My Life To Be Boy

My Life To Be Boy
kebaperan


__ADS_3

jam istirahat ke dua kali ini terasa sedikit berbeda. rasanya lebih ramai dari biasanya. biasanya jam istirahat ke dua itu tidak terlalu berisik. tapi kali ini bisik bisik hampir setiap orang bergosip menyebarkan informasi yang menurut Darel tidak terlalu menarik.


jujur saja Darel lebih tertarik dngan kenapa mereka berisik dari pada apa yang mereka bicarakan. huh, ada ya manusia yang hidupnya lebih suka gitu gitu aja daripada yang lebih banyak kejadian yang berkesan. we Darel nya aja udah berkesan deng😅


di perjalanan yang entah mau kemana. Darel melihat ada siswi yang sedang berdebat dengan temannya. Darel yang merasa di butuhkan pun unjuk diri. wkwk pd bang😁


"kenapa kenapa. ada apa to?" tanya Darel dengan gaya sok menengahi


"itu tuh. di bilangin bakal ada artis kesini engga percaya. tadi tuh aku liat kepala sekolah jalan sama orang luar. terus aku engga sengaja denger bilangnya bakal buat syuting apa gitu di sekolah kita. kan aku cuman mau cerita aja. dia bilangnya engga mungkin gitu."


jawab salah satu dari mereka dengan ekspresi yang kesal.


"lah kan lu cuman denger aja. jadi aku bilang engga mungkin. lu tau kan kalo kepala sekolah itu orang yang tegas. ga bakal biarin murid nya sampe keganggu belajarnya." timpal satunya lagi ngotot.


"ya tapi apa salahnya sih kamu iyain aja omongan aku. seneng banget mupusin harapan temen" nah. di lanjut lagi berdebat nya.

__ADS_1


"yah gini aja. kita tungguin aja kebenarannya. kalo kalian debat terus bisik tau ga sih. btw udah bel loh" ucap Darel menghindarkan kemurkaan yang akan muncul. segera saja Darel kabur sebelum mereka sadar di bilang berisik oleh Darel.


setelah meras agak jauh dan tidak di kejar. Darel berbalik badan sambil berjalan mundur dia mengedipkan sebelah matanya sambil melet dengan tangan mengacak rambutnya sendiri yang tidak terlalu lurus itu. sebenarnya itu permintaan maaf selaligus meledek. emang ya abg itu pinter ngombal.


...


seminggu telah berlalu. Darel yang awalnya dingin, sekarang sudah banyak perubahan nya. bahkan Darel sangat lihai menghadapi makhluk yang di sebut perempuan itu.


pernah Darel di gombali oleh perempuan yang sebelumnya di katai Darel berisik. ya mereka dua orang itu. Darel sungguh di buat malu karena gombalan maut mereka.


flash back


"aku tau"jawaban Darel dengan percaya diri.


"lo mau engga jadi pacar gue?. eh jangan deng, tar aku engga bisa tidur gara gara ga puas pengen lihatin terus waktu terjaga" ungkapnya dengan senyum manis. tapi di balas lebih manis oleh Darel.

__ADS_1


"ah. ga baper deh. cobain lu na" katanya lagi sambil mendorong temannya ke depan Darel.


"a..anu. itu anu. apa ituh lupa ih. emm" kata perempuan yang kini ada tepat di hadapan Darel dengan gugup dan wajah memerak.


"ah buruan di tembak aja kok anu anu sih. anunya kenapa?" ujar temannya sedikit keras.


sedangkan Darel masih tersenyum sambil mengangkat salah satu alisnya menatap fokus ke wajah yang memerah yampak lucu itu. sekarang Darel jadi gemas deh. di benak Darel seperti melihat kelinci yang sedang di intimidasi predatornya. mirip seperti kartun yang di lihatnya kapan itu Darel lupa.


"a..a..ekhmm a.. tes tes.. satu.. dua.. aaa.." rancu gadis itu ga jelas.


sedangkan temannya langsung menepuk pundaknya. sambil berbisik tapi bisa di dengar Darel. intinya kalo engga cepet di bilangin bakal narik perhatian lebih banyak orang lagi si temannya itu.


"Darel aku udah lama suka sama kamu. bisa engga jalan sekali sama aku besok sore kita kencan" ucapnya sedikit teriak menarik perhatian yang lain. Darel hanya bisa mengacak rambut belakangnya sambil tersenyum malu malu.


__ADS_1


dia mau numpang nonton aja nih😂


dukung terus yah author nya biar bisa mikir. ini agak blong soalnya


__ADS_2