
"Bisa kalian ulang perbincangan kalian tadi?"
John menatap kedua orang iyu dengan pandangan menajam yang terasa memaksa kedua orang itu untuk berbicara.
"Anak itu su..sudah masuk sekolah tadi." Jawab salah satu guru itu.
"Bukan. 'Sungguh anak yang malang'. jelaskan padaku siapa yang kalian maksud? Apakah Darel? Apa yang terjadi padanya? Jelaskan semuanya" desis nya semakin menajam. Dia yakin yang mereka maksudkan tadi itu benaran darel
"Em.. anu.. i.itu. Da.darel itu anaknya pengecut. Jadi dulu sering kena buli. Kami para guru pun hanya bisa menghentikan, tidak bisa melawan orang atasan.."
"Saya tidak menanyakan kalian. Saya menanyakan semua tentang Darel. Lanjutkan apa saja yang terjadi pada Darel. hanya Darel." tekan nya tak terbantahkan.
"Ba.baik. Dulu darel adalah seorang pengecut dan cupu. Jadi banyak yang membuli nya. Dia sering berangkat dengan luka di tubuhnya. Bahkan semakin hari semakin banyak.
Sampai beberapa minggu lalu. Darel berubah menjadi pemberani, dingin, dan juga memberontak. Tapi minggu kemaren dia menjadi anak yang konyol dang penuh semangat. Juga patuh kembali.
__ADS_1
Tapi hari ini, entah apa yang terjadi. Setelah beberapa minggu selalu tepat waktu. Hari ini pertama kalinya Darel telat. Kukira dia akan membolos lagi. Tapi tadi di tengah pembelajaran saya. Saya, tidak. Kami mendengar suara teriakan. Awalnya hanya tangisan yang tidak jelas.
Tapi terakhir teriaknya sangat keras. Jadi saya menyuruh salahsatu siswa untuk melihat ada keributan apa. Tapi dia berteriak. Dan kami melihat Darel sudah seperti itu" jelas salah satu guru dengan suasana yang mulai tenang karena tatapan tajam itu tengah fokus mendengar nya berbicara.
"Seperti itu bagaimana?" tanya john merasa bingung
"Itu. Ka.kami juga tidak tau apa yang terjadi. Tapi kami ha.hanya melihat kejadian setelah darel pingsan penuh goresan dan darah dari tangannya sambil tergelak dj lantai"
"A.apaaa? Darel terluka? Bagimana keadaannya sekarang? Dia ada di mana?" tanya john beruntun. Dia sesak mendengar cerita itu. Tapi itu pun sudah berlalu. Tapi lebih sesak mendengar penyelamat nya terluka lagi. Dan itu pun sudah kesekian kali nya.
Ya dia sudah mencintai darel layaknya keluarga. Kan sudah di katakan sebelumnya. Dulu dia menjadi sangat kuat karena cintanya. Dan juga menjadi rapuh karena cinta pula. Dan itu terjadi lagi. Cinta dan sayangnya kepada orang lain.
Tak beda dengan kejadian darel tadi pagi. John pun berhenti setelah menabrak tembok parkiran. Untung tadi di jalan dia masih bisa fokus walaupun matanya buram oleh air mata.
Sungguh sesak mengetahui masalalu yang sejujurnya sudah di ketahui nya. Apakah karena yang menceritakan itu orang yang bersimpati pada darel? makanya john pun jadi ikut lemah dan bersimpati dan sedih mengetahui itu?
__ADS_1
Ayolah, dia itu bos mafia yang kejam dan juga tegas. Tapi kali ini, dia menangis loh. Padahal anaknya di cekik pun dia masih bisa tenang bahkan berusaha berfikir walaupun otaknya sedang kacau.
Tapi darel yang bukan siapa siapa kecuali orang yang pernah menyelamatkan dirinya bisa membuatnya mengeluarkan stok airmata nya yang sangat limited edition? wah😱.. sebegitu dalam kah darel sudah bertahta dalam kerajaan kepedulian nya?
Segeralah john mencari ruang Ugd seperti yang di katakan suster tadi. Jika pasien dari sekolahan tadi belum selesai di tangani dokter.
Sesampainya dia si sana, john melihat 3 orang berseragam siswa dan 1 orang guru menunggu disana. Sepertinya itu wali kelasnya darel. Karena john mengenal i siapa kepala sekolah.
Tepat di saat john beberapa langkah dengan keempat orang itu. Dokter keluar dari ruangan. Tanpa membiarkan orang bernafas legah. John langsung menyerbu dengan pertanyaan. Padahal dokter itu baru setengah tubuhnya yang keluar dari pintu. Untung saja dokter tidak kembali masuk dan menutup pintu.
"Dok bagaimana keadaan darel? Apakah ada yang parah? Apa harus di oprasi? Katanya tadi hampir kehabisan darah(sok mutusi).."
...
Dobel up hari ini. Kemaren aku belum sempat nulis. Di tunggu ya. Yang satunya up jam 8:30 ok😉
__ADS_1