
#MyLittleGirlFriend
#MLGF
Episode 14 [Cincin]
•
•
•
"Kayanya ada yang beda"ucap Banjou tiba tiba.
"Apaan?"balas Noel. Mereka saat ini sedang berada di kantin, bukan hanya Banjou dan Noel saja tapi Kairi juga.
Banjou memperhatikan Kairi dengan seksama "Lo abis dapet arisan atau gimana?? Daritadi diliat adem banget senyam senyum atau jangan jangan lo kesambet ya?!"
Mendengar ucapan Banjou, Noel ikut memperhatikan wajah Kairi. Kairi yang awalnya hanya diam karena diperhatikan, sekarang mulai risih. Ia risih sendiri saat diperhatikan oleh sesama lelaki, apalagi tampang sahabatnya seperti orang cabul.
"Apaan sih lo berdua? Lo berdua mau cabul ya? gitu amat ngeliatnya"tanya Kairi yang langsung mendapat toyoran kepala dari Noel.
"Gila! Gw masih doyan lobang tai"sunggut Banjou.
"Lah tuh mata, nafsu amat minta di colok"balas Kairi.
"Baka lo! Lo sih aneh! dari tadi senyam senyum sendiri. Kemaren aja mukanya serem banget"ucap Noel.
"Lo balikan sama Tsukasa?"tebak Banjou.
Kairi langsung menoyor kepala Banjou "Ngaco! Yakali gw mau balikan sama dia. Tunggu gw bego dulu baru gw balikan sama dia"
"Awas kemakan omongan sendiri baru tau rasa lo"ejek Noel.
Suara handphone Kairi menengahi perdebatan mereka. Nama 'Bocah' terpampang di layar handphone Kaiiri, berarti yang menelfon adalah Umika, dengan cepat Kairi langsung menganngkat telfon tersebut.
#ViaTelfon_on
[Hallo]
[Hallo? Tadi Kairi kenapa nelfon?]
[Gak papa, udah selesai kelasnya?]
[Barusan selesai, ini udah siap keluar kelas]
[Sini kantin. Gw tunggu]
[Oke siapp]
#ViaTelfon_off
__ADS_1
"Cewek lo?"tanya Banjou kepo
Kairi mengedikam bahu santai "Tunangan gw"balas Kairi.
"Boong ya lo? ngenes banget. Tenang Kai, gw jomblo, nih Noel juga jomblo. Jadi, lo gak perlu malu pasang status jomblo, sampe ngaku ngaku tunangan lagi"ucap Banjou.
Kairi berdengus pelan mendengar ucapan Banjou "Nih liat di tangan gw ada cincin" Kairi mengangkat tangannya, dan menunjukan sebuah cincin yang ia pakai kepada temannya.
"Sejak kapan lo suka pake cincin?"tanya Noel.
"Ini cincin pertunangan gw bego!"
Banjou dan Noel sama sama terdiam, sepertinya mereka sedang mencerna ucapan Kairi.
"Jadi seriusan lo udah tunangan? wah anjir, tunangan sama siapa lo? jangan bilang kalau lo tunangan sama Tsukasa? tega ya lo gak ngundang kita"protes Banjou dalam sekali tarikan nafas seperti mengucapkan ijab qobul. Banjou mengatur nafasnya yang ngos ngosan setelah memprotes Kairi.
"Lo gak ngehamilin dia kan Kai? Makannya lo tiba tiba tunangan?! gila lo anak orang main dibuntilin aja"tanya Noel.
"Gw gak segila itu ya!"balas Kairi tak terima.
"Terus kenapa lo tiba tiba tunangan? sama siapa? masih kuliah, kerja atau jangan jangan udah janda?"tanya Banjou. Sepertinya ia sudah menyimpan banyak pasokan cerocosan yang tak berguna tanpa mementingkan oksigen baginya bernafas.
"Gw sumpel tuh mulut! Nanyanya satu satu kek, bentar lagi lo juga tau siap..."
"Haiii"ucapan Kairi terpotong oleh sapaan Umika. Umika melambaikan kedua tangannya menyapa Kairi dan kedua temannya dengan riang.
Tiba tiba Banjou menarik tangan kiri Umika, selanjutnya ia juga menarik tangan Kairi. Memperhatikan jari jari mereka dengan seksama "Cincin kalian sama, jangan jangan kalian berdua?"ucapan Banjou mengantung, matanya memperhatikan Kairi dan Umika secara bergantian.
"HAAAAA"teriak Banjou dan Noel bersamaan.
"Biasa aja donk! muncrat nih!"protes Kairi. Ia mengisyaratkan Umika agar duduk disebelahnya. Umika menurut, ia menatap kedua sahabat Kairi dengan binggung.
"Kenapa sih kaya kaget gitu?"tanya Umika.
"Lo seriusan tunangan sama Kairi?"tanya Noel kepada Umika. Umika mengangguk sebagai jawaban.
"Kapan?"tanya Noel lagi.
"Kemaren malem"jawab Umika.
"Iya, Noel. Emang kenapa? kok kaya gak percaya gitu?"Noel diam, tidak berucap ketika Umika berkata seperti itu.
"Kok bisa kalian tunangan?"oke sekarang waktunya Banjou melanjutkan kegiatan keponya.
"Ortu yang minta"jawab Kairi.
"Berarti di jodohin donk?"
Kairi mengedikan bahu acuh "Udah gak usah banyak nanya, pokoknya gw udah tunangan sama nin bocah"
"Udah dibilangin bukan bocah, tapi tetep aja manggil bocah"gerutu Umika pelan.
__ADS_1
"Gw denger! Gak usah nyindir, kalau mau protes yang keras"Kairi menjepit pipi Umika, sampai bibirnya seperti ikan terdampar.
"Yepasss"ucap Umika.
"Apaan? Gak denger"ejek Kairi.
"Yepasss Kaiyiii" (Lepas Kairi)
Kairi tertawa geli, ia melepaskan jepitannya pada pipi Umika. Kasian juga tunangannya ini pipinya sampai merah.
"Sakittt"protes Umika sambil memukul lengan Kairi.
"Lebayyy"ejek Kairi. Umika mengembungkan pipinya, Kairi tertawa lalu mengacak rambut Umika gemas.
Mereka lupa jika masih ada 2 makhluk jomblo dihadapan mereka yang sedang memperhatikan mereka heran. Mereka juga melupakan jika mereka sedang dikantin dan banyak pasang mata yang memperhatikan mereka.
Mereka juga tidak sadar dengan tatapan mata Noel, entah mengapa Noel tidak menyukai sifat Kairi kepada Umika.
Cemburu?? Mungkin saja (?).
*****
Kairi dan Umika berjalan bersebelahan di koridor kampus. Mereka akan berjalan menuju parkiran, karena jam pelajaran mereka sudah selesai. Langkah mereka terhenti saat melihat seorang gadis yang berdiri tidak jauh di posisi mereka ini.
Kairi berdengus kesal saat gadis itu berjalan mendekatinya.
"Kairi"panggil gadis itu yang tidak mendapat sahutan dari Kairi. Kairi tidak dengar, ia tidak peduli seolah olah tidak ada yang memanggilnya.
"Akhirnya, bisa pas pasan ketemu sama kamu. Aku seneng"ucap gadis itu, Tsukasa.
"Gw gak seneng"jawab Kairi ketus.
"Kai kasih aku satu kesempatan lagi, aku minta maaf. Aku sayang sama kamu"
Kairi tersenyum sinis "Lo pikir gw peduli? Jangan harap gw balikan lagi sama lo! Bangun lo! jangan mimpi lama lama"
"Kairi ngomongnya jangan kasar kasar"ucap Umika pelan, namun masih dapat didengar oleh Kairi dan Tsukasa.
Kairi mengangkat tangan Umika dan menunjukan cincin yang mereka pakai "Lo liat kan? gw sama Umika udah tunangan. Jadi lo jangan ganggu gw lagi! gw udah pernah bilang kan? gw gak mau liat lo lagi, gw jijik!"
Tsukasa membulatkan matanya kaget "Kamu bohong kan Kai? gak mungkin kan kamu tunangan sama dia!"
"Apanya yang gak mungkin? lo liat sendiri kan? kalau lo masih gak percaya, tenang aja nanti undangan pernikahan gw bakal dianter ke rumah lo"
Tanpa menunggu jawaban Tsukasa, Kairi langsung mengenggam tangan Umika dan meninggalkan Tsukasa sendiri.
Tsukasa mengepalkan tangannya, ia tidak terima dengan apa yang ia ketahui saat ini.
•Author Kiki•
Kalau makin jelek bilang aja biar sama Kiki distop.
__ADS_1