My Life To Be Boy

My Life To Be Boy
di culik?


__ADS_3

Hallo.. klik like sebelum baca👌😊


Minuman berwarna merah pekat mengalir ke tenggorokan dengan rasa nikmat yang memabukkan. Gelas bening yang cantik menambah kesan bahwa minuman itu tidak lah murah harganya. Bahkan hanya beberapa gelintir orang di indonesia yang mungkin mampu membeli dan kuat meminum nya.


Seorang laki laki dewasa sekitar 30an tahun tengah meneguk segelas anggur merah yang bisa di pastikan berkualitas terbaik. Kini dia tengah duduk di sebuah kursi yang simpel namun terlihat nyaman.


Dengan memandang lurus ke depan. Di balik kaca, tampaklah kerlap kerlip lampu kota yang indah. Padahal tempatnya tinggal tak ada 1 pun bangunan yang berada di sekitar bangunan tersebut.


Bangunan sebuah vila yang pas-pasan dan tak terlihat mewah tapi cukup elegan dan indah di pandang mata. Di tempat laki laki dweasa itu berdiri kini. Bukan hanya kerlap kerlip lampu yang memanjakan matanya.


Tapi di pagi hari, di sisi sebelah kiri dari tempatnya berdiri. Terdapat sebuah pulau di tengah laut yang tak terlalu dalam. Tapi karena tak mungkin mampu di jangkau walaupun kamu seorang atlet renang. Maka bila seorang ingin ke sana, butuh sebuah kendaraan air. Termasuk kapal booth mungkin..

__ADS_1


Di dalam keheningan itu, masuklah seorang bertubuh gagah namun di balut dengan setelan jas hitam ala ala pengawal atau bodyguard. Melapor dengan penuh hormat kepada lelaki dewasa tadi.


"Bos. Orang yang anda minta kami jemput sudah sampai."


"Baiklah. Suruh dia masuk ke sini. Lalu kembali ke tugas atau istirahat lah. Aku ingin mengobrol dengannya" jawab lelaki itu yang di panggil bos tanpa mengalihkan pandangan dari


Orang tadi pun berpamitan dan segera keluar melaksanakan perintah dari bos nya.


Tak butuh waktu lama. Orang yang di maksudkan pun masuk dengan tenang tapi tak melepaskan tingkat kewaspadaan nya.


Itulah yang terjadi saat ini. Tak ada yang mau mengawali untuk bicara hingga beberapa saat pun berlalu begitu saja. Bahkan tak ada yang bergerak dari posisi masing masing.

__ADS_1


"Huhh.. apa kau tak ingat pada ku dar? Kita bahkan baru tak bertemu selama 1 minggu dan kau bahkan tak menyapa ku. Malahan kau menyapa ku dengan tingkat ke waspada an mu yang tinggi. Apa yang terjadi padamu setelah aku pergi?"


Pertanyaan dan peryataan itu adalah akhir dari keheningan tadi


Seraya berbalik dan mendekat ke seseorang yang masih berdiri dengan waspada di depan pintu.


"Hey kau benar benar tak mengingat wajahku? Oh ayolah kita bahkan tinggal satu atap selama sebulan dan baru ber pisah 1 minggu ini. Tak mungkin kan kau tak mengenali ku walau dengan tampilan yang berbeda. Atau jangan jangan kau berfikir aku seorang penculik manusia begitu? Dengan sekelompok orang untuk menculik mu?"


Pernyataan panjang lebar orang dewasa tersebut memecah lamunan sesaat darel. Ya.. orang yang ada di depan pintu adalah Kim Darel. Dan tepat sekali tebakan orang yang entah sejak kapan kini sudah memegang kedua bahu nya tanpa tekanan tenaga sedikitpun.


Benar sekali. Sesaat tadi Darel tengah larut dalam pikiran nya. Mengira dirinya akan di kuliti dan di jual organnya atau hal lain semacam itu.

__ADS_1


Bagaimana tidak. Setelah darel menurut dan turun dari mobil yang menjemputnya. Tepat di hadapannya sebuah fila di pinggir pantai dengan penjagaan ketat. Dan tempatnya bahkan tak ada pemukiman atau bangunan lainnya di sekitar. Di tambah sepanjang jalan melewati jalan tanah yang sedikit ber rumput. Dengan di sekelilingnya banyak pepohonan. Mula nya pendek dan jarang. Tapi semakin dalam semakin lebat dan gelap karena waktu yang sudah gelap pula hutan lagi..


Yo ayo like nya jangan lupa ya men temen..


__ADS_2