
bel tanda waktu pulang sekolah pun berbunyi. Darel serasa malas pulang ke vila milik om john. tapi di sana banyak barang barangnya. dan lagi harusnya itu hanya masalah kecil saja. jadi Darel akan tetap pulang kesana. lihat saja nanti dia harus pergi atau tetap tinggal. karena sakit hati, iri, dan pemarah juga adalah sifat manusia.
Darel berusaha untuk tidak memasukkan kata kata om john ke dalam hati. Darel pun singgah dulu ke pantai yang di lewatinya untuk menenangkan diri. engga munafik ya. Darel saat ini memang tersinggung dengan kata kata om nya. salah om john, bagaimanapun dia bukan siapa siapa Darel kecuali orang dewasa. mereka kan memang sejak awal sama sama orang asing.
sampai jam hampir menunjukkan pukul 9 malam Darel barulah sampai di vila. Darel segera masuk dan berganti pakaian untuk tidur. Darel memutuskan akan bersikap cuek sampai dia benar benar memaafkan. atau om john meminta maaf padanya.
Darel masih berfikir walaupun sudah masuk ke dalam selimut. sepertinya kata kata itu cukup harus di pertimbangkan juga. sampai tak terasa Darel sudah terbawa ke suasana yang sepi dengan dengkuran halus yang seirama.
...
__ADS_1
pagi harinya. Darel sedang berganti pakaian di kamarnya. hari ini Darel hanya akan sarapan roti tawar dengan selai nya. suasana yang buruk takut ikut menghancurkan masakannya. bukannya memasak, nanti Darel malah jadi membuat racun😲..
tiba tiba saja om john berteriak memanggil Darel. pakaiannya lusuh dan mata sayu yang lelah. tapi itu masih tajam untuk menatap Darel seakan menatap musuhnya. sebenarnya apa yang terjadi?
"Kemana kemaren kamu setelah pulang sekolah? Kenapa pulangnya malam hah?.." bentak john. btw si laura tumben belum bangun yk.. wkwk author nyariin nih😁
Kalo kau mau pulang ke rumahmu lagi ya sana. tidak usah kembali lagi. di kasih ponsel tidak di pakai ya sudah balikin saja sini.
kamu tau? kemaren itu laura di rumah sendirian. dan dia jatuh ke kolam. saya kira kamu akan pulang cepet makanya saya agak santai pulangnya. dan pas saya sampai rumah ternyata laura ngambang di air.
__ADS_1
gimana rasa kamu kalau jadi saya?. kalau saya tidak cepet bawa laura ke rumahsakit. saya bakal kehilangan orang yang saya sayangi lagi. Kamu tau tidak.
sekarang saja laura masih kritis. hiks.. saya tidak mau kehilangan orang yang saya sayang lagi. kalau begitu kamu pulang saja ke rumah kumuh itu. saya tidak mau kena sial untuk kedua kalinya. cukup pemberian saya selama ini untuk balas budi" ucap john dengan ekspresi yang berubah ubah. dari marah, murka, sedih, sulit, terluka, dan benci. selesai dengan ucapan nya. john pun pergi meninggalkan vila itu.
di sisi Darel kini sudah menangis dengan diam. kawatir? tentu saja. laura itu sudah dia anggap sebagai adik nya. sakit? tentu itu juga tidak lupa. sebenarnya Darel itu salah apa sih?. dan dia juga tidak tau itu akan terjadi. lagian siapa yang memulai pertengkaran mereka?
sejak awal Darel hanya di jadikan pelampiasan saja. Darel kan tidak melakukan apapun. tapi kenapa dia yang di tuduh dan jadi kambing hitam nya?
bukan Darel yang dulu, bukan Dara. tapi tubuh inikah yang menjadi titik kesialan?
__ADS_1