
Tapi semakin kesini, mereka semakin merasa janggal. Apa lagi melihat orang itu selalu memakai kacamata hitam dan berdiam diri di setiap darel berdiam di suatu tempat. Lalu ikut berjalan tak tentu arah ketika darel berjalan. Tapi tak selang lama, ketika darel berhenti mereka pun melihat orang itu lagi. Seperti dia sudah ada di sana lebih dulu dari darel. Beberapa yang mengawal darel secara diam diam pun merasa merinding sendiri. Apakah dia jin? sampai bisa ada di mana mana mereka berada .
...
"Malaikat ku selalu tersenyum. Malaikat ku selalu ceria dan ramah" ujar seorang dokter psikolog yang membaca ucapan 'orang itu' yang sudah di perbesar dari rekaman aslinya.
Dokter itu merinding sendiri melihat ekspresi wajah yang tiba tiba tersenyum. Eh, lebih tepatnya menyeringai karena urat mata nya tak mengerut dengan wajah puas.
Jangan katakan dia gila, dia bahkan tau memakai pakaian rapi dan tau merawat diri agar tetap bersih. Kemungkinan penyakit gila nya masih di tahap awal sih. Tapi tetap saja sang dokter merinding melihat senyuman itu. Itu seperti sosok seseorang yang berpenampilan seperti badut.
Yah, badut menyeramkan. Yaitu Joker. Selamat datang mister joker, hehe hanya lewat tapi deng😋.
Semyum lebar itu, tatapan itu. Sangat sesuai dengan keadaan 'orang itu' yang sedang mereka tonton. Ada 4 orang dokter psikolog, tapi mereka semua merinding melihat senyuman menyeramkan 'orang itu'. Padahal 'orang itu' tak memakai riasan seperti pak joker. Tapi tingkat ke horor an ekspresi itu cukup sebanding.
__ADS_1
Sama dengan video sebenarnya, 'orang itu' mengatakan 1 hal yang pasti. Yaitu mengatakan kata kata "malaikat ku" menghadap ke darel. Tentu itu sudah dapat di pastikan. Karena hal seperti ini sudah terjadi sejak lama. Namun mereka baru baru ini saja baru merasa ada rasa terancam dan ngeri menyadari kehadiran 'orang itu'.
"Malaikat ku. Malaikat itu tuhan. Tuhan itu selalu hidup. Malaikat ku selalu hidup. Tidak ada orang yang boleh membawanya pergi dari ku. Malaikat ku itu selalu hidup" gumam salah satu di antara 4 dokter itu yang membaca kecap bibir 'orang itu' sambil melotot, terbawa suasana mencekam yang cukup menantang untuk di perankan nya.
"APAA.."
'BRUAGG..' suara hentakan tangan dan meja itu menggema di ikuti teriak an yang cukup memekakkan telinga seseorang.
"Ada apa dokter?" tanya seseorang yang sudah berkumpul di depan pintu ruangan tadi.
"Seseorang panggil kan bos kemari. Ada masalah pelik saat ini. Dan kita akan adakan diskusi mendadak. Segera kumpulkan semua mafioso yang sedang tidak bertugas " Ujarnya tegas lalu memimpin ke 3 dokter juga sebagian pasukan yang sudah berkumpul.
Butuh waktu untuk mengumpulkan seluruh anggota yang tercecer du luar sana. Hampir memakn waktu 20 menit untuk mengumpulkan seluruh mafioso yang sedang tidak bertugas. Namun malah si bos sendiri yang tidak bisa hadir karena menemani laura yang rewel sejak semalaman.
__ADS_1
Akhirnya dokter itu mengambil alih untuk memberanikan diri memarahi bos sekaligus temannya via telepon.
"Tut..tut.. Halo."
"John, apa kau yakin akan mengabaikan berita yang akan aku sampaikan? Kalau kau masih peduli pada darel, maka datanglah 15 menit kemudian. Lebih dari itu, maka aku akan menganggap bocah itu tidak penting, dan akan ku bubarkan seluruh anggota mafioso untuk kembali ke aktifitasnya." langsung mematikan ponsel
Aah..ini lebih tepat di katakan mengancam kan?.
15 menit berlalu. Dan john belum tiba juga, terpaksa dokter itu membubarkan para mafioso dan dengan terpaksa menganggap darel orang yang tidak penting. Bagaimanapun setiap hari memantau bocah itu dari jauh, cukup untuk membuatnya merasa akrab dengan darel. Walaupun jujur saja mereka belum pernah bertemu secara langsung.
...
Tungguin ini masih di lanjut kok..
__ADS_1