
1 part menuju episode terakhir!
#MyLittleGirlFriend
#MLGF
Episode 25 [Pernikahannya batal?!]
•
•
•
"Malam, Pa, Ma"sapa Kairi kepada kedua orang tua Umika.
"Malam calon mantu"balas Masaki, sedangkan Aldriano hanya tersenyum.
Masaki melirik barang ya dibawa Kairi "Umika ngambek ya? pantesan tadi pulang pulang wajahnya cemberut terus gak ngasih salam"ucap Masaki.
"Iya, Ma. Salah Kairi sih, makannya Umika marah"jelas Kairi tak enak.
Masaki tersenyum "Yaudah, samperin sana. Daritadi dia gak mau keluar kamar"
"Kairi"panggil Aldriano sebelum Kairi pergi ke kamar Umika.
"Jangan sering berantem, kalian udah mau jadi suami istri bukan pacaran lagi. Kalau ada masalah selesain baik baik, jangan buat keputusan yang akan kalian sesali di kemudian hari"masihat Aldriano.
Kairi tersenyum "Makasih pa" setelah Aldriano balas mengangguk, Kairi kembali pergi ke kamar Umika.
Setelah ditentukan tanggal pernikahan, Umika dan Kairi memang tidak tinggal bersama. Kairi pastinya menolak, itu keinginan orang tua mereka. Katanya, itu dilakukan agar menghindari pertengkaran dan rasa bosan.
Saat Umika sudah pulang tadi, Kairi cepat cepat menyelesaikan tugas dari kantor. Sekarang ia memang menjadi CEO di perusahaan ayahnya, ia juga masih menekuni kegiatannya menjadi arsitek, jurusan yang ia ambil dulu saat kuliah. Bakat mendesain yang dibuat oleh Kairi memang tidak bisa diragukan lagi, oleh karena itu ia mendapar job besar besaran. Karena itu, waktunya banyak tersita oleh pekerjaan.
Saat pekerjaannya sudah selesai, ia pergi ke rumah Umika tak lupa membeli bouquet dan es krim untuk meminta maaf.
Kairi mengetuk pintu kamar Umika, namun tak ada sahutan. Kairi mencoba lagi, tapi tetap sama. Dengan terpaksa, ia membuka pintu kamar Umika yang memang tidak dikunci.
Kairi semakin dilanda rasa bersalah, saat ini posisi Umika sedang membelakangi pintu, dengan tangan yang memeluk boneka besar pemberian Kairi dulu saat Umika baru keluar dari rumah sakit. Tapi Kairi tau, Umika tidak sedang tidur. Ia tau kebiasaan tunangannya itu, Umika hanya memejamkan matanya. Walaupun memejamkan matanya ia tidak bisa tidur karena sedang banyak pikiran.
__ADS_1
Kairi duduk di pinggir kasur Umika, lalu mengusap pelan rambutnya.
Umika menoleh saat merasakan usapan dikepalanya. Tapi tidak lama ia menyembunyikan kepalanya lagi saat melihat Kairi lah yang sedang mengusap kepalanya.
"Aku bawain es krim kesukaan kamu"Kairi mencoba untuk mengajak Umika berbicara.
"Kamu gak mau?"tanya Kairi lagi, saat tidak mendapat jawaban dari Umika.
"Es krimnya enak, sayang kalau gak dimakan"Kairi masih terus mengajak Umika berbicara.
"Makan aja sendiri"gumam Umika pelan, namun masih dapat didengar oleh Kairi. Kairi tersenyum, sekiranya Umika membalas perkataanya.
"Tapi aku beliin buat kamu"
"Bodoamat!"
"Ntar keburu cair kalau gak dimakan"
"Buang!"
Kairi menghela nafas sabar. Ia tidak boleh marah, bagaimanapun ini adalah kesalahannya.
"Aku juga bawain bunga, mau liat gak?"
"Jahat banget, padahal bunganya cantik kaya kamu"
Tidak ada sahutan.
"Sayang"panggil Kairi.
"I'am sorry babe. Maafin aku janji gak bakalan kaya gitu lagi. Aku bakal lebih luangin waktu, aku tunda semua pekerjaan kalau kamu butuh aku buat nyiapin pernikahan kita. Janji, Mik"bujuk Kairi.
Bukannya menjawab, Umika malah semakin terisak. Bahunya bergetar karena menangis, Kairi mengusap bahu Umika guna menenangkannya.
"Umika..."panggil Kairi membujuk.
"Tuh kan hidung kamu udah buntu gitu. jangan disembunyiin wajahnya, nanti nafasnya jadi susah"
Umika mengalah, hidungnya memang sudah buntu dan tidak bisa lagi diajak kompromi. Ia melonggarkan pelukannya pada boneka itu, dan menghirup banyak udara.
__ADS_1
"Duduk dulu"Umika mengeleng.
"Sayang nurut! jangan kaya anak kecil gini"titah Kairi sedikit tegas.
Umika langsung menatap Kairi, tapi tidak menjawab ucapan Kairi. Ia terus menatap Kairi.
Kairi menghela nafas "Aku cape, Mik. Pulang kerja langsung kesini. Aku gak mau marah marah, kamu kaya gini gara gara aku. Tapi tolong, jangan kaya gini. Aku lagi jaga emosi biar gak marah lagi"
"Aku juga capek"ucap Umika parau.
"Iya kita sama sama capek, jadi kita bisa kan bicara baik baik? jangan kaya gini"
"Kamu ngomong kayak gitu, kesannya yang salah cuma aku doank"balas Umika.
"Enggak, bukan gitu. Aku cuma mau kita ngomong baik baik. Jangan sampe karena masalah ini, kita ngambil keputusan yang salah"jelas Kairi.
"Kamu jahat"
"Iya aku jahat, aku minta maaf. Yang ada dipikiran aku, cuma mau buat kamu seneng. Aku selalu bilang 'terserah' bukan berarti aku gak peduli, aku ngomong gitu karena aku mikir, kalau semua yang kamu pilih itu pasti yang kamu suka. Aku gak mau kita sampe beda pilihan terus debat. Terus yang ada ada apa coba? kita pasti berantem. Aku gak mau itu sampe terjadi"
Kairi mengenggam tangan Umika, satu tangannya terangkat untuk mengusap pipi tunangannya yang basah.
"Beda pilihan disetiap pasangan itu pasti ada, Kai. Kamu gak bisa mikir kaya gitu, aku tau kamu gak mau berantem, sama aku juga gak mau kalau kita sampe berantem. Tapi kalau semua pilihan ada sama aku semua, aku takut kalau kamu nanti gak bakalan nikmatin acara itu. Aku mau kita sama sama nikmatin acara itu. Itu pernikahan punya kita, Kai. Semua pilihan seharusnya ada ditangan kita, Kai, bukan cuma Umika dan WO doank"
Kairi memeluk tubuh mungil Umika, ia mengusap punggung tunangannya itu.
"Maaf aku egois, aku cuma mikirin apa yang ada di pikiran aku"ucap Kairi.
Umika mengangguk, ia membalas pelukan Kairi.
Kairi meregangkan pelukannya "Jadi, pernikahan kita gak jadi dibatalin kan?"tanya Kairi.
Umika menggeleng "Maaf"
•Author Kiki•
APA INIII?!!
Pernikahannya dibatalkan??
__ADS_1
Q : Lah kan besok episode terakhir terus gimana donk?
A : Liat aja besok