
Yuhuuu 👋👋
Kiki balik lagi setelah sekian lama pergi
•
•
•
"Kairi kita mau kemana?"tanya Umika. Kairi tidak membalas pertanyaan Umika, ia masih saja mengenggam tangan Umika. Sebenarnya ia juga tidak tau mau kemana, yang ada dipikirannya hanya menjauh dari Tsukasa.
"KAIRII!"teriak Umika kesal karena pertanyaan tidak digubris sama sekali oleh Kairi. Mereka masih terus berjalan melewati koridor.
"Apaan sih?"jawaban yang sangat tidak bermutu dan membuat Umika bertambah kesal.
"Kita mau kemana sih? Umika masih ada kelas tau"
"Pulang!"jawab Kairi singkat.
"Kok pulang sih? Terus kuliah Umika gimana?"
"Bolos"lagi lagi jawaban yang sangat singkat.
"Gak mau"reflesk Umika langsung menarik tangannya yang di genggam oleh Kairi. Tautan tangan mereka terlepas membuat mereka sama sama berhenti.
"Terus lo mau pulang bareng siapa? naik apa? males gw balik lagi ke sini!"
"Tapi tadi Kairi bilang, kalau Umika udah selesai kuliah baru ngabarin Kairi"
"Gw berubah pikiran"ucap Kairi sambil menyenderekan tubuhnya di dinding koriodor.
"Yaudah Umika bisa naik taksi atau minta tolong sama Noel"
"Gak usah minta tolong Noel!"
"Kenapa?"tanya Umika tak mengerti.
"Jangan kebiasaan ngerepotin orang deh! Mending lo ikut gw pulang sekarang!"
"Kemaren udah bolos 2 hari masa sekarang mau bolos lagi sih?!"Umika tidak terima, seenaknya saja Kairi menyuruhnya bolos. Ya sekarang Umika lebih berani protes.
Kairi mengangkat kedua bahunya acuh. Umika berengut kesal, tidak ada gunanya ia protes karena jawaban Kairi akan sama. Umika berbalik hendak pergi ke kelasnya, Kairi yang tau maksud Umika langsung mencengkal tangannya.
"Kairi lepasin ish"
"Lo ikut gw pulang atau gw cium di sini"tidak ada pilihan lagi, kedua pilihan itu sangat menjengkelkan.
Umika tidak bisa berbuat apa apa. Ia yakin ucapan Kairi barusan tidak main main. Umika hanya terdiam sambil menunjukan wajah jengkel dengan pipi memerah. Tidak dapat dipungkiri Umika adalah Umika. Gadis polos yang akan merona jika dikatakan aja di cium.
Kairi tersenyum penuh kemenangan, sebenarnya mudah untuk membuat Umika menurut. Hanya saja gadis itu sangat cerewet membuat Kairi jengkel dan gemas di saat yang bersamaan.
__ADS_1
"Nurut gitu kan lucu"Kairi terkekeh, tangannya mengacak acak rambut Umika. Umika bertambah cemberut karena tidak dapat melawan. Kairi kembali mengandeng tangan Umika menuju parkiran.
Seperti orang yang pacaran bukan??
****
Umika menaruh nampan berisi cemilan dan minuman di meja yang berada di depan Kairi. Sekarang mereka sudah berada di apartemen sambil menonton film yang tidak terlalu menarik.
Umika menundukan dirinya di sebelah Kairi. Ia sudah tidak canggung lagi saat duduk berduaan dengan Kairi seperti ini.
"Kairi"panggil Umika.
Kairi hanya berdehem tanpa mengalihkan perhatian dari TV.
"Kenapa gak coba baikan sama Tsukasa?"Umika tau pertanyaannya lancang, terkesan terlalu mencampuri alasan pribadi Kairi. Tetapi Umika hanya berusaha memberi nasehat, ia sudah siap mental maupun batin jika Kairi meledak dan akan mencaci maki dirinya dengan perkataan yang sangat pedas.
"Lo gak ngerti"balas Kairi singkat, pikiran Umika yang mengatakan Kairi akan meledak ternyata tidak terbukti.
Umika menghembuskan nafas lega karena tidak mendapat cacian "Umika emang gak ngerti, tapi apa salahnya berdamai?"
"Gak segampang itu Mik"kini kepalanya menoleh untuk melihat ke arah Umika.
"Mau cerita?"tanya Umika lembut. Kairi memang belum menceritakan secara detail kenapa ia sangat membeci Tsukasa.
Kairi kembali menatap ke depan, pikirannya menerawang kepada kejadian saat itu. Melihat keterdiaman Kairi Umika berfikir kalau ia tidak mau cerita. Ternyata salah, secara perlahan Kairi menceritakan semuanya.
Umika tidak habis fikir dengan perlakuan Tsukasa. Pantas saja Kairi sangat membencinya. Jika ia menjadi Kairi ia juga pasti akan sangat kecewa.
Umika kembali mengingat kejadian saat di mall, saat ia melihat 2 orang yang terlihat seperti sepasang kekasih dan sialnya perempuan itu adalah Tsukasa.
"Emm Kairi?"panggil Umika tidak yakin.
"Kenapa?"
"Inget gak pas kita di toko baju, buat beli kado Tsukasa?"
Kairi menautkan kedua alisnya binggung, kenapa gadis ini tiba tiba menanyakan hal itu. Tapi ia mengangguk sebagai jawaban.
"Pas di kasir Kairi nanya kan Umika liat apa? Terus Umika bilang kalau Umioa gak liat apa apa. Sebenernya tuh Umika liat Tsukasa"
"Tsukasa lagi berduaan sama laki laki, Umik pikir itu kakaknya. Ternyata bukan itu malah pacarnya"sambung Umika.
"Kenapa lo baru bilang sekarang?"
"Umika takut kalau semisal Umika ngomong gitu ke Kairi, nanti Kairi malah bilang kalau Umika cuma mau ngejelek jelekin Tsukasa di depan Kairi. Makannya Umika milih diem"
Kairi tidak menyalahkan Umika mungkin itu yang akan terjadi jika Umika bercerita. Mungkin saat itu Kairi akan mencaci maki Umika karena menceritakan tentang Tsukasa yang saat itu masih berstatus sebagai pacarnya.
"Gw paham, sorry selama ini gw udah jahat sama lo. Sampai ada masalah kaya gini lo gak berani cerita karena berfikir kalau gw bakal marah marah"ucap Kairi.
Sedikit tidak percaya tapi itulah faktanya, Kairi meminta maaf secara tulus kepada Umika.
__ADS_1
Umika tersenyum bahagia "Gak papa, yang penting sekarang Kairi udah gak jahat lagi"
Kairi terkekeh geli, mudah sekali gadis polos di sebelahnya ini untuk memaafkannya. Sebenarnya itu membuat Kairi semakin diselimuti rasa bersalah. Dulu saat mereka masih kecil hubungan mereka sangat dekat dan sekarang saat mereka dewasa Kairi malah bertindak kejam kepada Umika.
"Gw bakal baik sekarang"
"Beneran?"tanya Umika semangat.
Kairi mengangguk "Tapi jangan salah, meskipun gw udah jadi baik lo masih harus nurutin apa yang gw suruh terutama soal makanan"
Definisi orang yang setengah setengah, Kairi salah satunya.
----
Kairi : Apaan kok cuma gw doank?! kan lo juga sama!
Kiki : Apaan? Kiki mah orangnya gak setengah2 tau
Kairi : Kalau gak setengah2 kenapa ini cerita pendek?
Kiki : Em itu kan...
Umika : Hallo kalian, Umika dateng
Kairi : Hallo sayangku
Umika : Kairi manggil sayang?
Kairi mengangguk
Umika : Kok manggilnya sayang?
Kairi : Kan kita---
Kiki : Syutttt... jan spoiler ya!
Kairi : Yee biarin aja emang napa?
Kiki : Nanti gak rame
Kairi : Alah iri lu mah
Kiki : Kiki gak iri gak!
Umika : Udah ih berantem terus kalian mah!
Kairii : Maaf sayang
Kiki : Kacang enak kah?
Umika : Enak kok, Umika pernah makan
__ADS_1
Kiki : _-
Oke lupakan percakapan di atas oke?