
Terkadang sesuatu itu tidak sesuai dengan keinginan dan rencana yang sudah kita buat sebaik mungkin. Seperti darel saat ini. Darel yang sudah beberapa hari merencanakan akan melakukan apa dan kemana di masa liburan ini, tapi berakhir berantakan.
Sebenernya tuh beruntung atau rugi sih? Keduanya kali. Ruginya, liburannya akan padat dengan kegiatan yang tidak akan bisa sesuai agenda rencananya, padahal baru beberapa nomor agenda kegiatannya yang tercoret. Tapi sisi beruntung nya lebih banyak. Maka dari itu, darel pun melakukan semua itu dengan baik dan menikmati apa yang akan di hadapinya.
Orang yang santai itu bukan berarti tidak sungguh sungguh ya, mereka itu lebih ke menikmati apa yang mereka lakukan dengan maksimal malah. Mereka berusaha untuk berpikir positif, dan tentu saja kalau bisa coba sekali langsung jadi kan.
Tapi yang namanya manusia itu pasti punya kesalahan dan ada kalanya butuh belajar. Dan belajar itu tak mengenal waktu, usia, tempat bahkan sumber. Apalagi zaman yang serba teknologi ini. Belajar bisa lebih santai, kapanpun, dan dimanapun. Asal ada media dan sumbernya.
Tapi bukan itu yah intinya. Benar belajar, tapi jujur saja cara belajar ini lebih asik dan banyak variasi nya. Apalagi bisa melihat tempat tempat baru yang belum bahkan tidak di ketahui oleh darel.
Jujur saja darel itu orang yang receh, banyak tingkah, pede dan yah..gitu deh. Dia itu seperti perwakilan seluruh orang. Kepribadian yang bermacam macam, orang yang nyebelin tapi lucu, kepo tapi cuek. Dan masih banyak lagi dalam satu orang ini.
Tapi kelebihan pasti ada kekurangan juga kan. Hanya saja, kelebihannya lebih banyak menonjol daripada kekurangan nya.
Mari ke inti saja.
...
__ADS_1
"Dar..suara kamu di bikin lebih sed lagi ya. Ekspresi sudah bagus, pengucapan sudah pas. Hanya folume suara yang masih kurang, jujur saja tadi kamu ngucap seperti baca buku. Jadi kalau adegan sedih itu volume suara kan naik turun dengan bertahap kan. Nah begitu. Oke kita ulangi lagi setelah 5 menit ok."
"Siap pak" jawab darel dengan tangan menghormat ceria. Energi positif langsung semerbak menyelimuti orang di sekitarnya.
Baru beberapa jam lalu mereka bertemu dan langsung di sibuk kan dengan tugas masing masing. Kalian masih ingat kan sama papa nya baby ice? Dia itu seorang direktur perusahaan entertainment juga orang yang merangkap menjadi sutradara dan aktor yang sedang vakum dari layar media.
Sejak awal dia melihat darel, dia sudah mengincarnya. Tapi karena ada masalah dengan pertemuan mereka yang kedua, jadi dia mengurungkan tawaran nya untuk darel.
Yah saat ini darel sedang syuting filem yang berperan sebagai tokoh sementara. Seperti numpang pre debut gitu lah.
"Ayah.. aku ingin ikut bersamamu" sambil mengeluarkan setetes air mata. Deep penghayatan ini mah. Perasaan rindu dara kepada orangtua nya yang ada di zaman dulu itu ia timpahkan di akting kali ini.
Lalu darel melangkah maju ke tempat yang tak ada pijakan nya itu. Dan tubuh darel pun terjun dari tempat yang sangat tinggi itu tanpa pengaman apapun. Di jamin pasti darel akan mati sampai di bawah nanti. Bahkan banyak orang dan staf yang menyaksikan itu pun meringis ngilu sendiri.
Tapi apalah daya, shooting yang tampak begitu nyata. Yah sebenarnya memang nyata sih. Apalagi mereka adalah tim pembuat filem terbaik. Pasti shooting mereka berdasarkan tampak maya. Pada dasarnya filem yang bagus itu tidak terlalu mencolok editan dalam gambar tersebut, sesuai dengan video yang di buat sih.
Lalu tak lama kemudian terdengar suara yang cukup besar.
__ADS_1
"Jeblungg.. Byurr.." anggap saja sesuatu yang berat jatuh ke air.
Yah adegan kali ini tentang adegan seorang bocah yang di jerat halusinasi karena rindu dan putus asa, hingga jatuh dari tebing tinggi yang di bawahnya adalah sungai dengan muara air terjun yang besar dan deras.
Sejak awal darel sudah mengatakan dia tidak bisa berenang, jadi tim asisten sudah bersiap untuk mengangkat darel ke permukaan dan menambah ciptaan air yang besar. Jadi si asisten juga melompat ke air bersamaan darel jatuh ke dalam air.
"Cut. Good dare.. Kamu punya bakat yang baik, dan kamu punya potensi yang besar untuk menjadi seorang aktor. Apakah kamu mau membintangi film ku selanjutnya? Saya akan membuat mu menjadi aktor yang terkenal di korea. Apakah adegan barusan untukmu debut ke dunia art yang luas ini?"
Ucap sutradara frontal setelah dekat dengan darel yang sudah di beri handuk di tubuhnya.
"Saya tak tau. Mungkin saja iya, jika saya bisa menggugah media dan menunjukkan bakat yang saya miliki, kenapa tidak?. Lagi pula, saya juga sudah tidak asing dengan dunia internet. Saya pernah menjadi model" Ucap darel dengan sopan dan sedikit arogan tapi penuh keyakinan. Secara tak sengaja membuat sebuah bayangan masa depan darel di otak sang sutradara.
Untung sutradara itu salah satu orang yang bernaung di perusahaan papa baby ice. Jadi si senior itu masih santai menanggapi percakapan mereka yang sejak darel datang dia awasi.
...
jangan lupa dukung terus yak😋😘
__ADS_1