
dah up 2 kali gw njir komen napa hiksಥ_ಥ
#MyLittleGirlFriend
#MLGF
Episode 20 [Have fun in hell]
•
•
•
Kairi terus mengenggam tangan Umika, seolah jika ia melepaskannya Umika akan pergu jauh. Kairi tidak pernah bosan memandang wajah Umika yang matanya masih saja tertutup.
Sudah 6 hari, hampir seminggu gadis itu masih menutup matanya.
Pintu ruangan terbuka, Kairi tidak ada niatan untuk menoleh dan melohat siapa yang datang. Ia bisa menebak, karena hanya itu itu saja yang akan datang menjenguk. Orang tua Umika, orang tuanya, Noel dan Banjou saja. Jika kalian masih ingat, Umika tidak memilikki teman. Bukan mereka yang tidak mau berteman, tapi Umika memilih untuk menyendiri.
"Kamu makan dulu, mama bawain makanan buat kamu"rutinitas yang selalu dilakukan oleh orang tua Kairi maupun Umika. Kairi tidak pernah ingin meninggalkan Umika, walaupun untuk makan. Jadi, mau tidak mau para orang tua yang harus bertindak.
"Tarus di situ aja, Kairi belum laper"
"Ini sudah siang, dari kemaren malem kamu belum makan"Misuzu melirik ke atas nakas, makanan yang ia bawa masih utuh. Jadi, Kairi benar benar tidak menyentuh makanannya.
"Kamu makin kurus. Liat tuh kantung mata kamu, serem. Ntar Umika bangun takut liat kamu, kaya zombie"ucap Misuzu.
Kairi diam.
Misuzu menghela nafas, memang susah untuknya diajak bicara pada saat ini "Kamu mau Umika sedih pas bangun, ngeliat kamu yang kaya gini? bukan Umika aja yang sedih Kairi, mama juga sedih"suara Misuzu benar benar serak saat ini, ia sama sekali tidak tega melihat keadaan anaknya.
Kairi menghadap Misuzu "Maaf ma"
Misuzu mengusap pucuk kepala Kairi "Sekarang makan ya? dikit aja, yang penting udah keisi. Mau mama suapin?"
"Kairi bisa makan sendiri ma"Misuzu tersenyum lalu memberikan kotak bekal kepada Kairi.
"Mama Masaki mana?"tanya Kairi. Ntah sejak kapan, tapi yang pasti sekarang Kairi memanggil mama dan papa Umika dengan sebutan mama dan papa juga.
"Masaki lagi bayarin infusan, yang ini udah mau habis"balas Misuzu.
Kairi melihat ke arah infusan Umika dengan sendu "Ini udah infusan keberapa ma? kapan Umika bakal sadar? Kairi kangen"
Misuzu mengusap kepala Kairi lagi "Kamu yang sabar ya"
Telfon Kairi tiba tiba berdering, ia tidak ada niatan untuk mengangkatnya. Misuzu menghela nafas lalu mengambil ponsel Kairi "Noel telfon, angkat dulu gih! siapa tau penting"
"Mama aja yang angkat
"Noel gak mungkin nelfon kalau gak penting. Siapa tau ini soal Tsukasa"mendengar nama Tsukasa, Kairi segera mengambil ponselnya dari tangan Masaki dan mengangkat panggilan Noel.
__ADS_1
#ViaTelfon_On
[Kenapa?]
[Gw lagi di kantor polisi, Tsukasa udah ketangkep. Kalau lo mau lo bisa kesini]
[Gw kesana sekarang]
#ViaTelfon_Off
Kairi langsung berdiri "Ma, Tsukasa udah ketangkep. Mama tolong jagain Umika ya? Kairi mau ke kantor polisi dulu"
"Tanpa kamu suruh pun, mama bakalan jaga calon mantu mama. Kamu hati hati ya"
Kairi mengangguk lalu menunduk menatap Umika. Ia mencium kening gadis itu "Aku pergi dulu. Maaf gak bisa jagain kamu. Aku cuma sebentar kok, janji"Kairi tersenyum lembut, lalu mencium bibir Umika lama. Tidak peduli jika masih ada mamanya di sini.
Misuzu mengeleng pelan melihat tingkah laku anaknya "Pamit sama modus, beda tipis"
*****
"Dia dimana?"tanya Kairi saat sudah berada di depan kantor polisi, ia memang menyuruh Noel untuk menunggu di depan.
"Di dalem. Inget, lo bisa nanya apapun. Asal jangan sampe emosi"
"Gw gak peduli"ucap Kairi kasar.
Kairi melirik Tsukasa, gadia itu pucat sambil menunjukan wajahnya yang ketakutan. Kairi berdecih tak kasihan, kalau ia takut kenapa ia melakukan ini?
Kairi menghempas tangan Tsukasa kasar "Kalau lo takut kenapa lo ngelakuin semua ini?"desis Kairi.
"Aku gak sengaja"balas Tsukasa lirih
"Gak sengaja kata lo?! DIA SEKARAT BANGSAT!"teriak Kairi di akhir kalimat.
"Lo bilang lo gak sengaja padahal lo udah targetin dia! kenapa hah? lo marah sama gw? lo benci kan sama gw?! KENAPA UMIKA YANG DIJADIIN TARGET! DIA GAK TAU APA APA!"
"KARENA DI UDAH NGEREBUT KAMU DARI AKU! DIA ITU JALANG KAI"teriak Tsukasa.
Kairi tertawa remeh "Heh ngaca! gak sadar diri ansei! yang buat gw ninggalin lo itu karena diri lo sendiri! lo gak bisa nyalahin orang lain atas kesalahan lo!"
"Tapi kenapa harus dia Kairi? kenapa?"Tsukasa sudah menangis, Kairi tidak peduli dengan tangisan gadis itu.
"Karena dia bukan cewek murahan kaya lo!"
"DIA MURAHAN! DIA UDAH NGEREBUT KAMU DARI AKU KAI! DIA JALANG"teriak Tsukasa frustasi.
Plak!
Kairi sudah tidak bisa menahan emosinya lagi, ia menampar Tsukasa dengan keras. Noel langsung mendekati Kairi, polisi yang tadinya sedang duduk santai pun menghampiri Kairi.
"Tenang Kai! tahan emosi lo"
__ADS_1
"JAGA MULUT LO! YANG JALANG ITU LO! GW GAK AKAN NGEBIARIN HIDUP LO TENANG. KALAU HAL BURUK TERJADI SAMA UMIKA, GW PASTIIN HIDUP LO BAKAL MENDERITA"teriak Kairi, Tsukasa sudah tidak menjawab. Ia takut pada Kairi yang sekarang.
"LO HARUS INGET! GW GAK AKAN BIARIN IBLIS KAYA LO KELUAR DARI SINI. GW PASTIIN LO BAKAL NGERASAIN APA YANG UMIKA RASAIN!"
Kairi mendekat ke arah Tsukasa dengan senyum yang sangat mengerikan, Tsukasa yang nelihat itu bergetar ketakutan.
Kairi mengusap pipi Tsukasa "Have fun in hell, bict!"desis Kairi penuh penekanan.
*****
"Gimana sama Tsukasa nak?"tanya Aldriano, saat Kairi memasuki ruang rawat Umika.
"Dia udah dimasukin ke penjara pah, soal sampe kapan belum di pastiin. Tapi, Kai janji dia bakal di hukum berat"
Masaki menepuk bahu calon menantunya itu "Kamu boleh ngasih dia pelajaran, tapi jangan kelewatan batas. Umika gak suka itu"
Kairi mengangguk paham.
S
K
I
P
*****
Kairi mengeliat saat merasakan usapan di kepalanya. Ia mengerjabkan matanya saat usapan itu tidak kunjung berhenti. Kairi menhempaskan tangan itu pelan. Tubuhnya saat ini sangat lelah, bahkan untuk membuka mata pun rasanya sangat berat.
"Ma, jangan ganggu Kairi. Kairi capek!"gumam Kairi marah. Usapan di kepalanya berhenti sebentar. Ia melanjutkan tidurnya, selang beberapa menit usapan itu terjadi lagi.
"MAMAAAA"rengek Kairi kesal. Kairi menepis tangan itu kasar karena menganggu tidurnya.
"Awhh..."Kairi langsung mengangkat kepalanya saat mendengar rintihan tersebut. Ia menegakan badannya, untuk memastikan.
"Umika?"
•Author Kiki•
Gimana menurut kalian itu Umika bukan?
Catatan :
•Tinggalkan jejak
•Komen bawel (harus!)
•Spam komen (minimal 1 orang 3 komen :v)
•Buat cowok yang baca fanfic ini, terus gak mau komen bawel, komennya diganti pake rayuan oke? :v
__ADS_1