My Life To Be Boy

My Life To Be Boy
seperti pesulap


__ADS_3

Happy readding..:v


Berdebar. Itulah yang di rasakan darel. Tangannya mengepalkan tangan merasa geram. Serasa di permainkan dia..


"Plak" suara yang cukup keras terdengar di telinga keduanya.


"Auhh.. dasar bocah tak tau sopan santun. Asal kau tau saja ya. Aku itu harusnya kau hormati aku ini seumuran pamanmu tau. Makin lama makin nglunjak ni bocah" kata orang itu dengan mengelus pipinya yang di tampar darel. Pengen membalas tapi takut psikis daren memburuk lagi tapi kalo tidak di pukul nyebelin.. serba salah memang..


Seneng sih sepertinya darel sudah mulai bisa berekspresi seperti orang normal pada umumnya. Tapi kok nyebeli deh sekarang.. di tambah kasar. siapa sih yang ngajarin.


Darel langsung melompat ke pelukan orang dewasa itu dengan air mata menetes haru. Dia merasa bersyukur masih ada orang yang peduli tanpa memandang darel yang pengecut.


" heh paman jelek. Kamu menyuruh orang bertubuh sangar mendatangi ku tiba tiba, siapa yang tidak takut? Aku kira ada orang yang jatuh cinta pada ketampananku hingga menculik ku dengan banyak pengawal agar aku tak kabur. Kau tau, aku hampir saja mengompol di mobil tadi"

__ADS_1


"Hehe tapi kamu tidak ngompol tuh" jawab orang dewasa itu dengan cengengesan. Berasa anak muda dia..


"Heh apa kau punya makanan. Dari tadi siang aku belum makan karena ketiduran di sekolah. Sekarang aku lapar sekali. Mana perjalanan ke sini ber jam jam pulak" jawabnya sambil mengelus perutnya yang sudah keroncongan.


"Hah? Sejak kapan kau se berani itu untuk tidur di sekolah?" Katanya takjub dan merasa heran


"Sejak saat ini. Bahkan tadi aku bolos pelajaran dari pagi. Huh memang sekolah berpredikat ter buruk. Bahkan guru saja berkata kasar ke murid bikin emosi saja."kata Darel menggebu gebu. sebenarnya itu sekolah elit. tapi karena 1 guru, Darel langsung gelap mata menganggap itu hal yang salah dan buruk.


"Heh paman sengaja mengalihkan pembicaraan ya? Atau paman tak punya makanan enak? Jual saja vilaila ini buat beli makan. Aku sangat lapar dan kau harus tanggung jawab itu" lanjut daren.


Darel tersenyum canggung mendengar penjelasan yang sangat masuk akal itu.


"Oh iya paman. Namamu siapa sih? Aku lupa." Tanya Darel tanpa dosa

__ADS_1


Orang itu menepuk keningnya. Mengingat mereka tinggal 1 atap selama sebulan tapi dia belum memperkenalkan diri. Dia terlalu nyaman di panggil dengan hormat oleh anak itu. sebelumnya Darel memanggilnya dengan om om.


"Heh kau menyindirku ha. Aku tau kita belum berkenalan tapi tak perlu se hormat itu berkata lupa. Baiklah aku akan memperkenalkan diriku dengan benar." "Hemm.. Halo nanaku John Arafel. Usia 13tahun, pada 18tahun lalu bulan depan. Pekerjaan ku berbahaya bahkan nyawa taruhannya. Jabatan ku paling tinggi yaitu bos atau pemilik atau Ceo. Tempat lahir di Dubai. Tinggi 180, berat badan 59kg. Makanan fafo.."


"Berhenti berhenti. Kenapa ngelantur ke sana sini sih. Sebenarnya tu mau perkenalan apa di wawancara? Ga usah paanjang panjang juga kali. Orang kaga tanya." Jawaab darel sebal. Sungguh saat ini dia mirip sekali seperti gadis yang senang ngambek ke pacarnya.


Jujur saja orang yang bernama John Arafel itu merasa sedikit geli menanggapi sikap darel yang berubah tapi seperti gadis malahan.


Hallo men temen.


Saaya cuman mau mengingatkan kalo like itu suka.


Maka dari itu kalau suka tolong jangan lupa pencet tombol jempol yakk..

__ADS_1


Author ini memang bawel..


__ADS_2