My Life To Be Boy

My Life To Be Boy
jawaban


__ADS_3

Di tengah obrolan mereka yang mulai biasa. Seperti sepasang kekasih bagi beberapa orang. Tapi bagi mereka berdua seperti kakak dan adik. Ponsel Darel pun berbunyi. Menandakan ada sebuah panggilan masuk.


Melihat nama yang tertera. Darel langsung saja mengangkat panggilan dengan duduk di tempat.


"Hal.."


"Dare where are you naw? ini sudah mau sore. Kamu kemana saja? Laura rewel nih nyari in kamu. Buruan pulang" Yahh.. itu papa bear yang menelepon. Untung volume nya kecil. Darel akan sangat malu kalau orang lain dengar dia di marah i seperti anak kecil.


"Emm. Iya iya. Darel pulang sekarang"


"Kak.. Aku mesti pulang sekarang nih. Besok kalo aku udah putusin aku telepon ok. Oh iya. Corneto nya buat aku semua ya. Sampe jumpa" Kata Darel sambil berlari keluar dan menghilang.


Malam hari..


"Om. Darel sekarang kok jadi nganggur ya? Padahal kan dulu aja tetep kerja. Walau bertahan paling lama 3 hari."


"Mang kenapa? Kan kamu punya uang. Lagian kalo ga ada uang kan aku kasih. Kamu kesepian? Ya main dong. Emang nyari kerja itu nemu? Kamu kan anak SMA. Bisa kerja apa coba?"


"Tadi. Ada yang nawarin kerjaan ke Darel. Katanya bayarannya nggak besar sih. Terus aku masih bisa sekolah juga. Katanya usaha baru."


"Lah kerja apaan sih?"


"Suruh modeling online shop katanya. Tapi ga tau jualan apa. Tapi kayaknya legal kok. Darel terima aja kali ya? Kan nganggur nih.. Bosen ngegame terus di rumah. Kalo engga paling rebahan, masak"


"Ya terserah kamu. Coba coba juga gapapa. Itung itung cari pengalaman"

__ADS_1


"Ahh iya.. Aku mau cari sesuatu dulu" Langsung kedalem amnil laptop..


"Ngapain pake laptop segala?"


"Biar jelas. Layarnya kan gede"


Darel memposisikan duduk dengan nyaman dan langsung saja membuka browser..


'Model'


Langsung saja muncul berbagai macam foto, video, artikel, dan lain lain.


Papa bear hanya tepok jidat saja melihat Darel yang sedang mencari inspirasi. Memang belakangan ini Darel sering browser yang menurutnya aneh. Bukan hanya kata, pokoknya apapun hal yang menurutnya hal sepele Darel langsung browsing setelah di ajari cara memakai ponsel dan juga laptop.


"Jadi?"


"Aku akan menelepon sekarang juga. Aku akan menjadi modelnya"


"Terserah kau saja lah" Geleng geleng kepala. Lalu fokus kembali ke televisi yang masih menyala. Sedangkan darel tanpa basa basi lagi mencari sesuatu di kantong celananya tadi sore dan langsung menghubungi.


<~


"Halo.. Ini siapa ya?"


->

__ADS_1


"Darel. Ini benar kan nomor kak Seyha?"


<~


"Owh.. Darel. Bagaimana? Apa sudah di putuskan?"


->


"Hemm tentu saja. Aku akan menjadi modelmu. Mohon bantuannya."


<~


"Aahh.. sukurlah. Akhirnya aku bisa memulai nya"


->


"Kalau begitu kapan dan di mana kita akan memulai?"


<~


"Wah.. ada yang tidak sabar nih haha.. Kita bisa memulai besok. Oh iya. Kalau kau libur sekilah katakan padaku. Mungkin aku akan ada anggel pagi hari. Sudah itu saja kan? aku tutup dulu. Ini sudah malam. Sampai berjumpa besok."


'Tutt..'


"Aa... haduh. Orang masih mau tanya tanya dulu keburu di mati in. Iis.." Gumam Darel lalu menatap ke jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 22:13. Darel pun segera masuk ke kamar dan ikut menyelam i kolam mumpi😆😆

__ADS_1


__ADS_2