
Umika tiba tiba dikejutkan dengan suara pintu mobil yang terbuka secara kasar. Sepertinya orang itu tidak dalam keadaan yang baik baik saja.
Umika mengelus dadanya saat memdengar suara yang lebih keras saat pintu mobil tertutup, sehingga membuat sang korba ingin memaki sang tersangka.
"Kairi biasa aja kali! Kaget tau"seseorang yang diajak bicara itu tidak membalas perkataan Umika. Deru nafasnya terdengar sangat jelas, seperti orang yang menahan emosi.
Umika melihat ke arah pintu Kairi. Tepatnya pada kaca yang diketuk dari luar dengan sangat keras.
Itu Tsukasa!
Sedang apa gadis itu mengetuk jendela mobil seperti orang kesetanan? Dan kenapa Kairi terlihat tidak peduli? Bahkan sekarang Kairi terlihat ingin menjalankan mobil. Tsukasa terus mengejar mobil Kairi saat Kairi mulai menjalankannya.
Umika tidak berani berkata apapun, ia takut jika bertanya malah akan menambah emosi lelaki itu. Ia melihat ke belakang, di sana terlihat Tsukasa yang masih berdiri menatap kepergian mobil Kairi.
"Kairi jangan kenceng kenceng bawa mobilnya. Umika takut"ucap Umika yang sama sekali tidak digubris oleh lelaki yang sedang dibalut emosi itu.
Kairi menjalankan kecepatan mobilnya diatas rata rata, untungnya jalan yang mereka lewati saat itu sedang sepi.
"KAIRI! UMIKA TAU KAIRI LAGI EMOSI! TAPI GAK KAYA GINI JUGA. KAIRI GAK SENDIRI, ADA UMIKA DISINI! U...UMIKA TAKUT"teriak Umika dengan lirihan di akhir perkataanya, ia takut baru pertama kali ia berkendara di atas rata rata seperti ini.
Kairi sedikit memelankan laju mobilnya, membuat Umika sedikit lega. Kairi sadfar ia tidak sendiri, apalagi saat mendengar lirihan Umika. Ia merasa bersalah.
Kairi melihat ke arah Umika. Wajah gadis itu terlihat sangat tegang dan sangat ketakutan. Perlahan wajah tegang itu mengendur saat Kairi memelankan laju mobilnya, walaupun wajah takutnya masih sangat tertara.
"****"umpat Kairi pelan. Ini semua gara gara gadis sialan itu. Karenanya ia hampir mati konyol bersama gadis yang bahkan tidak mengetahui apapun. Dan karenanya juga ia membawa mobil ugal ugalan dan hampir menabrak pejalan kaki yang sedang lewat.
Kairi menepikan mobilnya, ia menelungkupkan kepalanya pada stir mobil. Ingatannya terus saja berputar saat mengingat kejadian tadi.
#Flashback_On
Kairi tidak menduga dengan apa yang sedang ia lihat saat ini. Kairi tidak habis fikir dengan kelakuan yang sedang mereka lakukan.
"Kairi"ucap gadis itu, tidak bukan gadis mungkin lebih tepatnya ja*ang. Kairi tersenyum miris melihat ekspresi gadis itu yang menatapnya kaget setengah mati.
Mereka. Dua orang yang berbeda jenis sedang berada dalam keadaan yang sangat menjijikan.
Kairi sangat jijik melihatnya. Bahkan ia ingin muntah saat melihat hal tidak senonoh itu. Apakah mereka tidak dapat melakukannya di tempat lain atau memesan sebuah hotel?? Apakah mereka tidak malu melakukan hal senonoh seperti itu di sini?? dengan keadaan pintu yang tidak terkunci??
Oh apakah mereka sudah terbiasa melakukan hal seperti ini?? Hahaha, rasanya Kairi ingin tertawa melihat ini.
Penampilan gadis itu sudah sangat berantakan. Bagian atasnya yang hanya tertutup baju dengan lengan seutas tali sedangkan sang lelaki sudah hampir bertelanjang dada karena kancing bajunya hampir terbuka semua.
"Kairi aku bisa jelasin"ucap gadis itu sambil berdiri dari pangkuan sang lelaki. Ia tampak kesusahan dalam membenarkan pakaiannya karena terburu buru.
Kairi terlihat tidak peduli, ia membuang bunga dan kue yang tadi ia bawa ke sembarang tempat lalu meninggalkan tempat menjijikan itu.
"KAIRI!"teriak Tsukasa, langkah Kairi yang panjang membuat Tsukasa kewalahan mengejarnya.
Tsukasa masih saja mengejar Kairi, tapi sayangnya Kairi sudah masuk kedalam mobil dan siap untuk menjalankan mobilnya. Ia hanya bisa mengetuk jendela mobil Kairi tapi Kairi melajukan mobilnya tanpa mempedulikan teriakan Tsukasa.
#Flashback_off
"Kairi..."panggil Umika lembut. Ia berusaha mengabaikan ketakutannya yang saat ini masih menguasainya. Ia memegang bahu Kairi, mengusapnya lembut.
Kairi mengangkat kepalanya menatap Umika. Sorot matanya menunjukan kekecewaan. Siapa yang tidak kecewa jika diselinhkuhi? Apalagi ini sudah melewati batas dan parahnya Kairi melihatnya sendiri.
Entah dorongan dari mana yang pasti sekarang Umika melepas sabuk pengamannya dan mendekati tubuh Kairi. Ia memeluk tubuh Kairi lembut, mwngusap punggung lelaki itu lembut, berharap lelaki itu bisa tenang. Tak disangka ternyata Kairi membalas pelukan dari Umika. Kairi memeluk tubuh Umika erat dan menumpukan kepalanya pada ceruk leher Umika. Kairi tidak menangis, ia hanya merasa bodoh.
Umika tau Kairi kini hanya membutuhkan sandaran. Ia tidak memaksa Kairi untuk bercerita, ia hanya akan menenangkan lelaki itu.
"Gw benci gadis ja*ang itu"ucap Kairi pelan tanpa melepaskan pelukannya pada gadis itu. Ia merasa tenang dan nyaman saat berada di pelukan Umika. Sekarang Umika akan mendengar keluh kesah yang sedang dirasakan olwh Kairi, toh tidak ada gunanya juga ia membalas perkataan Kairi.
"Gw bodoh banget bisa pacaran sama cewek kaya gitu"
"*****"Umika sedikit tersentak saat mendengar ucapan kasar Kairi. Walaupun pelan, Umika dalat merasakan ada kebencian dalam setiap ucapan Kairi.
Kairi mengangkat kepalanya dan menghadap Umika tanpa merubah posisi mereka berdua.
__ADS_1
"Maaf"ucap Kairi pelan.
"Maaf kenapa?"tanya Umika lembut sambil menunjukan senyum yang menenangkan. Tangannya mengusap rambut Kairi. Kairi ikut tersenyum melihat Umika tersenyum.
"Udah buat lo takut"jawab Kairi sambil memegang tangan Umika yang sedari tadi mengelus kepalanya.
"Gak papa Umika ngerti kok, Umika mau minta sesuatu boleh?"
"Apa?"
"Jangan kaya gitu lagi, Umika gak mau Kairi celaka. Emosi cuma bakalan bikin kita celaka. Kita harus bisa ngendaliin emosi, jangan kaya Kairi tadi gak bisa nahan. Cukup sekali ini aja ya?"
"Kairi tau? Umika lebih takut liat Kairi celaka daripada ugal ugalan tadi. Umika gak mau sesuatu terjadi sama Kairi gak mau pokoknya!"ucap Umika sambil meneteskan air mata yang sedari tadi ditahanya.
Kairi menghapus air mata itu.
"Sekali lagi maaf"hanya itu yang bisa diucapkan Kairi. Kairi merasa bodoh karena telah diselingkuhi, dan ia merasa lebih bodoh lagi saat melihat Umika menangis apalagi penyebabnya adalah dirinya sendiri.
"Janji ya jangan gitu lagi?"
"Janji"balas Kairi. Ia kembali menelungkupkan kepalanya pada leher Umika.
"Makasih ya selalu ada buat gw. Kalau gak ada lo gw yakin gw udah kaya orang gila ugal ugalan sendiri di tengah malem"
"Daritadi udah kaya orang gila kok"Umika terkekeh geli, ia ingin sedikit mencairkan suasana yang mellow ini"
Kairi mengangkat kepalanya sebentar "Jangan tinggalin gw"Kairi kembali memeluk erat tubuh Umika.
•
•
•
[Bolos bersama]
{Kiki sedikit curhat ya;)}
Apa kalian pernah merasakan putus cinta? Bagaimana rasanya? Sedih? Kecewa? Ah atau mungkin kalian seperti ingin bunuh diri? No No No sepertinya sangat berlebihan.
Seseorang yang memilikki kekasih akan sangat merasa sakit pada hatinya pada saat diselingkuhi, sedangkan seseorang yang belum memilikki kekasih akan sakit pada hatinya saat cintanya ditolak bahkan lwbih sakit lagi saat mengetahui seseorang yang kita cintai mencintai yang lain bukan??
Tuhan memang adil bukan??
Mungkin seseorang yang melakukan affair secara langsung akan sangat sedih dan marah. Terlebih lagi perempuan, ia akan menangis sambil meraung raung, sambil mencaci maki seseorang atau lebih memilih diam sambil menahan segala emosi dan rasa yang ada sendiri.
Jika kalian berfikir Kairi seperti itu, maka kalian SALAH BESAR! Kairi bahkan tidak sedih sama sekali bahkan terkesan acuh. Lelaki itu bahkan dengan santainya bermain game di dalam kamarnya seperti tidak pernah ada masalah.
"Kairi"Kairi menoleh pada ambang pintu yang terbuka dan memperlihatkan Umika yang masuk dengan nampan berisikan makanan.
"Waktunya makan. Harus habis! Umika gak mau tau"sungut Umika.
"Lo kok udah rapi? Mau kuliah?"tanya Kairi tanpa ada niat menjawab ucapan Umika.
"Iya Kairi, kemaren kita udah bolos. Umika gak mau bolos lagi"
"Kita bukan bolos, gw udah nitip absen ke Noel. Jadi kita dianggap izin"
"Sama aja tau! Kan Umika tetel gak masuk karena alasan yang gak jelas"ketus Umika.
"Jadi menurut lo nemenin gw bukan hal yang jelas?!"Kairi menegakkan badannya tak terima, bahkan ia tidak peduli pada game yang belum berakhir.
"Iyalah, emang ada tuh namanya nemenin orang galau dengan alasan yang jelas?"jika didengar baik baik nada bicara Umika seperti mengejek dan Kairi menyadari itu.
"Gak usah ngejek ya! Gw tuh gak galau"
"Ya ya terserah, Umika gak mau berantem. Masih pagi. Udah ini makan! Umika mau kuliah"
__ADS_1
"Gak boleh lo tetep di sini! temenin gw!"
"Tadi Kairi bilang kalau Kairi gak galau kan? Yaudah gak usah di temenin lagi"
"Ayolah Mik"Kairi mencebikan bibirnya, nada bicaranya sangat memelas "Lo tega ninggalin gw sendiri? Kalau gw butuh apa apa gimana? Terus kalau gw capek terus mutusin buat bunuh diri, lo mau gw gentayangin?"
"Kairi lebay ih. Umika kan bukan pembantu Kairi! Lagian kan Kairi sehat bisa ngapa ngapain sendiri"
Ya sedikit cerita, setelah kejadian malam itu, Kairi terlihat sangat manja. Ia tidak mua ditinggal sendiri di apartemen sampai sampai Umika merelakan kuliahnya demi menemani Kairi. Untung saja kejadian itu di hari sabtu, jadi mereka baru membolos sehari pada hari senin.
"Gw males kalau ketemu sama tuh cewek! Pasti tuh cewek ngejar ngejar gw, sok sok an mau ngasih penjelasan. Kan gw malu kalau harus drama kayak gitu, apalagi diliatin orang. Gw mau bolos dan pokoknya lo harus nemenin gw!"ucap Kairi saat itu dan dengan terpaksa Umika harus menemaninya.
"Yaudah pinjem hp lo bentar"pinta Kairi.
"Buat apa?"entah bodoh atau apa, Umika memberikan ponselnya tanpa menunggu jawaban dari Kairi.
Melihat ponsel yang telah dikeluarkan, Kairi dengan cepat mengambil benda pipih itu dari tangan Umika. Lalu memasukannya pada kantung celananya agar terhindar dari jangkauan Umika.
"Kairi kok diambil sih?! Umika teriak nih! Biar orang orang kesini terus mukulin Kairi gara gara nyuri HP Umika"Umika sepertinya sudah tidak memerlukan izin untuk berteriak karena ia sudah berteriak saat mengucapkan itu.
"Itu lo udah teriak bego! Lagian lo lupa? ini apart kedap suara, jadi mau lo teriak sekenceng apapun gak akan kedengeran dari luar"ejek Kairi. "Gw bakalan balikin ini asal lo gak kuliah"tawar Kairi.
"Kok gitu?"
"Emang gini"jawab Kairi enteng.
"Yaudah ambil aja! Gak pake HP pun Umika masih bisa kuliah"ucap Umika beranjak pergi dari tempat tidur Kairi.
Kairi langsung berdiri dan mencengkal tangan Umika. Lelaki itu tidak akan membiarkan Umika pergi tanpa seizinnya. Dengan gerakan cepat Kairi langsung mendahului Umika dan mengunci pintu dan meletakan kunci itu di saku celananya.
"Pergi aja kalau bisa"ejek Kairi sambil mengedikan bahunya, ia senang melihat wajah melongo Umika. Ah sangat lucu.
"JAHAT!"
"Jahat gimana coba?? Kan yang gw mau lo nemenin gw di sini, jadi karena lo gak mau gw kunciin nih kamar. Harusnya lo bersyukur karena dapat berduaan sama gw, di kamar gw lagi"ucap Kairi sambil terkekeh pelan.
Umika memanyunkan bibirnya kesal.
"Entar kalau ada setan terus Kairi khilaf? terus ngapa ngapain Umika gimana?"tanya Umika.
Kairi tergelak saat mendengar pertanyaan Umika. Yaampun ia memang masih normal tetapi ia tidak berfikir untuk melakukan apa apa pada gadis polos di hadapannya ini.
"Gw gak nafsu kalau sama lo. Tapi kalau lo mau nyoba, kuy lah gw turutin"Kairi mengerling nakal, ia akan menjahili gadis ini.
"Nyoba apa? Umika gak mau apa apa!"
"Mau gw jelasin dulu? Atau kita langsung main ke intinya aja"Kairi berjalan maju, senyum jahilnya terlihat. Refleks, Umika berlingsut mundur menghindari Kairi.
"Kairi jangan aneh aneh!"
"Gak aneh aneh kok malah seneng seneng"
Tubuh Umika sudah mengenai ujung ranjang Kairi, pertanda ia sudah tidak bisa mundur lagi. Rasanya Kairi ingin tertawa keras melihat ekspresi ketakutan Umika. Jarak mereka sangat dekat, Kairi hanya perlu memajukan sedikit kepalanya maka hidung mereka akan bersentuhan.
"HAHAHAHA"Kairi sudah tidak bisa lagi menahan tawanya, ia mundur sedikit dengan tawa yang sama. Umika mengeryit bingung, tapi Kairi tahu hembusan nafas lega terdengar jelas.
"Lucu banget sih"Kairi mencubit pipi Umika.
Kairi masih terus tertawa tanpa melepas cubitannya pada pipi Umika. Sedangkan Umika hanya terdiam melihat Kairi yang tertawa keras.
'Gila'batin Umika.
Tapi besok Kiki gak tau bisa up atau gak soalnya kayaknya besok Kiki sibuk, kalau Kiki besok gak bisa up hari Sabtu ama Kiki bakal tripel part
r
__ADS_1
jangan lupa mampir di jamin seru👆