang dia merasa lelah hanya untuk bicara beberapa kata saja..
Tapi memang yah.. Di tempat sepi pun pasti ada yang ber sembunyi. Entah itu hewan, manusia, benda, atau mingkin bahkan sesuatu yang tidak terlihat. Seperti saat ini..
Yah memang tak mungkin sih, di ruang sekolah yang ramai anak akan ada ruangan kosong yang tak terjamah sekali pun. Pasti ada saja anak yang sesekali bahkan sering mengunjungi ruang kosong itu. Tapi saat ini kan jam pelajaran masih berlangsung. Mungkinkah ada seseorang yang membolos dan bermain ke ruang an yang di atasnya tertulis 'gudang'. Dan lagi itu adalah ruangan paling ujung.
Maaf saja. Aarena author yang sedang menghalu. Jadi lupa mengarahkan Darel ke mana tujuannya. Hingga sepertinya tempat tujuan nya terlewat cukup jauh jehehe.. Balik ke cerita.
'Zit.. zrit..' anggap saja suara meja yang akan roboh mendapat gaya/dorongan atau tarikan.
__ADS_1
Darel yang merasa lebih ke penasaran dari pada takut pun berjalan perlahan seperti orang yang mau mencuri. Sayangnya gudang bukan tempat penyimpanan benda benda berharga. Bagi sebagian besar orang biasa. Padahal gudang juga termasuk tempat yang aman untuk menyimpan benda berharga. Yah tapi siapa yang akan melakukan itu?
Darel membuka sedikit pintu yang sudah tak ber mekanik mengunci. Yah slot nya sudah rusak. Masih ada ganggang pintu sih. Tapi hanya untuk pegangan membuka dan menutup saja. Di intip nya dari cela tersebut.
Mau tau apa yang ada dan terjadi di dalam? tempat yang seharusnya penuh dengan barang barang tak berguna itu. Garis bawahi dulu kata SEHARUSNYA. yah kalian tau maksudnya dong. Tempat itu tak seperti gudang yang penuh dengan tumpukan kardus atau buku. Karena bermacam buku di sana saling di susun membentuk kursi dan meja. Tak hanya itu saja. Di sana ada lemari yang sudah usang tapi masih bagus. Tertera banyak snak di dalamnya. Dan juga masih banyak benda yang melengkapi. Dan lagi lampu biru yang menyala di tambah lampu diskotik warna warni yang berputar. Wah sepertinya ada geng night club di sekolahan..
Tempat yang di buat seperti club malam itu sepertinya sedang di tata lagi. Entah lah. Suara decitan tadi ternyata berasal dari sebuah meja yang sedang di sesuaikan tempatnya. Dan yang membuat Darel heran. Ada seorang siswa yang sedang memegang paku dengan palu nya sekalian. Terlihat sekali posturnya yang seperti tukang bangunan profesional.
Tak kuat dengan rasa penasaran nya. Darel dengan tanpa otak nya mengetuk pintu dan langsung membuka nya lebar.
__ADS_1
Langsung saja semuanya memandang ke Darel dengan tatapan sengit. Bahkan kedua perempuan itu melotot lebar seperti memperingatkan. Tapi manusia yang saat ini sedang dalam masa tanpa otak itu saking penasaran nya. Tak bisa menerima sinyal apapun. Bahkan dia langsung saja bertanya.
"Ini ruangan apa sih kak? Kok keren banget. Aku kira ada tikus atau kucing. Tadi aku denger decitan meja. Jadi aku penasaran. Wah.. keren nya"
Yah bersyukurlah. Walaupun tanpa berpikir terlebih dahulu. Tapi secara spontan mulutnya berbicara jujur untuk menjelaskan. Dan sepertinya pertanyaan dan pernyataan memuji Darel mampu meredakan para emosi negatif. Lihat lah, yang tadinya melotot dan menatap tak suka. Sekarang mereka menatap puas dan bangga atas kerja mereka.
"Tentu saja. Itu semua kan hasil kerja keras kami" kata si tukang bangunan.
"Em btw ini ruang eskul kita. Karena nggak ada yang sisa di ruang lainnya. Dan lagi tidak boleh memakai kelas." Jawab seseorang di antara mereka
__ADS_1
"Waw.. Emang ekskul apa kak?"
"Yah wajar sih banyak yang tidak tau. Ekskul kita itu buatan sendiri. Jadi kita juga mempromosikan sendiri. Nama klub eskul kita itu 'art party' harusnya banyak yang tau klau itu kan? Soalnya kita bikin stiker yang di tempel di beberapa properti sekolah sumbangan dari kita. Kita itu kebanyakan dari anggota osis. Jadi yah kita juga banyak yang jarang hadir karena sibuk ngurusin sekolah. Tapi klub kita tetep berjalan. Sesuai dengan nama. Kita cuman merekrut siswa yang berpotensi dalam seni. Misal aku. Aku pinter dalam furnitur dan bangunan. Kalau kedua cewek itu pinter dalam danc dan bernyanyi. Kalo kedua laki lainnya itu hanya numpang hahha.." Canda nya di akhir penjelasan nya yang panjang seperti di wawancara..