
"Dok bagaimana keadaan darel? Apakah ada yang parah? Apa harus di oprasi? Katanya tadi hampir kehabisan darah(sok mutusi).."
...
"Um.. sebentar pak. Tarik nafas dulu. Apa anda ayah dari pasien?"
"Bukan, tapi saya om nya."
Dokter pun mengangguk dan mengajak john dan wali kelas ke ruangannya. Setelah mempersilahkan kedua tamunya duduk, segera dokter itu menjelaskan.
"Begini, pasien baik baik saja pak. Tapi kelihatannya pasien sering kena pukul ya? Ada sedikit gangguan pada saraf di kepala bagian belakangnya. Mungkin pasien akan merasa pusing secara tiba tiba, bahkan pingsan.
__ADS_1
Itu tidak masalah sebenarnya kalau pasien tidak kelelahan itu tidak akan terjadi. Jadi ada baiknya jangan biarkan pasien beraktifitas yang menguras tenaga. Dan juga jangan biarkan kepalanya terluka lagi. Itu bisa mengakibatkan lebih parah bahkan menjadi penyakit tumor. Karena ada bagian tulang kepala yang retak.
Selebihnya pasien hanya kehabisan cukup banyak darah. Pasien akan segera di pindahan ke kamar inap. Yah lebih baik pasien menginap beberapa hari di sini untuk pemulihan. Dan anda bisa mengurus administrasinya. Suster akan mengantar anda ke sana" sambil mempersilahkan suster tampil di panggungnya.😂
Mereka engga kaget? Engga dong. Kan keduanya udah tau kalau darel itu korban buliying. Eh bahkan korban percobaan pembunuhan deng. Tapi hanya john, darel dan mereka yang bersangkutan yang tau. Jadi mereka pikir itu wajar. Malah si dokter yang heran sendiri. Et plus si wali kelas. Dia engga menyangka kalau buliying nya sampai segitunya. Dan darel engga lapor padahal sampe parah itu baginya..
Kedua manusia dewasa itu pun mengangguk dan pamit untuk keluar ruangan dokter. Guru wali kelas pun menuju tempat Darel berada, sedangkan john mengurus administrasi terlebih dahulu. Dan john pun meminta untuk menempatkan Darel di ruangan yang sama dengan putrinya.
Pikirkanlah, orang yang banyak musuh pasti banyak yang mengincar anggota keluarga ataupun orang sekitarnya. 'Dia kan orang kaya, tempat umum nga level lah' No. Tempat umum itu paling aman untuk bersembunyi loh.
Jangan remehkan tempat yang banyak orang dan berkesan biasa itu. Kalian bisa menyelip ke kerumunan orang orang sebagai pengalihan kan? Dan level? Milih apa kamu, nyawa atau gengsi? Siapa peduli dengan level jika nyawa taruhannya? Kecuali orang yang memang sudah memilih gengsi, dan melepaskan nyawanya.
__ADS_1
Tapi loh, pembunuh profesional aja lebih milih bersembunyi di got, ketimbang di tangkap bahkan mati?. Mereka engga peduli lah sama apa yang lewat. Yang penting nyawa selamat kan. Tapi bukan berarti mati karena gengsi itu tidak terjadi.
Apapun bisa terjadi loh. Dunia ini di ciptakan dengan bermacam kemungkinan lengkap dengan SPO dan K nya loh. Hal yang out of imagine bukan berarti tidak terjadi. Tapi hanya jarang terjadi, dan jarang di ketahui. Kalian aja bisa mikir gitu. Berarti hal itu bisa terjadi.
Lagipula, tempat privat yang berlogo vip itu lebih mudah ketahuan walaupun seberapa aman di jaga. Sudah jelas kan, namanya aja tempat khusus. Pasti yang bisa akses hanya orang orang khusus dan berduit.
Tempat umum itu, sudah ramah, meriah, murah lagi. Ga buang buang banyak duit. Malah dengan duit yang untuk vip masih bisa buat sedekah loh kalau di tempat umum. 'Susuk alias turah' kalau dalam bahasa jawa. Padahal kan sama sama di layani. Tinggal beda properti kan? Atau beberapa hal yang menjadi rahasia umum yang jarang di perhatikan. Dan palingan sepi ama ramai sih.
Terganggu? Gapapa, kita tuh makhluk sosial. Sekalian aja di ajari bersosialisasi dengan orang baru. Masalah penerus tinggal nanti si anak mau apa kagak. Jangan jadi orang pemaksa, nanti kalau si dia membangkang. Kan repot sendiri. Terpaksa itu tekanan batin loh..
...
__ADS_1
Aku masih rajin up loh. Mana dukungan nya?🙋😂😂