
Karena mood Kiki lagi baik, oke Kiki up
#MyLittleGirlFriend
#MLGF
Episode 15
•
•
•
Kairi berdecak kesal, Umika tidak kunjung mengangkat telfon darinya. Ia sudah mencari Umika ke tempat favoritnya, perpustakaan dan taman belakang falkultas namun hasilnya nihil. Mustahil jika Umika pulang duluan tanpa dirinya. Akhirnya ia memustuskan untuk pergi ke kelas Umika, harapan terakhirnya. Semoga saja gadis itu masih berkutat dengan tugasnya, karena jam kuliah Umika sudah selesai dari setengah jam yang lalu.
Kairi menghela nafas saat sudah sampai dikelas Umika. Pantas saja ia tidak dapat dihubungi dan dicari dimana mana. Ternyata gadis yang dicari nya itu sedang menelungkupkan wajhmya di meja, matanya terpejam dengan tenang. Kairi mendekat ke arah Umika dan memperhatikan gadis yang sedang tertidur dengan polos itu.
Kairi tidak tega untuk membangunkan Umika, bahkan niatnya untuk menyemprot Umika dengan kata kata manis seperti ibu tiri ia urungkan. Tidurnya sangat nyeyank tanpa ada gangguan, entah apa yang dilakukan Umika pada malam hari hingga ia tertidur pulas seperti ini. Umika sepertinya bergadang.
"Dasar bocah, bisa bisanya tidur sendiri disini. Gw muter muter, sedangkan yang dicari malah tidur disini. Pules banget lagi tidurnya, ntar kalau ada yang niat sama lo gimans coba?"ucap Kairi pelan, sangat pelan mungkin seperti berbisik. Ia mengusap kepala Umika, merapikan rambut yang menutupi wajah Umika. Ia tersenyum, wajah Umika membuat ia gemas sendiri.
"Yaampun, lo demam?"ucap Kairi saat tangannya memegang jidat Umika. Entah bertanya pada Umika atau dirinya sendiri lagi lagi ia terdengar seperti bisikan.
Kairi menepuk pundak Umika pelan "Hey bangun"
Umika mengerjapkan matanya pelan, sepertinya matanya sulit untuk dibuka "Kairi?"tanya Umika saat mendapati sosok Kairi disebelahnya.
Kairi tersenyum "Bangun dulu yuk? kita pulang. Badan lo demam, nanti gw panggil dokter buat ke apart"
"Pusing"Umika menegakan tubuhnya sambil memegang kepalanya yang terasa berdenyut.
"Gw gendong ya? biar lo bisa tidur lagi, gak usah jalan"
"Malu"cicit Umika.
"Ck, malu gimana sih? daripada lo jalan terus ambruk dijalan gimana? ntar maleh makin ribet. Gw gendong, lo bisa tidur lagi biar gak malu. Dan pusingnya bisa pending kalau lo tidur lagi"cerocoh Kairi.
Kairi berjongkok disebelah Umika, membantu agar gadis itu bisa berada di punggungnya. Umika sudah tidak bisa menolak, kepalanya sudah sangat berdenyut jika banyak bicara. Saat posisinya sudah pas, Kairi berdiri dengan Umika dipunggungnya. Kairi berjalan sampai ke parkiran, hal itu tentu membuat seisi kampus terheran heran karena saat bersama Tsukasa, Kairi tidak seperti itu.
*****
Kairi menidurkan Umika dengan hati hati dikasur milik Umika. Ia merapikan rambut yang menutupi wajah cantik Umika, Umika bahkan tidak terbangun apalagi merasa ternganggu. Sepertinya ia benar benar sakit.
"Kenapa bangun?"apa gw ganggu?"tanya Kairi saat melihat Umika membuka matanya. Umika menggelengkan kepalanya pelan.
Kairi mengusap pipi Umika lembut "Tidur lagi aja, gw nelfon dokter dulu terus mau beli makanan"
__ADS_1
"Jangan telfon!"balas Umika pelan.
"Kenapa?"
"Gak mau disuntik"
Kairi terkekeh pelan "Gak akan disuntik, cuma diperiksa terus dikasih obat"
"Gak mau minum obat. Pahit"
"Gak mau sembuh?"tanya Kairi.
"Mau"
"Yaudah, kalau mau sembuh nurut ya? Dokternya gak jahat kok. Ntar obatnya gw mintain sirup deh, mau rasa apa? biar gak pahit"bukannya seperti membujuk orang dewasa, Kairi seperti membujuk seorang anak kecil.
Mata Umika berkaca kaca seperti tetap tidak setuju dengan saran dari Kairi. Kairi menghela nafas pelan, ia baru tau kalau sedang sakit Umika akan terlihat seperti anak kecil.
"Jangan nangis gitu ih malu sama kucing gw. Gw gak bakal manggil dokter, tapi sekarang lo istirahat ya? Gw mau ambil kompresan dulu sekalian beli makanan oke?"Umika tersenyum lalu mengangguk, Kairi terkekeh melihat sikap Umika lalu pergi meninggalkan Umika sendiri di apartemen.
*****
"Yaampun Umika! Lo mau apa?"
"Mau minum, haus"
"Lo sakit? Kairi kemana? kenapa lo ngambil minum sendiri? untung gw dateng, kalau lo gini terus jatuh tiba tiba gimana?"omel Noel.
Orang itu adalah Noel. Noel dan Banjou memang tau password apart Kairi, jadi mereka dapat keluar masuk sesuka hati mereka. Sebenarnya Noel datang untuk mengajak Kairi pergi, tapi saat ia melihat ke arah dapur ia malah melihat Umika yang sedang berpegangan pada meja dan hampir jatuh. Refleks ia langsung berlari untuk menahan tubuh mungil Umika.
"Tanyanya pelan pelan, Umika pusing dengernya"
"Kairi lagi keluar beli makan, Umika haus kebetulan air di kamar habis jadinya Umika mau ngambil air ke dapur"lanjutnya.
Noel mengangguk paham "Mau balik kamar? gw anterin"tawar Noel. Umika mengangguk lalu Noel membantu Umika berjalan menuju kamarnya.
"Lo sakit apa?"tanya Noel saat mereka sudah sampai di kamar Umika, ia duduk disamping Umika yang sedang berbaring.
"Demam dikit"
"Ck, mau demam dikit, mau demam banyak, sama sama demam. Udah ke dokter?"
Umika menggeleng "Gak mau, takut"
"Lah kenapa takut?"
"Ntar disuntik, Kairi tadi udah bilang kalau gak akan manggil dokter asalkan Umika istirahat. Yaudah Umika mau istirahat aja"
__ADS_1
Noel tertawa, ia mengacak gemas rambut Umika "Kaya anak kecil aja"ucapnya.
"Ngapain lo disini?"suara Kairi yang dingin membuat Noel menurunkan tangannya dari kepala Umika.
"Gw mau nyari lo, tadinya mau ngajak main ke Banjou. Eh malah nemu Umika yang mau jatuh di dapur"mendengar hal itu Kairi langsung mendekat ke tempat Umika.
"Lo gak papa kan? ngapain sih di dapur?! Kan tadi gw nyuruh lo buat istirahat, bisa nurut dikit gak sih?"Umika mengercutkan bibirnya kesal, tadi Noel yang mengomelinya sekarang giliran Kairi.
"Jangan diomelin Kai, tadi dia haus terus di kamar gak ada air makannya dia terpaksa kedapur"jelas Noel.
Kairi menghela nafas "Thanks udah bantuin Umika"
"Yaelah kek apa aja. Yaudah gw cabut aja deh, lo jagain Umika"ucap Noel, setelah berpamitan dengan Umika, ia melenggang pergi.
"Tanpa lo suruh pun, gw bakal jagain dia"ucap Kairi pelan saat Noel sudah tidak terlihat.
Kairi duduk disebelah Umika lalu tersenyum "Maaf lama, antriannya padet. Makan ya?"
"Pahit Kairii"rengek Umika saat satu suapan sudah ditelannya.
"Makannya ke dokter biar cepet sembuh, kalau udah sembuh makannya gak bakalan pahit lagi"Umika langsung mengelengkan kepalanya.
"Udahh... Umika kenyang"
"Baru lima suap, dua suap lagi deh"Umika langsung menutup mulutnya dengan tangan lalu mengeleng pelan.
Kairi menghela nafas, entah sudah berapa kali ia menghela nafas hari ini. Tangannya yang satu meletakan sisa makanan diatad nakas, sedangkan satu tangannya lagi mengompres kain untuk disimpan dikepala Umika.
"Lo bergadang?"
Umika mengangguk "Tugasnya banyak sih, jadinya Umika terpaksa bergadang"
"Besok besok kalau tugas lo banyak bilang aja ke gw, walaupun gw gak ngerti ngerti amat gw masih bisa bantuin lo atau minimal nemenin. Inget, tubuh lo butuh istirahat. Gw gak mau lo sakit cuma gara gara bergadang"peringat Kairi.
"Yaudah, sekarang tidur. Gw bakalan nemenin lo sampe tidur beneran"
"Makasih Kairi"Kairi tersenyum lembut sebagai jawaban.
Umika sudah terlelap, Kairi mengecup singkat pucuk kepala Umika "Jangan sakit lagi gw khawatir"
"Cepet sembuh sayang"lanjut Kairi sebelum meninggalkan kamar Umika.
•Author Kiki•
Kek nya enak ya kalau punya cowok kaya Kairi 😁
Jadi pengen :v
__ADS_1