
"Ternyata kau hebat juga yah." ucap papa baby ice sambil berjalan mendekat.
"Tentu saja" jawab darel penuh percaya diri dan terkesan sombong.
"Hahaha..Kupikir saat kau bilang tidak bisa berenang, kau mau meminta orang lain untuk mengganti kan kau terjun dari atas. Ternyata kau lebih berani dari yang ku kira"
Lihat saja, papan lompat dengan ketinggian 10 meter itu, darel berani lompat dari sana walaupun tidak bisa berenang. Oh ayolah, tidak banyak orang yang berani melompat dari ketinggian itu. Dan cek. Darel tidak bisa berenang loh..
"Ngapain takut. Walau darel enggak bisa berenang seperti ikan. Tapi darel masih bisa ngambang. Kemungkinan ku untuk hidup masih besar." ucap darel kalem..
Jangankan papan loncat , lawong terowongan meluncur yang lebih aman dari papan loncat saja kebanyakan masih pada was was kok. Tapi begitu tau sensasi nya, pasti berasa seru kan. Tapi ya itu, tetap tergantung nyali masing masing orang yah..
Di tengah obrolan mereka datang seorang gadis imut. Dia salah satu aktris pendatang baru yang belum populer, dan juga memerankan peran sebagai asisten bodoh๐ . Gapapa yah, namanya juga berjuang. fighting oce..
"Kak. Seperti aku suka padamu" ucapnya malu malu tapi tanpa urat malu๐
__ADS_1
"Hey girls, bisakah kau pilih tempat yang pas terlebih dahulu sebelum berbicara hal yang sensitif itu? Wajahmu sungguh bertolak belakang dengan realita. Ataukah bedak mu terlalu tebal sampai tidak bisa merasa malu. Oh..atau dia jadi bodoh sungguhan karena peran nya?๐ฐ" batin darel shok sendiri memikirkan tingkah salah satu rekannya itu.๐๐
"Kami lagi ngelawak kan?" ujar darel bertanya.
"Enggak kak. Kalu aku kelihatan bercanda, yaudah aku ulangin yang tampak serius." menarik nafas dalam dalam seperti mau melakukan review kerja dengan orang tinggi/jabatan nya loh..
"Kak aku cinta padamu" memasang ekspresi serius yang cute tentu saja.
'Tolong sadarlah jantung. Dia hanya asal bicara saja ' batin darel memperkokoh dinding hatinya.
"Jangan sembarangan bicara gadis kecil. Kau tak paham dengan cinta." ujar darel se tenang mungkin dengan lagak sok dewasa.
"Aku tau kok. Lagi pula umurku sudah 12 tahun. Aku itu sudah besar tauk." mengusap poni dan bekas sentilan darel
"Aah..1w tahun. Pantas saja kau masih kecil dan omut imut begini" senyum darel lalu kedua tangannya mencubit kedua pipi gembil itu.
__ADS_1
"Yaak dasar gak sopan. Sakit tau, dasar abg sembarangan saja mencubit pipi berharga ku" Ucapnya histeris sendiri mengabaikan ucapannya yang terasa hanjal di telinga darel.
'apa maksudnya?'batin darel
"Kau itu masih kecil. Cinta itu rasa bukan makanan apa lagi mainan. Dan itu tidak bisa kau ucapkan ke sembarang orang tau." darel menasehati lagi.
"Yak.. dia sungguh bodoh. Heh abg, apa kau tak kenal wajah ku?" ujarnya mulai bar bar..
"Ha? Memang kita pernah ketemu?"ucap darel makin bingung .
"Ha..lihatlah. Ternyata masih ada juga orang kuper sepertimu. Aku itu aktris yang baru baru ini sangat terkenal tauk. Bagaimana bisa kau tak kenal dengan wajahku. Bahkan percaya usiaku yang 12? hello...saya itu sudah 21 yak.. 21" ucapnya emosi sendiri.
"Ha? iyakah? Maaf saya jarang nonton tv. Bahkan baru bisa pegang ponsel lagi kemarin. Tapi sekarang sudah sibuk lagi. Jadi saya agak telat mengetahui info terbaru entertainment. Lagi pula saya kan tidak ada kenalan aktris ataupun orang terkenal yang lain. Hal tak penting seperti itu, tentu saja saya abai biasanya."
Jawab darel frontal dan agak telmi. Secara tidak langsung, darel sedang mengatai ego kakak aktris yang imut tadi. 'Heh tidak penting?' kata kata itu terus berlari kesana kemari di dalam otaknya.
__ADS_1