
#MyLittleGirlFriend
#MLGF
•
•
•
"Mik sisirin rambut gw donk!"Suruh Kaiir. Umika berdecak sebal, entah kenapa sejak daritadi Kairi sangat menyebalkan. Ia menyuruh Umika untuk melakukan ini itu, padahal ia bisa mengerjakannya sendiri.
"Ini juga, pasangin donk jam tangannya"selesai dengan urusan Kairi mulai menyuruh Umika lagi. Yang paling membuat kesal adalah kejadian tadi pagi, dimana Kairi bertanya sambil berteriak seolah sengaja untuk membuat Umika kesal.
"Mik! handuk gw kemana sih?"
"Mik! hp gw kok ngilang?"
"Bukunya siapin donk, gw sibuk"
Itu adalah beberapa teriakan dari Kairi dan masih banyak lagi. Kekesalan Umika bertambah saat mengetahui kalau barang yang sedang Kairi cari berada didekatnya, tapi entah Kairi sedang berpura pura atau benar benar brnar tidah tau. Menurut Umika, Kairi sedang berpura pura agar ia bisa memerintah Umika.
"Siniin jidatnya"suruh Kairi. Saat Umiia mendekatkan jidatnya, Kairi meletakan punggung tangannya. Hal yang dilakukan Kairi seminggu ini.
"Ck, Umika udah sembuh Kairi. Gak usah cek cek an gini. Udah seminggu lo Kairi kaya gini"
Memang sudah seminggu berlalu semenjak kejadian dimana Umika sakit. Kairi terus terusan mengecek keadaan Umika sambil berkata 'Siapa tau panasnya balik lagi"
"Panasnya gak bakalan balik lagi kok, dia takut kalau di tatap sama Kairi"sela Umika sebelum Kairi akan menjawab, ia sudah tau apa yang akan dijawab oleh Kairi.
"Yuk berangkat! nanti Umika telat!"
"Biarin. Biar lo dimarahin"
"Kairi kok ngeselin banget sih hari ini?!"
"Bodoamat"balas Kairi cuek, lalu melenggang pergi meninggalkan Umika.
*****
"BANJOUU! NOELL!"
Banjou dan Noel sontak menoleh, mencari siapa yang memanggil mereka.
"Kenapa Mik?"tanya Banjou kepada Umika, gadis yang memanggil mereka adalah Umika.
"Kalian liat Kairi?"tanya Umika.
Banjou dan Noel sama sama menunjukan ekspresi binggung seolah sedang berfikir.
"Habis kelas tadi, ia langsung pergi. Gw kira dia ke kelas lo"jawab Noel.
"Enggak, Kairi gak nyamperin Umika. Ck! Kairi kemana sih? Umika kesel! Umika nelfon gak diangkat"sungut Umika.
"Selingkuh kali"sahut Banjou santai. Noel langsung menoyor kepala sahabat somvlaknya itu.
"Jangan sembarangan Jou! lo gak usah khawatir gitu Mik! paling dia lagi jalan sama tante tante"Banjou langsung menoyor kepala Noel saat mendengar ucapan melanturnya.
"Lo lebih ngarang bego!"
Umika memutar bola matanya malas "Yaudah lah, Umika pergi dulu"
"Eh, tunggu Mik"Noel menahan tangan Umika.
"Kenapa Noel?"
"Lo mau pulang kan? naik apa?"
"Taksi kayanya"
"Pulang bareng gw yuk!"ajak Noel. Ah tidak mungkin, itu bukan ajakan melainkan perintah.
"Gak usah Noel, Umika bisa pulang sendiri kok"
"Udah. Lo ikut Noel aja Mik. Lagian lo gak pernah naik taksi atau semacamnya kan? mending sama Noel aja lebih aman"saran Banjou"
__ADS_1
Umika berfikir sejenak "Yaudah, ayok!"Umika setuju lalu mengikuti Noel.
*****
Umika bergerak gelisah, posisinya memang biasa duduk di ruang tamu, namun matanya selalu tertuju pada pintu apartement dan berharap orang yang sedang ditunggunya datang. Ini sudah pukul setengah enam sore, dan anehnya belum ada kabar dari Kairi.
Bel apartement berbunyi, dengan gerakan secepat kilat Umika membukakan pintu sambil tersenyum lebar berharap itu adalah Kairi.
Senyum Umika memudar, harapannya tidak terkabul "Mama? mama ngapain di sini?"tanya Umika kepada mamanya.
Jika difikir fikir, jika itu adalah Kairi, ia tidak mungkin memencet bel terlebih dahulu untuk masuk kedalam apartement nya sendiri. Umika mendengus pelan saat mengingat fakta itu.
"Emang mama gak boleh ngunjungin anak gadis mama?"
"Maksud Umika bukan gitu, ma"
Masaki terkekeh geli "Iya iya mama paham. Mama gak akan disuruh masuk nih?"
Umika menepuk jidatnya pelan "Umika lupa hehehe, masuk ma"
"Mama kok pake baju gitu? terus itu apa lagi yang mama bawa?"tanya Umika saat mereka sudah sampai di dalam. Umika memperhatikan Masaki yang memakai dress, sangat cocok dengan tubuh mama nya itu. Ia juga melihat beberapa paperbag yang dibawa oleh Masaki.
"Mama mau bawa kamu ke ulang tahun anak temen mama. Ini mama bawain dress sama kawan kawannya"jelas Masaki.
"Mama kok baru ngasih tau sekarang? Umika gak mau ah, mager"protes Umika.
"Gak ada penolakan ya! Mama udah jauh jauh kesini sambil bawa yang beginian, eh gak ada hasilnya gitu?"Masaki menunjukan wajah sedihnya, ia yakin anaknya yang polos ini tidak akan setega itu sampai menolaknya.
"Jangan sedih donk ma, maafin Umika ya?"
"Tapi kamu mau ikut kan?"tanya Masaki cepat. Dengan terpaksa Umika mengangguk.
"Oke, mama maafin. Sekarang, lets go! kamu pake dress ini sekalian mama dandanin biar tambah cantik"seru Masaki girang, sambil menarik tangan Umika menuju kamarnya.
Masaki mendesah puas saat melihat hasil karnyanya. Umika tampak cantik dengan dress merah yang melekat pada tubuhnya ditambah make up yang tidak terlalu tebal.
"Cantik banget kamu Mik! emang bener bener kamu keturunan mama, sama sama cantik hihi"Masaki terkekeh geli saat mengucapkan kalimat terakhinya.
"Apa ini gak terlalu berlebihan ma? Umika punya kok dress yang lebih simple. Kalau Umika pake dress ini, serasa Umika yang punya pestanya"
Seakan mengingat sesuatu, Umika kembalu berucap "Ma, Umika lagi nungguin Kairi. Ntar kalau Umika pergi terus nyariin Umika gimana?"
"Emang Kairi kemana?"tanya Masaki.
Umika menggeleng pelan "Gak tau ma, daritadi di hubungin susah terus"
"Yaudah, kamu kasih pesan aja ke dia kalau kamu mau nemenin mama. Kalau kita nungguin dia bakalan lama"
"Tapi ma..."
"Udah, ayo!"
Kairi Yano
Kairi dimana? Umika nungguin dari tadi.
15.00
Umika gak ada dirumah, Umika nemenin mama buat pergi ke pesta temen mama.
18.00
Umika sebenernya gak mau, Umika maunya nungguin Kairi. Tapi mama maksa buat nemenin.
18.01
Kalau Kairi pulang, langsung hubungin Umika ya? biar Umika gak khawatir lagi.
18.01
Umika mematikan ponselnya, ia menghela nafas kasar pasrah jika pesannya diabaikan oleh Kairi.
*****
"Kok sepi ma?"tanya Umika. Ia melihat taman yang sangat cantik dipenuhi oleh dekorasi, namun sepi. Ia menyukai balon dan bunga yang disusun rapi, sangat rapi.
__ADS_1
"Apa kita terlalu awal ya? tapi perasaanya jamnya sekarang kok"jawab Masaki.
Umika memperhatikan sekitar, ia tidak sadar jika ia ditinggal sendiri "Mama? mama dimana?"
"MAMA! KOK UMIKA DITINGAL SENDIRI SIH?"teriak Umika. Ah sungguh, kali ini ia benar benar kesal.
Umika menunduk, berniat untuk membuka ponselnya. Tapi niatnya ia urungkan karena mendengar suara teriakan...
"HAPPY BIRTHDAY UMIKAAA!"teriak orang orang yang ada disitu. Bukan hanya teman kuliahnya saja, tetapi Noel dan Banjou juga hadir.
"Happy birthday cantik"ucapan itu membuat Umika menoleh, terdapat mama papa nya dan kedua orang tua Kairi.
"Mama? papa? Umika emangnya ulang tahun ya?"pertanyaan polos Umika membuat semua orang tertawa.
"Kamu kok bisa lupa sih hari ulang tahun kamu?"tanya Masaki gemas.
Umika mengingat sesuatu, ia mengedarkan pandangannya seolah sedang mencari seseorang.
"Kairi dimana?"tanya Umika. Semua diam, tidak ada yang menjawab. Umika menghela nafas sedih, ternyata orabg yang ditunggunya tidak hadir.
"Gak usah sedih, aku ada di sini"ucapan itu membuat Umika tersentak. Kairi, orang itu adalah Kairi.
Kairi tersenyum melihat ekspresi Umika, ia tampak cantik dengan dress yang ia pakai. kesan dewasa dari dress itu tidak menghilangkan kesan polos Umika.
Umika juga memperhatikan Kairi, kaus putih polos yang ditutupi dengan jas berwarna merah. Sangat tampan.
"Aku emang ganteng gak usah diliatin gitu"ucap Kairi terkekeh geli "Happy birthday sayang"ucapan Kairi membuat semua orang bersorak ramai, pipi Umika memerah, ia tersipu malu.
"Apa ini merah banget"ejek Kairi. Umika memukul pelan lengan Kairi.
"Udah ntar aja mesra mesraannya! sekarang tiup dulu lilinnya"titah Aldriano.
"Sebentar"ucap Kairi saat proses tiup lilin selesai, ia sedikit menjauh untuk mengambil sesuatu.
"Beautiful gift for beautiful girl. Happy birthday and i love you"ucap Kairi sambil memberikan sebuah bouqouet bunga dan sebuah kotak yang berisikan kalung "Sini aku pakein"Kairi memakaikan kalung itu dileher Umika.
"Cantik"ujar Kairi.
Umika memegang kalung yang ada di lehernya "Makasih"
Orang orang yang ada disana sidah bersorak sedari tadi, sedangkan para gadis sibuk mengigit jari mereka karena iri dengan sikap UmiKai.
Kairi bergerak maju untuk memeluk Umika, Umika juga membalas pelukan Kairi. Kairi sedikit menjauhkan wajahnya lalu mencium kening Umika, Umika memejamkan matanya seolah menikmati ciuman yang diberikan oleh Kairi. Tentu saja, hal itu membuat para gadis semakin histeris.
*Oke fixs Kiki harus cari pacar :v
*****
Peringatan : Bagi yang jomlo jangan dibaca oke? ini dapat menyebabkan teriakan teriakan yang histeris :v
"Bahagia?"
Umika mengangguk "Sangat"senyumannya tidak pernah luntur.
"Maaf udah buat kamu kesel. Maaf udah ngebiarin kamu pulang sendiri. Maaf udah bikin kamu khawatir. Maaf Mik"
"Gak papa, Umika emang kesel, apalagi tadi pagi pas Kairi nyuruh ini itu. Umika udah mikir yang enggak enggak tau, tapi ternyata Kairi lagi nyiapin ini semua buat Umika. Sekarang bukan waktunya untuk kesel, tapi waktunya untuk bahagia"
Kairi terkekeh geli "Ngakunya masih muda tapi pikun"ejek Kairi.
"Kalau Kairi lupa, umur Umika sekarang 18thn dan Kairi 2 tahun lebih tua daripada Umika. Jadi Umika masih muda"
Kairi tertawa, padahal tidak ada yang lucu. Entahlah ia sangat menikmati momen ini.
Kairi memeluk erat tubuh Umika, seolah mengatakan seberapa besar cintanya pada Umika.
"I love you Mik"
"I love you too"balas Umika, Kairi semakin senang mendengar jawaban dari Umika.
Kairi menyentuh bibir Umika "Boleh?"tanya Kairi, awalnya Umik sedikit binggung namun akhirnya ia mengerti. Ia mengangguk malu, Kairi terkekeh geli. Ia memajukan wajahnya lalu mempertemukan bibirnya dengan bibir Umika. Mengecup pelan bibir Umika, dari kecupan sekarang berubah menjadi *******. Umika membalas ******* tersebut dan membuat Kairi senang untuk memperdalam ciuman tersebut
•Author Kiki•
Yok maljum nya para jomlo :V
__ADS_1