My Life To Be Boy

My Life To Be Boy
weekend 2


__ADS_3

->


"Ya salah lu kan. Weekend itu sabtu ama minggu. Lah gue kan kaga tau kalo maksud elu minggu doang"


<~


"Iyain aja deh.. Mau ngelawan preman baru juga harus pake taktik kalo engga mau sial😒"


->


"Yah lu kan pinter nih bidang bangunan. Elu buat pedang aja dari kayu ama dari besi. Dah tau kan selanjutnya harus ngapain?"


<~


"Tauk ahh.. Repot ngomong sama manusia gada akhlak"

__ADS_1


->


"y.."


Read..


Setelah kejadian kemaren. Kali ini Darel tak tertarik untuk gugup. Bahkan baru datang tepat pukul 11 nya. Neda dari pakaian kemaren yang memakai kaos putih dengan jaket. Kali ini Darel memakai kaos dalaman tanpa lengan. Ah sulit sekali menyebut nya. Katakan saja baju kelek. Di lapisi jaket rajutan. Tak lupa memakai beberapa aksesoris seperti kacamata dan kalung.


Sepertinya kali ini dia ingin tampil dengan keren. Perasaan kesal masih bersarang di hatinya. Lihat saja, menunjukkan pesona ke musuh akan lebih seru untuk di lakukan dari pada baku hantam. Apalagi wajah musuh yang masih di bawahnya dalam tingkat kegantengannya. Sebenarnya dia merasa konyol. Tapi melihat senior tukang bangunan itu mendelik kesal kepadanya. Darel malah semakin puas untuk menebar pesona nya dengan lebih lagi.


Merasa saat yang tepat. Darel malah menurunkan jaket rajutan nya hingga sampai ke lengan bawah nya dan berpose layaknya model profesional. Bajunya yang tidak mampu menutupi bentuk tubuhnya yang atlis hampir saja membuat beberapa perempuan menutup hidung seakan mimisan, padahal baju kelek nya masih longgar di badan. Bahkan ada beberapa yang sudah dari tadi memfoto layaknya bertemu model sungguhan.


Semakin puas menatap kekesalan seseorang. Darel malah mendekati seseorang yang di lihat nya tadi sempat mengambil foto dirinya, tak me medulikan gerutuan senior nya itu..


Setelah mendapatkan foto dirinya. Darel segera mendekat ke kerumunan orang yang berpakaian atas putih dengan gaya nya masing masing. Bahkan masih sempat sempat nya menunjukkan hasil jepretan orang tadi ke beberapa orang di sana. Wkwk sepertinya itu peringatan untuk seseorang agar tidak membuatnya kesal. Sungguh menyebalkan balasan dari Darel itu.

__ADS_1


"Oke kalau begitu mari kita langsung mulai saja. Sudah datang semua kan?" DI balas anggukan beberapa orangb"Baiklah untuk pertama tama perkenalkan nama saya kim Darel. Saya punya banyak kemampuan. Bukan sombong, tapi hanya memberi tau kan. Kalau tidak percaya kalian bisa tantang saya. Dan sepertinya saya anggota rekrut an ter junior ya? bahkan para senior lulusan juga menyempatkan datang juga saya ucapkan selamat bergabung untuk kita semua. Semoga kita bisa memiliki hubungan yang baik."


"Sepertinya anggota klub kita kebanyakan memiliki dobel klub. Bahkan ada yang dari klub basket. Hehe.. maaf jadi bicara panjang lebar. Sudah untuk perkenalan saya. Sekarang saya kembalikan untuk pemimpin nya yang berbicara"


We.. memang ajaib bocah ini. Sudah datang mepet. Malah yang ngawain.. Bossy pula cara bicaranya. Tapi anehnya yang lain pun ter hipnotis dengan tindakan Darel yang memimpin pembukaan. Hingga waktu terus berlalu dan di akhiri makan siang bersama oleh orang yang berjumlah sekitar 16 orang. Yah karena di tambah beberapa alumni yang biasa hadir.


...


well jangan lupa di kasih like nya dong. biar makin semingit..



pict Darel pas hari sabtu


__ADS_1


pict Darel hari minggu


__ADS_2