
Kyaaa >///<
Akhirnya author amatiran ini balik lagi!
Maaf ngilang gak ngasih kejelasan kek dia :v
Kemaren tuh, Kiki sakit jadinya gak up deh😪
#MyLittleGirlFriend
#MLGF
Episode 23 [Balik ke rumah]
•
•
•
"Kalau Umika tinggal sama mama, berarti Kairi tinggal sendiri donk"ucap Umika kepada Masaki.
Hari ini Umika sudah diizinkan pulang, walaupun beluk sembuh total tapi lukanya sudah lumayan mengering. Masaki meminta kepada Umika agar ia tinggal sementara denganya, tujuannya agar ia lebih bisa merawat Umika. Jika sudah sembuh maka Umika bisa kembali tinggal di apart bersama Kairi.
"Kairi udah gede sayang, dia bisa tinggal sendiri"
"Tapi, kasian ma. Ntar Kairi ngobrol sama siapa? biasanya Kairi ngobrol sama Umika, terus biasanya juga Umika yang masakin. Kalau Kairi sendiri gimana masibnya ma?"
Masaki memutar bola mata jengah, sedari tadi anak semata wayangnya ini terus memikirkan nasib Kairi tanpa mempedulikan kesehatannya.
'Dasar bucin'pikir Masaki.
"Sebelum ada kamu, dia juga tinggal sendiri Mik. Malah lebih lama"
Skatmat!
Umika diam, ia mengercutkan bibirnya "Ihh...Mamaaa..."rengek Umika.
Masaki tertawa "Cuma sebentar Umika, kan mama udah bilang, kalau kamu udah sembuh total kamu bisa tinggal sama Kairi lagi"
"Tapi, Umika sembuhnya masih lama ma"ketus Umika.
"Makannya kalau di suruh makan sama minum obat tuh nurut! biar cepet sembuh, ini malah bandel gak mau minum obat. Jadinya, sembuhnya kan lama!"Masaki tak kalah ketus saat menjawab pertanyaan Umika.
"Kairi mana? kok gak ada buat jemput Umika"tanya Umika mengubah topik pembicaraan.
Di ruangan ini memang hanya dirinya dan Masaki. Kairi belum menampakan dirinya, sedangkan Aldriano masih dalam perjalanan untuk menjemput Umika.
"Mungkin masih di jalan"
"Apa Kairi gak tau Umika bakal pulang sekarang ma?"
Sebelum Masaki menjawab, pintu ruangan terbuka dan menunjukan Kairi yang sedang tersenyum.
"Siang ma"sapa Kairi.
"Siang calon menantu"balas Masaki sambil terkekeh.
"Mama disapa, Umika enggak"ketus Umika.
Kairi tertawa "Siang, sayang"
"Kairi ada mama, jangan gitu! Maluu..."
"Tadi minta disapa, giliran udah disapa malu"
Umika mengercutkan bibirnya "Kairi kenapa lama? Umika kira Kairi gak akan datang"
__ADS_1
"Gak mungkin lah, yakali tunangan udah boleh pulang gak dijemput"
*****
"Umika boleh kan semobil sama Kairi ma?"tanya Kairi pada Masaki, saat ini mereka sedang berada di lobby.
"Iya boleh, hati hati. Jangan ngebut!"peringat Masaki.
"Iya ma"
Kairi mengangkat Umika yang duduk di kursi roda dan memasukannya kedalam mobil. Masaki membukakan pintu mobil, lalu Kairi mendudukan Umika dengan hati hati.
"Hati hati Kai"ucap Aldriano.
"Iya pah. Papa juga hati hati"setelah itu Kairi memasuki mobilnya dan pergi.
"Berasa lumpuh tadi Umika, pas di lobby naik kursi roda, pas mau masuk mobil di gwndong sama Kairi"kekeh Umika saat Kairi sudah menjalankan mobilnya.
"Makannya cepet sembuh, biar gak disangka orang lumpuh lagi"
"Dikira Umika gak mau sembuh apa?"
"Iyalah, disuruh minum obat gak mau, disuruh makan gak mau. Gimana mau sembuh?"
"Tadi mama yang omelin, sekarang Kairi juga malah ngomelin Umika"kesal Umika.
"Makannya jangan bandel kalau gak mau diomelin"
"Salahin Umika aja terus, salahin!"ketus Umika.
Kairi menghela nafas, tangannya terulur untuk mengusap kepala Umika "Iya iya maaf, jangan ngambek"
Umika diam tak merespon "Jelek ah, ngambeknya gitu"ucap Kairi.
Tangannya beralih kepada pipi Umika, mencubitnya pelan "Pipinya lucu deh, jadi pengen nyubit"
Kairi tertawa, akhirnya Umika membalas perkataannya "Gak mau. Maunya kamu"
"Kairi diem! Umika lagi ngambek"
"Dih, mana ada ngambek bilang bilang"
"Ada. Nih Umika bilang"
"Lucu banget sih tunangan Kairi yano ini"gemas Kairi lalu mencubit pelan pipi Umika.
*****
"Kamu tunggu di sini bentar, aku mau keluar dulu"ucap Kairi saat mereka sudah berada di kamar Umika.
"Ngapain?"tanya Umika.
"Sebentar"balas Kairi, lalu pergi meninggalkan kamar Umika.
Umika mendengus kasar, Umika melihat ke sekeliling dan memeprhatikan kamarnya dengan teliti. Jika kalian masih ingat, dari awal Umika sampai di Jepang sampai ia kecelakaan Umika tinggal di apartement Kairi.
Clek!
Umika menoleh ke arah pintu ruangan yang terbuka, bukan wajah Kairi yang muncul melainkan wajah boneka beruang berwarna putih yang muncul. Saat pintu terbuka lebar, disana ada Kairi yang sedang memegang boneka ditangannya sambil tersenyum ke arah Umika.
Mata Umika berbinar "Wahhh! boneka siapa ini?"tanya Umika.
"Boneka tunangannya Kairi yano, Umika hayami"balas Kairi.
"Beneran?"tanya Umika, Kairi menganggukan kepalanya sebagai jawaban.
"Sini sini"pinta Umika, Kairi memberikan boneka tersebut kepada Umika.
__ADS_1
"Jangan ditaruh di perut"peringat Kairi.
"Lucu ih, kaya Umika"kekeh Umika.
"Beda. Bonekanya gede, kalau Umika apaan kecil kek bocah gitu"ucap Kairi "tuh liat badan bonekanya gede, gak kerempeng kek kamu"lanjutnya.
"Hina aja terus hina!"ketus Umika.
Kairi tertawa, lalu duduk di samping Umika "Ini buat temenin kamu kalau aku belum datang"
Umika kembali tersenyum senang "Kairi kapan belinya? kok Umika gak tau?"
"Tadi sebelum ke rumah sakit, makannya lama datangnya. Terus, aku simpen di bagasi biar kamu gak tau"
"Kasian bonekanya panas ya di bagasi? uhh, sini sini biar Umika peluk"ucap Umika seperti anak kecil yang mengajak bonekanya bermain, lalu memeluknya erat.
"Bonekanya aja nih ya di peluk? yang belinya enggak?"tanya Kairi.
"Enggak! Kairi tadi udah omelin Umika"
"Baru kali ini, gw iri sama boneka"gerutu Kairi pelan, namun masih dapat didengar oleh Umika.
Umika tersenyum "Sini sini Umika peluk juga. Kasian abis ini gak ada yang nemenin ngombrol, gak ada yang masakin. Ayo sini! Umika peluk dulu biar nanti gak kangen"Umika melepaskan boneka beruangnya, lalu merentangkan tangan untuk memeluk Kairi. Kairi tersenyum lalu memeluk Umika, tidak terlalu erat agar ia tidak menyakiti Umika.
"Cium juga"pinta Kairi saat melepaskan pelukan mereka.
"Kairi jangan ngelunjak deh!"ketus Umika, Kairi tertawa lalu kembali memeluk Umika.
*****
Umika mendengus kasar, ia sudah sangat bosan ditinggal di rumah sendiri. Pasalnya, ia sudah berada di rumah orang tuanya hampir seminggu lebih. Dan, parahnya lagi kegiatan yang Umika lakukan hanya makan, tidur, nonton tv atau vidio. Ia tidak diizinkan melakukan hal yang aneh aneh, bahkan untuk keluar kamar saja harus ditemani oleh Masaki atau Kairi. Kairi memang sering ke rumah orang tua Umika saat sudah pulang kuliah atau pada malam hari.
Dengan malas, Umika menyalakan tv yang ada di kamarnya. Ia terus menganti channel sampai berhenti di salah satu channel yang sedang menampilkan berita.
Umika tidak suka menonon berita, ia lebih suka menonton kartun kesukannya. Namun, kali ini ia melihat berita yang membuatnya penasaran.
"Seorang model bernama Myoujin Tsukasa dikabarkan masuk penjara, Tsukasa diduga telah melakukan pencobaan pembunuhan. Dari hasil menyelidikan yang kami dapat, Tsukasa menyewa beberapa preman untuk membunuh target. Yang membuat semua orang tidak habis pikir, target Tsukasa ini adalah kekasih dari mantan kekasihnya dulu. Tsukasa diduga, tidak rela ditinggalkan oleh kekasihnya"
Umika membelakan matanya tidak percaya. Ia mengaitkan beberapa fakta yang ada. Pertama, Tsukasa membunuh orang dengan menyewa preman. Kedua, Tsukasa membunuh karena tidak terima ditinggal oleh pacarnya. Ketiga, targetnya mengarah kepada kekasih mantan pacarnya. Umika mengerti, berita ini menunjuk kepadanya.
Target yang dimaksud adalah dirinya. Jadi, orang yang sudah membuatnya selerti ini adalah Tsukasa?
Umika tidak habis pikir.
Dengan gerakan cepat, ia menyambar ponselnya yang berada di atas nakas. Tujuannya untuk menghubungi Kairi. Tidak peduli jika Kairi masih memiliki kelas. Panggilan pertama tidak diangkat, Umika mencoba lagi, cukup lama namun akhirnya di angkat.
#ViaTelfon_On
[Kenapa Mik? aku masih ada kelas]
[Pulang kuliah, Kairi harus langsung kesini]
[Kenapa?]
[Pokoknya Kairi harus langsung kesini!]
[Jangan bikin khawatir, Mik. Ada apa?]
[Umika cuma mau Kairi ke sini!]
[Oke, pulang kuliah nanti aku langsung kesana]
#ViaTelfon_Off
Umika tidak menjawab, ia langsung memutus sambungan telfonnta. Entahlah ia merasa sangat khawatir.
•Author Kiki•
__ADS_1
Hayoo, siapa yang kangen sama CB amburadul ini?? angkat donk kakinya :v