
"Jadi..apa yang terjadi dengan pasien darel?" ucap sang dokter. Ternyata dokter satu ini cukup suka ngomel juga.
"Emm. Jadi, saya juga tidak tau apa yang terjadi dengan darel dok. Saya kesini saja masih dalam keadaan telanjang dada begini kan? Orang ini yang langsung menyeret saya ke sini tanpa menjelaskan " ujar john berusaha lari dari omelan dokter itu. Toh benar dia belum paham kronologi kejadiannya.
"Heh kau kira gue dukun? Saya ini juga seorang dokter. Ingat dokter bukan dukun. Kebetulan saja orang yang mengantar darel itu sedikit bodoh. Masa kecelakan di antar ke rumah sakit khusus kecantikan. Memang orang luka luka mau di oplas kali ya" gerutu junmin
"Tadi saat saya melihat, mobil mereka sudah menabrak pohon. Jadi saya tidak tau penyebabnya. Dan tapi yang menyetir itu orang lain. Dia hanya luka gores ringan, saya sudah mengantarkan ke puskesmas terdekat. Dan orang itu sudah pulang terlebih dahulu. Dan karena panik, saya bawa saja ke rs yang saya tau. Dan kebetulan rs itu yang ada di otak saya" Ujar orang yang mengantar darel nimbrung menggosip.
John dan junmin pun dengan serentak saling pandang. Apakah kali ini mereka sedang se oyak. Eh maksudnya satu pemikiran. 'orang itu mencurigakan ' begitu pikiran mereka.
Heh, biasanya kan sebagai manager yang bertanggung jawab itu mestinya mengantar artisnya ke rumah sakit dan dia baru di obati setelah pingsan kan😮. wkwk itu mah niatnya author aja yang suka nge drama.
"Apa benar orang itu sama dengan orang yang ada di foto ini?" john menunjukkan ponselnya sambil menginterogasi layaknya polisi.
__ADS_1
"Be..benar pak. Itu orang yang tadi" ujarnya tergagap karena tiba tiba saja suasana menjadi lebih serius.
"Sudah ku duga" ujar john mengeram emosi. Bahkan sampai menggertak kan gigi nya.
"Ada apa john?" tanya junmin ikut panik dan khawatir. Mungkin kah musuh john sudah berani berulah?. Lagian si, jadi orang kok banyak enemy alias musuh. Susah kan hidup kau.
"Sudah ku duga dia bukan orang yang kompeten. Darel juga, sudah di bilang in tetep ngeyel sih. Gue itu sudah tau dari wajah kriminal manager darel. Mesti orang itu orang yang ceroboh" ujar john hiperbola alias di lebih lebihkan tapi tidak sesuai dengan yang di maksud.
Di sisi mereka bertiga sedang menggosip, di sisi si dokter merasa muak. Sebenarnya mereka kemari itu untuk apa sih? Bergosip atau menilik keluarga atau sebagai wangun wangun(inti nya biar keliatan baik)
"Jadi apakah saya boleh pergi sekarang?" ujar si dokter karena merasa muak.
"Em.. ya silahkan " jawab john
__ADS_1
Si dokter pun pergi dengan mulut yang menggerutu sebal . Masa mereka lupa sih dengan kondisi darel dan malah asik ber gosip. Awas saja sampai mereka mendatangi nya dia akan turup mulut. Begitulah rencana di otak dokter itu.
Namun keinginan tak semudah itu terwujut. Andai saja dia bukan sekedar dokter, dokter itu akan merahasiakan kondisi dari john. Tapi apa daya, john adalah orang yang di anggap keluarga oleh pasien saat ini. Jadi terpaksa dia tetap harus memberi tau hal itu ke sang wali.
"Ck..apakag sudah selesai bergosip nya?" ujar dokter mengawali obrolan dengan nyinyiran pedasnya. Andai dia tau kalau orang yang ada di hadapan nya itu bukan orang biasa. Mungkin dia akan berlaku sedikit lebih hormat.
"Sebenarnya kondisi pasien cukup parah. Pasien darel mengalami kerusakan saraf otak belakang. Bisa ber kemungkinan pasien akan mengalami kebutaan dan juga amnesia alias hilang ingatan. Dan sebelum pasien darel sadar, kami pun tidak bisa memastikan kemungkinan itu karena keterbatasan alat medis di rumah sakit kami. Ada baiknya anda sebagai wali memindahkan pasien darel ke rumah sakit yang lebih memadai. Sebelum alat indra dan kerusakan otak semakin parah karena rs kami yang tidak cukup tehnologi dan tindakan ini. Saya ada rekomendasi rumah sakit di luar negri. Jika anda mau maka saya akan menguruskan proses pemindahan pasien. Silahkan hubungi saya jika berkenan" ucap dokter tak memberikan ruang dan waktu untuk john berbicara dan segera pergi dari ruangan nya berubah agar terlihat sibuk.
End..
Hahaha akhirnya beres juga untuk masalah anak sekolah. Et..jangan keburu di un favorit yah. S2 nya juga di sini kok. Masih orang yang sama. Mungkin bawaannya ada yang berbeda saja sih.
Untung sebelum tangan author sakit masi sempet nulis. Cuman belum cukup aja, jadi belum di up. Dan karena bakal libur up dulu. Aku usahain beresin episode ini sekalian. Jadi saya beresin nih nulis pake jasa om google yang pake mix itu loh. Sekali lagi maaf bakal libur dulu dan see you gaes..
__ADS_1
BTW teku yah buat suporter kalian. Author terhero loh bacanya, hahaha terharu maksudnya. Maaf tidak di balas yah. Tapi pokoknya teku author jadi kembali semangat..
ps: teku singkatan dari tankyu 😀✌ babay👋