
90 komen...
#MyLittleGirlFriend
#MLGF
Episode 22
•
•
•
"Umika?"
"Selamat pagi"sapa Umika, bibir pucatnya tersenyum tipis.
"Mik, kamu beneran udah sadar? Mik?"lelaki itu benar benar tidak percaya, ia langsung memeluk Umika, seakan melupakan keadaan Umika.
"Kairi sakit"rintih Umika. Seakan teringat, Kairi langsung melepaskan pelukannya.
"Maaf Mik, aku lupa. Maaf, maaf, maaf banget. Mana yang sakit? bentar aku panggil dokter"Kairi langsung memencet tombol darurat yang berada di dekat brangkar Umika "Kamu tahan ya, bentar lagi dokter bakal datang"lanjutnya. Nadanya sangat tersirat akan kekhawatiran.
"Selamat karena pasien sudah sadar dan melewati masa kritisnya. Setelah ini kita akan menjalankan perawatan kesehatan, luka dalamnya belum sembuh. Jadi, pasien jangan melakukan hal yang berat dan jangan terlalu banyak tersentuh"
"Dokter bisa periksa lagi? tadi saya gak sengaja megang perutnya dok"pinta Kairi.
"Kairi gak usah lebay, Umika gak apa apa"tolak Umika pelan.
"Kamu diem. Aku lagi ngomong sama dokter"balas Kairi.
Dokter itu tersenyum kecil.
"Tidak apa apa, tadi sudah saya periksa. Jangan di ulangi lagi, jika perutnya tertekan maka daranya akan keluar lagi, karena lukanya belum mengering"
Tak lama kemudian orang tua Umika dan Kairi sampai, tadi saat menunggu dokter Kairi memang sempat menghubungi mereka.
"Umika, akhirnya kamu sadar sayang. Mama kangen banget sama kamu"Masaki langsung mengelus pucuk kepala Umika dan mencium keningnya.
"Umika juga kangen sama mama"balas Umika.
Setelah Masaki, Aldriano dan kedua orang tua Kairi secara bergantian mendekati Umika. Mereka mengucapkan beribu kata senang kepada Umika.
"Maaf tadi tangannya aku tepis, aku kira mama yang ngusap kepala aku"
"Berarti, kalau memang itu mama. Bakalan kamu tepis?"tanya Misuzu.
"Kairi lagi mellow sama Umika ma, jangan nganggu"ketus Kairi.
Umika tersenyum kecil "Gak apa apa Kairi, Umika ngerti kok"
"Maaf gara gara aku, kamu jadi kaya gini"ucap Kairi penuh sesal, tangannya mengenggam tangan Umika dengan erat.
"Kairi gak salah kok"
"Kamu bodoh banget sih, waktu itu aku nyuruh kamu tetep di mobil. Kenapa keluar coba? kan hasilnya kamu jadi ketusuk gini"
"Kairi yang bodoh, gak tidur berapa hari hah? liat tuh kantung matanya item udah kaya panda. Ini juga badannya makin kurus, emang gak ada yang kasih makan? Ih jelek banget, gak ganteng lagi. Masa Umika cantik, Kairinya jelek sih"
"Dia emang bandel Mik. Disuruh makan gak mau, di suruh tidur gak mau. Pokoknga segala gak mau. Maunya cuma sama kamu doank"sela Misuzu sebelum Kairi menjawab.
__ADS_1
"Jangan jangan Kairi juga jarang mandi ya? ish jorok ih! sana sana, nanti Umika ketularan bau lagi"
Kairi mendengus kasar "Kamu malah gak mandi seminggu bocah"
"Tapi, Umika tetep wangi, tetep cantik"sombong Umika.
"Bangun bangun, songongnya nambah ya"Kairi mencubit kedua pipi Umika gemas.
"Dunia milik berdua"sindir Aldriano.
Umika terkekeh geli, lalu kembali menatap Kairi "Mandi sana, biar gantengnya balik lagi"
"Mandiin"rengek Kairi manja.
Misuzu langsung menoyor kepala Kairi "Sejak kapan kamu manja manjaan gini? belum sah tapi udah minta dimandiin aja"
"Mama sewot mulu dari tadi"ketus Kairi.
"Udah Kairi, sana"
"Kamu ngusir aku? gak kangen emang?"
"Enggak"jawab Umika polos.
"Kemaren ditusuk pisau, besok besok aku tusuk pake gergaji"sinis Kairi.
"Silahkan aja, tapi jangan nangis nangis lagi"jawab Umika.
Kairi berdengus kesal, ia langsung berlalu ke kamar mandi yang ada di ruangan Umika.
"Kamu gak bawa baju Kairi. Pulang sana, mandinya di rumah aja"ucap Misuzu.
"Mama gak bawain?"tanya Kairi.
*****
Saat Umika menoleh, ia melihat Kairi yang sedang tersenyum ke arahnya sambil membawa sebouquet bunga mawar ditangannya.
"Nah, gini donk udah ganteng kan"ucap Umika saat Kairi sudah berada di sampingnya. Penampilan Kairi kini terlihat lebih fresh.
"Aku emang ganteng"ucap Kairi sambil memberikan bunga yang ada di tangannya.
"Bunganya cantik, kaya Umika"Kairi terkekeh geli mendengar ucapan Umika.
Kairi melirik bubur yang berada di atas nakas "Ini makanan kamu? kenapa gak dimakan?"
"Udah tadi, tapi cuma satu suap. Gak enak rasanya hambar, Umika mau muntah rasanya"
"Kan emang gak boleh makan yang aneh aneh dulu, di makan lagi ya? Ntar cepet sembuh, jadi bisa makan yang enak lagi"bujuk Kairi. Kairi menghela nafas saat dulu Umika sakit, sama seperti sekarang ia sangat susah untuk disuruh untuk makan.
"Umika udah gede sayang, makan lagi ya? mau disuapin sama Kairi?"tanya Misuzu, ia juga sebenarnya sudah lelah untuk membujuk calon menantunya ini untuk makan.
"Aku suapin ya?"tawar Kairi.
Umika mengerucutkan bibirnya, terpaksa ia mengangguk pelan. Kairi tersenyum, ia mengambil makanan Umika.
"Padahal aku ambil buburnya cuma seujung sendok loh, masih ada dikurangin"gerutu Kairi. Kairi padahal hanya mengambil seujung sendok bubur. Tapi, saat disuapkan kepada Umika, Umika hanya memakan seperempat sendok.
"Yang penting dimakan"balas Umika.
"Mama keluar aja deh, mending nyamperin papah daripada jadi nyamuk"ucap Misuzu sambil berdiri "Kairi jagain Umika, Umika juga jangan ngerepotin Kairi"
__ADS_1
"Iya ma"balas mereka kompak.
"Umika tidur berapa hari?"twnya Umika di sela sela makannya. Ia memang belum menanyakan ini kepada siapapun.
"Hampir seminggu"jawab Kairi.
"Kairi sedih?"
Kairi menghela nafas "Apa perlu kamu nanya kaya gitu? kamu mau tau betapa senengnya aku pas kamu udah sadar? jujur sampai sekarang aku masih gak percaya Mik tentang kejadian seminggu ini. Tapi, akhirnya Tuhan ngabulin semua doa aku"
"Kalau ternyata ini cuma mimpi gimana?"
"Aku harap bisa tidur terus, biar selalu liat kamu"
Umika terkekeh "Mana bisa kaya gitu"
"Bisa. Apa gunanya obat penenang?"
"Ntar kalau banyak minum obat tidur, terus overdosis mati gimana? gak takut?"
"Yang penting bisa tidur"balas Kairi.
"Gila"cibir Umika.
"I want a kiss"pinta Kairi.
"Gak mau"
"Pleasee"pinta Kairi.
"Pipi?"
Kairi tersenyum "Bibir"
"No"Umika langsung mengeleng.
"I want your lips, Mik. Please"
Umika mendengus "Sekali" Kairi mengangguk semangat "Just a minute"lanjutnya.
"Oke"balas Kairi semangat.
Setelah mendapat persetujuan, Kairi langsung memajukan wajahnya. Bibir mereka menempel sampai beberapa detik. Umika akan melepaskan ciumannya, tapi tangan Kairi dengan cepat menahan kepala Umika. Kairi mulat mengecap lembut bibir Umika, lalu berubah menjadi ******* lembut. Sesekali ia mengigit kecil bibir bawah Umika agar sang empunya membuka mulutnya. Umika hanya pasrah dan membuka mulutnya.
Saat Umika akan membalas ciuman Kairi, tiba tiba pintu ruangannya terbuka.
"YAAMPUN! MATA SUCI GW"
"INI RUMAH SAKIT WOYY!!! MAU MESUM CARI HOTEL SANA!"
Noel dan Banjou sama sama berteriak heboh. Alay, seperti baru melihat adegan berciuman. Bahkan, Kairi pun tau mereka pernah melihat adegan yang lebih senonoh walau hanya dari vidio.
Kairi terpaksa melepas ciuman mereka, sedangkan Umika. Wajahnya sudah sangat merah bagai kepiting rebus.
"Sialan! pulang sono. Kalau gak gw tendang kalian berdua dari sini"ancam Kairi.
"Gitu ya, kalau orang lagi enak enaknya di ganggu"Banjou mengangguk ngangguk seolah sedang berfikir.
Noel dan Banjou refleks keluar dari ruangan Umika saat Kairi mengangkat vas bunga yang ada di atas nakas sebelah brangkar Umika.
•Author Kiki•
__ADS_1
Di episode ini kalian wajib komen!
Yang gak bisa komwel, Plish deh bikin pantun atau apa kek yang bisa bikin Kiki klepek klepek :v (Buat cowok atau cewek)mood