
"Mama minta kita ke rumah"
"Kapan?"
"Terserah"jawab Kairi acuh.
Ini sudah 3 hari berlalu saat Umika tertidur di mobil karena menemani Kairi berbelanja.
Saat Umika terbangun ia seperti orang linglung. Ia binggung kenapa ia bisa berada di kamar, padahal seingatnya ia sedang berada di dalam mobil bersama Kairi. Semburat merah di pipinya langsung hadir jika berfikir kalau Kairi yang mengendongnya sampai ke kamar.
Umika mau jika harus berpapasan dengan lelaki itu, tapi nyatanya lelaki iti tampak biasa saja bahkan terkesan acuh.
"Nanti malem aja gimana?"Mereka memang sedang berada di ruang tamu sambil menikmati acara TV. Jadwal kuliah mereka sama sama sedikit,
jadi mereka dapat pulang cepatbdan bersantai.
"Oke"jawab Kairi yang lagi lagi singkat.
"Ah Umika mau bikin kue dulu deh!"ujar Umika.
"Buat apa?"tanya Kairi.
"Buat dibawa ke rumah mama. Masa kita gak bawa apa apa"
"Nanti aja beli di jalan"
"Enggak deh, Umika mau bikin sendiri aja. Siapa tau mama suka, Kairi bantuin Umika yuk"ajak Umika bersemangat.
"Enggak kurang kerjaan banget sih"
"Ayo ih pasti nanti mama seneng banget, apalagi anaknya sendiri yang buatin"bujuk Umika.
"Enggak! Gw cowok ya! Gw gak suka sama yang kaya gituan"
"Sekali kali Kairi. Ayo donk"rengek Umika. Ia langsung memasang wajah memelas agar ajakannya bisa diterima Kairi.
"Ck tapi gw gak mau sampe badan gw kotor"
"Iya siap"jawab Umika semangat.
Mereka berdua berjalan menuju dapur. Umika mengeluarkan semua bahan dan alat yang dibutuhkan.
"Kairi tolong bukain tepung nya ya! Umika yang nyairin coklatnya"
Kairi tidak menjawab, ia langsung melakukan apa yang disuruh oleh Umika. Kalian masih inget gak cara anak anak yang buka bungkus jajanannya? Yang caranya jajanannya di simpen di dada terus kedua ujungnya ditarik? Ya gitulah pokoknya. Kairi ngebuka dengan cara itu. Dan kalian tau apa yang terjadi? Bungkuanya udah terbuka tapi isinya juga ikut meledak. Alhasil, hampir seluruh wajah Kairi kena sama tepung.
"HAHAHAHAHA"tawa Umika meledak saat melihat wajah Kairi yang dipenuhi oleh tepung ditambah lagi wajah melonggo Kairi. Satu kata 'Lucu'.
Kairi masih diam dengan wajah melonggonya. Tentu saja ia masih syok atau mungkin kaget. Dia langsung sadar saat mendengar tawa Umika yang tidak berhenti tapi malah menjadi jadi.
Dengan jahilnya ia mengambil tepung dengan genggaman tangannya dan di lempar ke arah Umika. Umika yang sedang tertawa seketika langsung diam.
"Kairi! Kok wajah Umika dikasih tepung juga sih?!"protes Umika langsung.
Kairi mengangkat bahu tanpa rasa bersalah "Salah sendiri kenapa ketawa"
"Kan lucu tau"
"Lo juga"Kairi tak mau kalah, ia langsung tertawa keras setelah mengatakan itu.
__ADS_1
"Ih awas ya!"Umika tak mau kalah, ia mengambil bungkusan tepung itu mengambil dengan genggaman tanganya lalu dicipratkan ke arah baju Kairi. Sama seperti Umika Kairi yang sedang tertawa langsung diam. Ia tak mau kalah lagi, ia mengambil kembali bungkusan tepung itu.
Terjadilah acara rebut tepung dan saling menjahili satu sama lain. Mereka sama sama tertawa keras melihat tubuh mereka masing masing.
"Udahan ah! Umika capek"keluh Umika, ia masih berusaha menghentikan tawanya.
"Lagi seru nih! Lanjut ayo!"ternyata Kairi masih menikmati kejadian itu.
"Tadi katanya gak mau badannya kotor. Eh sekarang malah ketagihan bikin badan kotor"ejek Umika.
"Bukan ketagihan! gw seneng liat badan lo kaya badut"bela Kairi.
"Kairi gak sadar diri! Kairi juga kaya badut kok. Wlekk!"ejek Umika sambil mwngulurkan lidahnya. Bukannya marah Kairi marah tertawa melihat ekspresi wajah Umika.
*****
Waktu yang seharusnya singkat menjadi sangat lama karena candaan mereka.
Brownies coklat buatan mereka, ah mungkin buatan Umika, karena Kairi hanya ikut menjahili saja. Setelah aksi saling lempar tepung Umika menyerah dan berhenti, sedangkan Kairi yang awalnya tidak mau harus ikut berhenti. Sebagai gantinya selama Umika memasak ia menjahilinya terus.
"Kairi jangan di makan terus donk! Ini kan buat mama"Umika memukul tangan Kairi saat lelaki itu terus mencomoti kue.
"Gw suka"Kairi hanya acuh dan terus mencomoti kue itu.
"Iya Kairi tapi nanti habis! Kalau mau makan nanti aja di rumah mama"
"Udah ah! Umika masukin aja kuenya biar gak dimakan lagi sama Kairi"ucap Umika sambil memasukan potongan kue ke dalam kotak makan.
"Gak usah protes ya! Ini buat mama bukan buat Kairi"sergah Umika saat tau Kairi akan memprotes kegiatannya yang sedang memasukan potongan kue ke dalam kotak makan.
"Yaudah bikinin buat gw"titah Kairi.
"Udah ah! Umika mau ganti baju dulu!"ucap Umika kemudian berlari mwnuju kamarnya.
"UMIKA BUATIN GW KUENYA!!"teriak Kairi saat ditinggal pergi oleh Umika.
"BIKIN AJA SENDIRIII"teriak balik Umika. Umika merasa senang karena dapat menjahili Kairi, Kairi tentu mendengar itu lansung menghembuskan nafas kasar.
*****
Mereka melonggo saat keluar dari kamar bersamaan. Padahal mereka tidak janjian untuk memakai baju dengan warna yang sama.
[Warna baju UmiKai warna putih dengan Kairi yang memakai celana hitam sedangkan Umika memakai rok hitam]
"Lo ngikutin gw ya!"tuduh Kairi.
"Kairi yang ngikutin Umika"balas Umika tak mau kalah.
"Lo!"
"Kairi!"
"Lo!"
"Kairi!"
"Kok nyolot sih?!"
"Kairi juga"
__ADS_1
"Ck udahlah ayo buruan"
"Bentar, Umika ngambil dulu kuenya"
*****
"Duh Umika sayang, mama kangen sama kamu"ucap Misuzu [mama Kairi] sambil memeluk tubuh Umika. Misuzu memang sudah siap menyambut mereka saat Kairi mengirim pesan sedang berada di perjalanan.
"Umika juga kangen sama mama"cengir Umika.
"Anak sendiri dianggurin"sindir Kairi, karena hanya Umika yang dipeluk oleh mamanya.
"Gak usah cemburu gitu, sini sini mama peluk"ucap Misuzu lalu memeluk Kairi.
"Eh mama baru sadar"Misuzu melirik pakaian Kairi dan Umika.
"Kenapa ma?"tanya Kairi binggung. Umika juga menunjukan ekspresi binggung seperti Kairi.
"Baju kalian sama! lucu banget sih! mama suka"ucap Misuzu riang. Ia menampilkan senyum saat melihat penampilan Kairi dan Umika.
"Gak sengaja ma"ucap Kairi sambil memutar bola mata malas.
"Gak usah malu malu gitu kamu"
Kairi mengercutkan bibirnya.
"Apaan sih kamu gak usah gitu deh"ucap Misuzu saat melihat ekspresi anaknya itu.
"Mama Umika bawain brownies buat mama"Umika menunjukan paper bag yang isinya tempat makan berisi brownies coklat tadi.
"Wahhh makasih sayang, kamu buat sendiri?"
"Iya ma, Umika dibantuin sama Kairi juga"ucap Umika sangat semangat, sedari tadi senyumannya tidak luntur sama sekali.
"Beneran? Padahal kalau di rumah gak pernah tuh Kairi ngebantuin mama"Misuzu menatap anaknya sambil cemberut.
"Itu cuma terpaksa kali ma"balas Kairi.
"Terpaksa apanya coba? Siapa sih yang asik main lempar tepung sampe gak mau berhenti?"ejek Umika.
"Siapa? Orang gw gak ngapa ngapain"bantah Kairi.
"Mama tau gak? Tadi Kairi semangat banget ngajak main tepung, terus mau aja Umika diajak ngambil barang yang diperluin. Oh iya, Kairi juga jail banget tau ma! Umika dijailin terus pas lagi bikin brownies. Kair juga bilang kalau brownies bikinan Umika... mphhh"Kairi membungkam mulut Umika dengan tangannya sampai gadis itu menepuk nepuk tangan Kairi.
"Kairi lepasin! Kasian itu Umika nya"ucap Misuzu kepada Kairi.
"Biarin aja ma! Udah biasa, malah seneng dia kalau diginiin"Kairi tertawa saat melihat ekspresi wajah Umika saat mulutnya dibungkam olehnya. Karena kasihan ia melepas bungkaman tangannya.
"Kairi! Umika jadi susah nafas tau!"protes Umika.
"Mulut lo ember tau gak"
"Kan emang fakta"
"Dih apaan? Mitos!
"Fakta!"
"Gw bungkam lagi nih mulut lo"ancam Kairi. Umika langsung menutup mulutnya sendiri dwngan tangannya. Ia menggelengkan kepalanya pertanda ia tidak mau. Hal itu membuat Misuzu dan Kairi gemas
__ADS_1
Muwehehe jan lupa like, komenya😆