
#MyLittleGirlFriend
#MLGF
Episode 23 [Kantor polisi]
•
•
•
"Kenapa Mik?"tanya Kairi saat sudah berada di sebelah Umika. Tadi saat sudah pulang sekolah, Kairi langsung tancap gas ke rumah Umika. Ia sangat penasaran dan khawatir jika terjadi apa apa.
"Kairi tau kan kalau pelaku semua ini Tsukasa kan? Kairi juga tau kan kalau Tsukasa udah dipenjara?"tanya Umika langsung.
Kairi menghela nafas "Jadi kamu udah tau?"
"Jadi, Kairii beneran udah tau semuanya? Terus kenapa gak ngasih tau Umika?"
"Bukannya aku gak mau ngasih tau Mik, aku cuma gak kau kamu kepikiran aja"
"Kairi gak bisa mikir gitu. Ini juga berkaitan sama Umika! Jadi, Umika berhak buat tau"
"Iya aku minta maaf"Kairi mengenggam tangan Umika.
"Umika mau nenggok Tsukasa"
Kairi langsung menatap Umika "Gak Mik! gak boleh!"tolak Umika langsung.
"Kalau Kairi gak ngizinin, Umika bisa kesana sendiri"
"Gak boleh"Kairi menggeleng keras.
"Umika mau ketemu Tsukasa. Umika mau denger penjelasan dari Tsukasa, Umika mau tau kenapa Tsukasa ngelakuin ini semua sama Umika"
"Semua udah jelas, Mik! dia gak terima kamu tunangan sama aku. Makannya, wanita gila itu ngelakukan semua ini!"Kairi kembali emosi saat mengingat kejadian itu.
"Umika tetep mau liat Tsukasa"
Kairi diam, ia tak berniat membalas ucapan Umika "Kairi, please..."
"Setelah kamu sembuh"balas Kairi.
"Umika maunya besok"
"Pas kamu sembuh atau gak sama sekali!"
Umika menghela nafas "Oke oke"
"Jadi, kamu nyuruh aku kesini cuma buat ini?"Umika mengangguk polos.
"Asal kamu tau, Mik. Aku kesini tuh ngebut, eh pas nyampe cuma ngebahas hal yang gak penting kaya gini?!"ketus Kairi.
"Kairi! ini tuh penting tau!"
"Gak sama sekali!"
Umika mendengus kesal, ia kesal dengan ini semua. Kairi pun dibuat kesal dengan ini semua.
*****
"Kairiii... ayooo!"
"Kairii ih! ayo buruan Umika udah siap dari tadi"ucap Umika kesal.
Hari ini adalah hari dimana Umika akan menemui Tsukasa. Tapi, yang membuat Umika kesal adalah Kairi yang berpura pura untuk tidak mendengar ajakan darinya. Padahal kemarin lelaki itu menyetujuinya, walaupun terpaksa.
Umika mengoyangkan badan Kairi "Kairii..."
"Apa sayang?"balas Kairi santai
Umika berdecak "Ih ayo!"
"Mau kemana sih?"
__ADS_1
"Kairi jangan pura pura lupa ya! kan sekarang kita mau ketemu sama Tsukasa"
"Mager. Mending tidur"Kairi menidurkan dirinya dengan paha Umika sebagai bantalan. Tadinya Kairi sedang duduk anteng sambil berpura pura tidak mendengar rengekan Umika. Tapi gadis itu keukeuh untuk mengajaknya pergi ke tempat Tsukasa.
"Kairi udah janji loh!"ingat Umika.
"Kapan?"
"Kemaren, Kairi bilang iya iya"
"Bilang iya doank kan? bukan janji"
"Sama aja! pokoknya sama sama janji!"
Kairi berdecak "Ish! ngapain sih kesana? enak di sini tiduran, biar kamu lebih sehat juga"
"Umika tuh udah sembuh sesembuh sembuhnya! Waktu itu, Kairi bilang kalau kita kesana pas Umika udah sembuh. Sekarang, pas Umika udah sembuh Kairi malah gak nepatin janjinya"sungut Umika.
"Besok deh"tawar Kairi sambil mengenggam tangan Umika.
"Enggak ada besok besok. Pasti pas udah besok Kairi nawar lagi biar liatnya lusa, terus aja gitu sampai Tsukasa bebas"ketus Umika.
"Ide yang bagus"balas Kairi kelewat santai.
Dengan kesal Umika mencubit hidung Kairi lama "Rasain nih! biar gak bisa nafas sekalian!"
Kairi menarik tangan Umika yang sedang menjepit hidungnya "Tega banget. Ntar kalau aku gak bisa nafas, terus mati gimana? Kamu mau nikah sama siapa?"
"Umika mau nyari lagi! secara Umika tuh cantik pasti banyak yang mau"ucap Umika.
Dengan gemas Kairi mencupit kedua pipi Umika, badan Umika sedikit membungkuk karena Kairi mencubit sekaligus menarik pipi Umika ke bawah "Ganjen sekarang, siapa yang ngajarin hm?"
"Lepas ih! Sakit tau!"
Kairi melepas cubitannya, lalu bertanya lagi "Siapa yang ngajarin hm?"
"Banjou!"jawab Umika polos.
Kairi berdecak "Liatin aja tuh orang! besok bakal gw bantai"
"Nunduk dulu"
"Ngapain?"
"Nunduk aja, mau kesana kan?"Umika mengangguk "Yaudah nunduk"lanjutnya.
Umika menundukan kepalanya, ternyata Kairi langsung mencium Umika. Setelah beberapa detik bibir mereka menempel, Umika melepaskan bibirnya dari bibir Kairi tanpa adanya *******. Untuk kali ini, Kairi tidak menahan tengkuk Umika.
"Nyebelin! mesum!"
Kairi mengangkat tubuhnya, memposisikan seperti semula lalu mengangkat bahunya acuh "Kesempatan. Anggap aja rezeki anak ganteng"
"Gak usah nyebelin gitu, katanya mau ketemu sama tuh cewek. Jadi gak?"tanya Kairi
"Dia punya nama Kairi"
"Bodoamat"balas Kairi. Ia memang malas jika mendengar apalagi harus mengucapkan nama Tsukasa. Entahlah, emosinya selalu meluap saat mendengar nama itu.
*****
"Kenapa gak turun?"tanya Kairi saat mereka sudah sampai di kantor polisi. Ia hendak keluar dari mobil, tapi ia heran. Umika masih diam tak bergerak untuk keluar dari mobil.
"Pengen dibukain pintunya?"tanya Kairi lagi.
"Ck, Umika kok deg deg an gini ya?"balas Umika.
"Deg deg an gimana? ayo buruan! biar cepet pulang"
"Bentar Kairi! Umika gugup tau!"sungut Umika.
"Tadi waktu ngajak maksa terus, pas dijalan disuruh ngebut. Giliran udah nyampe malah gak mau turun!"ketus Kairi.
"Lima menit aja Kairi"
"Makannya nurut, kalau dibilangin gak usah kesini ya gak usah"
__ADS_1
"Kairi berisik banget sih?! mending Umika keluar sendiri"sungut Umika membuka mobil lalu melenggang pergi sendiri.
Kairi mendengus kasar melihat perilaku Umika. Bukankah ia yang tadi tidak ingin turun? tapi lihatlah sekarang kenapa ia malah meninggalkan Kairi? dengan langkah malas, Kairi mengikuti Umika dari belakang.
Umika duduk dengan gelisah, ntah kenapa ia sangat gugup. Padahal sedari tadi ia yang meminta agar pergi ke sini.
Umika mendongkak kedepan saat kursi yang didepannya bergerak. Disana, Tsukasa yang kelihatan memakai baju khusus tahanan sedang memandangnya datar. Polisi yang tadi mengantar Tsukasa mundur kebelakang untuk memantau. Kairi langsung mengenggam tangan Umika yang berada di bawah sana. Saat ini Umika dan Kairi duduk bersebelahan, sedangkan Tsukasa duduk di depan Umika, jarak mereka hanya dipisahkan oleh meja.
Umika mencoba tersenyum "Apa kabar?"tanya Umika lembut kepada Tsukasa.
Tsukasa tersenyum kecut "Pertanyaan lo, seolah ngejek gw"
Umika mencoba tersenyum lagi, ia tidak memiliki alasan untuk membalas perkataan Tsukasa. Saat ini ada hal yang lebih penting untuk ditanyakan "Kenapa?"
Tsukasa mengeryit, tidak mengerti apa yang diucapkan oleh Umika.
"Kenapa Tsukasa ngelakuin semua itu?"lanjutnya.
"Gw yakin, Kairi pasti udah ngasih tau semuanya"ketus Tsukasa.
"Umika mau denger dari Tsukasa langsung"
"Gw ngerti sama akal busuk lo! lo mau buat seolah olah gw yang paling jahat disini dan lo? lo seakan akan paling tersakiti. Dasar munafik ya lo!"
"Jangan kasar sama cewek gw!"tekan Kairi.
Umika langsung mengelus bahu Kairi agar tidak emosi "Kairi diem, ini urusan Umika"ucap Umika. Tsukasa melihat sinis pandangan didepannya ini.
"Umika gak tau apa yang dipikirin sama Tsukasa. Emang kalau Tsukasa ngebunuh Umika, Kairi bakal balik lagi sama Tsukasa?"
"Lo pikir gw bodoh?! lo yang bego, tolol! sekiranya, walaupun Kairi gak bakalan balik lagi sama gw, perusak kaya lo harus mati dan hilang dari muka bumi ini. Lo gak tau rasanya ditinggalin sama Kairi dan milih cewek bego kaya lo!"
Umika menepuk bahu Kairi, mengisyaratkan agar lelaki itu tetap diam "Kayanya ada yang salah di sini, yang bego Umika atau Tsukasa? Tsukasa gak mau kehilangan Kairi, tapi Tsukasa malah ngelakuin hal yang gak bener. Emang siapa yang mau jadi pacar bekas orang lain?"
Kairi diam, ia tak menyangka tunangannya akan bicara seperti itu. Sepertinya tunangannya memang bukan bocah lagi.
"KURANG AJAR LO YA SIALAN! KATA SIAPA GW BEKAS ORANG LAIN HAH?!"teriak Tsukasam sambil mengebrak meja. Bahkan, polisi yang memantau di belakang pun maju beberapa langkah guna menghindari hal yang tidak diinginkan.
"Ciuman sama bos sendiri, mesra sama bos sendiri, bahkan ngelakuin hal yang gak senonoh sama bos sendiri. Apa itu pantes? apa salah kalau Umika bilang Tsukasa bekas orang lain? apa salah Kairi ninggalin Tsukasa? semua kesalahan ada di Tsukasa. Tsukasa gak bisa terus nyalahin Umika"
Tsukasa menutup wajahnya dengan kedua lengannya, ia terisak. Umika yang melihat itu, merasa iba.
"Asal lo tau, gw gak pernah bahagia sama semua itu, gw tersiksa. Karir model gw tergantung sama bos sialan itu. Cara satu satunya buat nahanin semua impian gw buat jadi model dengan nurutin semua permintaan bos sialan itu. Gw gak ada pilihan lain"ucap Tsukasa disela tangisnya.
"Gw sempet mikir, kelakuan gw ini bakal bikin Kairi kecewa. Tapi gw gak nyangka, Kairi bakal tau secepat ini dan langsung cari penganti tanpa mau denger alesan gw dulu. Gw juga sakit, Mik. Gak ada yang mau jadi temen cerita gw, gak ada yang mau dengerin semua keluh kesah gw"lanjutnya.
"Kalau lo mau tau kenapa gak ada orang yang mau deket sama lo, lo harus inget apa yang udah lo lakuin selama ini. Sifat sombong lo, semena mena, lo gak bisa lupain semua sifat jahat lo. Pantes semua orang benci sama lo, sifat lo emang pantes buat dibenci"balas Kairi datar.
Mendengar ucapan Kairi, Tsukasa semakin terisak. Ia menghapus air matanya kasar dan mendongkak kearah Umika "Maaf"
Umika membelalakan matanya tidak percaya. Benarkah tadi Tsukasa meminta maaf?
Tsukasa menghapus air matanya, walaupun sebenarnya itu tidak akan berguna karena akan keluar lagi "Gw minta maaf, terserah lo mau maafin gw atau gak. Gw udah sadar sama semua kesalahan gw. Sekali lagi maaf"
"Apa hal jahat yang udah lo pikirin di otak lo itu?"ketus Kairi.
Tsukasa menghadap Kairi, tersingung memang tapi ia tidak bisa apa apa. Pantas jika Kairi memang tidak mempercayainya "Gak ada. Gw emang niat buat minta maaf Kai. Maaf"
"Umika maafin"sela Umika sebelum Kairi menjawab lagi.
"Mik!"protes Kairi.
Umika tidak menghiraukan protesan dari Kairi "Umika maafin Tsukasa, tapi Tsukasa jangan gitu lagi ya?"
"Apa yang bisa gw lakuin kalau gw ada dipenjara? Tapi makasih, lo terlalu baik buat maafin gw"balas Tsukasa.
Kairi langsung berdiri dan mengenggam tangan Umika, mengisyaratkan agar segera berdiri "Ayo pulang!"
"Kairi maafin Tsukasa dulu"
"Gak sudi"Kairi langsung menarik Umika pergi. Umika yang merasa tidak enak hanya tersenyum ke arah Tsukasa dan Tsukasa memakluminya.
Setelah itu mereka pulang ke apart Kairi, di perjalanan tidak ada yang membuka suara. Kairi diam dengan menahan emosinya, sedangkan Umika diam karena ingin Kairi meredam emosinya.
•Author Kiki•
__ADS_1
Huhu gak bermaksud buat kalian kesel tapi mangatoon nya lagi eror dari tgl 8-9 kemarin udah up tapi gak berhasil" udah di coba 5 kali baru bisa hiks😢