
Manusia itu memiliki sifat yang berbeda beda. Jangankan sifat, lawong wajah saja 1 dalam 10000 orang yang tidak berhubungan darah, namun memiliki wajah yang hampir mirip saja jarang kok.
Hampir saja lupa dengan tujuan dokter jun memberi tau john secara langsung. Langsung saja dokter jum menarik john dan melaju dengan mobilnya kr rumah sakit.
Jangan remehkan seorang dokter yah. Walaupun jun itu seorang dokter kecantikan, dia bukanya tidak tau jika seseorang pasien bisa saja drop tiba tiba. Untung tadi dalam perjalanan ke rumah john, dia sudah menghubungi rumah sakit terdekat dan membawa darel segera dengan mobil ambulance yang untungnya sedang lewat dan kosong.
"JUNMIN.." panggil seseorang di sebelahnya dengan suara yang berat dan aura dingin yang menyeruak membuat dokter jun merinding. 'Apa aku berbuat salah?' batin nya berbicara.
Lalu dokter jun pun menengok ke sebelah. Langsung saja keringat dingin se biji jagung mulai membasahi kening nya. Baru sadar ia jika orang di sebelahnya masih dalam keadaan horor. Dan dengan bodohnya dia langsung menarik manusia itu ke mobilnya. Namun kelakuan yang lebih parah yang ia lakukan adalah, kenapa dia tak memperhatikan tubuh john yang setengah *****.
__ADS_1
John hanya memakai celana bokser se lutut dan bertelanjang dada. Memperlihatkan otot kaki dan perut yang sedikit berotot namun tampak ideal dan menggiurkan di mata para kaum hawa.
Dan sejujurnya itu membuat dokter jun iri. Seberapa sehat nya tubuhnya, dokter jun masih memiliki lipatan lemak di perutnya. Apalagi jadwal kerjanya yang selalu mendapat shift malam. Itu membuat pola hidup sehat nya terganggu, yang berakhir tumbuh lemak di perut.
Tapi apalah lemak di bandung paras. Toh perutnya njembung pun masih punya pacar. Hanya saja iri itu tidak bisa di tahan rasanya. Sampai sampai ekspresi sinis nya pun tak tahan untuk tidak timbul di wajah dokter jun.
"Menyetir lah dengan benar" ujar john tiba tiba. Hampir saja mobil mereka menabrak pembatas jalan. Tidak akan parah sih, tapi itu akan memperlambat perjalanan mereka. Walaupun john pun tidak tau mau di bawa kemana. Dan hey suhu ini cukup dingin dan mampu untuk membuat nya demam loh. Ini saja john sedikit menggigil. Dasar teman kampret, untung bukan orang lain.
Mereka berdua pun turun dari mobil dengan wibawa masing masing. Ceritanya mereka mau bersikap cool. Mana tau ada perempuan yang kecantol wkwk😆.. Dasar, yang satu duren alias duda keren, yang satu lainnya lupa kalau masih punya pacar ckck.. Awas kena tampol kalau ketahuan kau😂
__ADS_1
John berjalan dengan mengantongi kedua tangannya di kantung celana bokser yang ia pakai. Di padukan seragam dokter yang putih bersih tidak di kancing. Sepertinya nanggung sudah kena angin. Sekalian saja sesekali merasakan demam lagi ish ish.. Gada akhlak kalau udah mau tebar pesona ma.
Sedangkan si dokter jun berjalan dengan relax seakan rumah sendiri. Tidak lupa menebar senyum bahkan dengan perawat yang sudah berumur. Mohon di tahan sedikit kenapa sih. Ramah pun senyumnya jangan terlihat menggoda begitu lah xixixi😄 Tau rasa kalo di kejar kejar sama tante girang nanti.
"Permisi, saya dokter junmin yang menghubungi kemari tadi. Pasien yang saya katakan itu ada di mana sekarang?" Tanya jun ke resepsionis.
"Ahh.. pasien yang di antar pakai ambulance dan luka di kepala betul?" jawab suster yang menjaga lobby resepsionis sambil sesekali melirik ke john dan maaf, perut nya🙊
"Iya betul." menebar senyum
__ADS_1
"Eem.. Sepertinya pasien itu masih di tangani dokter. Anda berdua bisa menunggu di depan ruang gawat darurat. Mungkin saja akan segera selesai pemeriksaan" jawab suster sesekali menunduk malu😐
Haha sepertinya kedua makhluk itu sedang masa puber ke 2. Niat banget tebar pesona ke sana sini.