
"Selamat datang sayang"sambut mama Kairi dengan riang setelah Umika sampai di rumahnya. Ibu dari satu anak itu langsung memeluk erat Umika.
"Tante apa kabar?"tanya Umika saat mereka selesai dalam sesi berpelukan.
"Eitsss jangan panggil tante donk panggil mama aja. Sekarang coba panggil mama".
"Mama apa kabar?"tanya Umika lagi dengan panggilan yanh disuruh oleh mama Kairi.
"Ihh kamu lucu banget sih langsung nurut aja, mama suka"ucap mama Kairi sambil mencubit pipi Umika gemas.
"Ma, Kairi juga dari tadi di sini loh"seru Kairi kesal karena dari tadi diabaikan.
"Eh iya mama lupa, lagian kamu gak keliatan ada di situ"jawab mama Kairi tanpa rasa bersalah sedangkan Kairi hanya menghembuskan nafas kasar mendengar hal itu.
"Kairi jagain Umika ya, awas aja kalau
mama tau dia lecet"ancam mama Kairi. Setelah makan siang dan mengobrol sebentar Kairi memutuskan untuk ke apartemen jadi mau tidak mau Umika juga harus pergi.
"Dikira mobil apa pake lecet segala"gumam Kairi
"Pokoknya kamu harus jagain Umika. Jangan tinggalin dia sendiri di apartemen, dia gak bisa tidur kalau gak ada orang di rumah, harus baik baik smaa Umika. Awas aja kalau kamu sampe jahat ke dia, Oh iya Umika kalau Kairi jahat sama kamu kamu lapor ke mama aja ya"ucap mama Kairi sambil mengelus pucuk kepala Umika. Kalau Umika mau kemana mana kamu harus temenin dia"jelas mama Kairi
"
Kairi yang mendengar nada suara mamanya kepada Umika yang terkesan lembut sedangkan kepadanya terkesan ketus hanya memutar bola mata malas.
__ADS_1
"Eh ingat kamu juga harus berangkat sama pulang ngampus bareng Umika jangan nyampe kamu nyuruh dia berangkat atau pulang sendiri.
"Iyaaa mamaaa cantikkk iyaaa"jawab Kairi dengan senyuman terpaksanya.
"Pinter anak mama. Yaudah kalian hati hati ya. Umika kalau butuh apa apa langsung bilang sama Kairi ya sayang"ucap mama Kairi.
Umika hanya mengangguk riang untuk menjawab nasihat yang di berikan oleh mama Kairi.
Mereka pun berangkat menuju apartemen Kairi menggunakan mobil Kairi.
*****
Selama di perjalanan hanya ada keheningan yang tercipta. Kairi dengan diamnya dan Umika yang memilih melihat ke luar jendela untuk menikmati pemandangan.
"Kamar lo pintu warna kuning, pintu warna merah itu kamar gw. Lo tenang aja di kamar lo juga ada kamar mandinya jadi lo gak usah repot ke kamar mandi yang ada di dapur"jelas Kairi.
*****
Setelah sampai di apartemen milik Kairi, Umika langsung meneliti setiap ruangan apartemen.
"Kalau lo mau makan masak aja sendiri, kalau lo gak bisa masak lo bisa pesen diluar. Lo jangan sampe ngerengek atau manja ke gw. Dan oh iya satu lagi, lo jangan ikut campur urusan gw"ucap Kairi ketus sambil berbalik badan untuk kembali ke kamarnya.
"Kairiii"panggil Umika sebelum Kairi pergi meninggalkan kamarnya. Kairi pun berbalik dan menaikan satu alisnya pertanda 'Apa'.
"Makasih ya"ucap Umika tidak lupa dengan senyumannya yang membuat semua orang gemas.
__ADS_1
Kairi hanya terdiam sebentar lalu kembali menuju kamarnya tanpa membalas ucapan terima kasih gadis itu.
*****
Pukul 5 pagi alarm di kamar gadis itu berbunyi nyaring, gadis itu masih bergelung di dalam selimut tebalnya. Ia bersiap untuk tidur kembali, namun ia ingat kalau sekarang ia tinggal di negara yang berbeda ia langsung menegakan badannya seketika dan langsung tersenyum.
"Hampir lupa kalau sekarang bukan di Paris lagi, semangat Umika"ucap Umika menyemangati dirinya sendiri
Setelah semua nyawanya terkumpul gadis itu berjalan menuju kamar mandi, berendan sebentar mungkin akan terasa menyegarkan itulah yang dipikirkan oleh Umika.
•
•
•
Sekarang Umika sudah berada di dapur. Melihat bahan bahan di lemari es yang dirasa lengkap ia memutuskan untuk membuat sarapan untuknya dan Kairi. Tidak memerlukan waktu yang banyak, akhirnya makanan Umika sudah siap. Umika memasak nasi goreng seafood untuk sarapan.
"Kairi udah bangun?"tanya Umika saat melihat Kairi yang sedang menuruni tangga. Kairi hanya melihat sekilas tanpa membalas pertanyaan dari gadis itu.
"Umika udah masakin nasi goreng buat Kairi, Kairi cobain ya"ucap Umika dengan semangat.
Kairi duduk dikursi yang ada di meja makan dan menyuapkan sesendok nasi goreng yang sudah matang. 'Enak, sangar enak'itulah yang dipikirkan oleh Kairi mengenai rasa nasi goreng tersebut.
"Enak gak? Kairi suka gak? kalau suka sama Umika bakal di masakin terus"tanya Umika bersemangat.
__ADS_1
Kairi hanya berdehem sebagai jawaban. Bohong kalau ia mengatakan tidak enak apalagi Umika yang mengatakan akan memasakan makanan dengan senang hati diam diam hati Kairi menyukai senyuman Umika.
Umika yang mendengar deheman Kairi senang bukan main, walaupun hanya deheman tapi menurit Umika itu adalah pertanda baik bagi kehidupan Umika dan Kairi