
Boom part !!!
"Nanti Kairi mau makan sama apa? Request aja ke Umika pasti dibikinin kok"ujar Umika semangat.
Sekarang mereka sedang berada di apartemen Kairi, TV di apartemen itu menyala tapi hanya Umika yang menontonnya karena Kairi sudah terjun ke dunia game nya. Umika berniat memasak makan malam untuk Kairi namun ia binggung makannya ia bertanya pada Kairi.
"Emang kalau gw ngasih request lo bakal bisa masaknya?"tanya Kairi dengan pandangan masih sibuk dengan game nya.
"Umika bisa masaknya tapi kalau soal resep Umika bakal liat google"
"Idihh apaan liat google, gak yakin gw kalau lo bakal bisa"ketus Kairi
"Kairi jangan ngeremehin Umika ya, gini gini juga Umika bisa masak. Rasanya juga gak buruk kok"
"Iya enggak buruk cuma gak enak"ketus Kairi
-----
Kairi : Eh kok gw malah ngomong gitu ya? Ntar kalau gak dimasakin lagi gimana?
Author : Salah sendiri_-
Kairi : Pokoknya kalau Umika gak mau masakin lagi, lo juga jangan makan!
Author : Lah kok gitu sih?
Kairi : Terserah gw donk
Author : Tapi...
Kairi : Gak nerima penolakan!
Author : Punya aktor gini gini amat_-
-----
"Terserah Kairi mau ngomong apa, lama lama ngeselin juga. Yang penting sekarang Kairi mau makan apa?"tanya Umika
"Masakim gw salmon, terserah mau diapain sama lo tapi harus ada salmonnya. Gw lagi pengen itu"titah Kairi sambil melirik sekilas kearah Umika lalu kembali melanjutkan game nya.
Umika mengeryitkan dahinya.
"Kairi lagi ngidam ya?"tanya Umika hati hati
"Apaan sih lo! Mana bisa gw ngidam baka"bentak Kairi
"Yakan manakali Kairi lagi ngidam minta salmon. Seinget Umika dulu Kairi kan gak suka sama salmon"jelas Umika
"Udahlah, sekarang lo mau nanya terus apa masaka hah?!"
'Tadi katanya gak mau dimasakin sama Umika, tapi sekarang malah dipaksa'batin Umika.
Oke, sepertinya Umika harus extra sabar dalam menghadapi sifat Kairi yang songgong dan seenaknya ini.
"Ay ay kapten"seru Umika sambil memperagakan hormat kepada Kairi.
Sebelum Umika menuju kedapur Kairi sempat berucap "Inget, harus enak kalau gak enak lo habisin sendiri makanannya"setelah mengucapkan itu Kairi kembali fokus dengan game nya.
Beruntung saat Umika membuka pintu kulkas, sudah ada ikan salmon dan bahan pelengkap lain yang masih banyak. Jadi, Umika tidak perlu berbelanja ke luar.
Setelah lama berkutat dengan peralatan dapur akhirnya masakam Umika pun jadi. Ia memanggil Kairi untuk makan. Tidak banyak yang ia masak, Umika hanya membuat salmon saus tiram dan spaghetti saus salmon karena sebelumnya ia pernah memasak itu.
"Enak kan masakan Umika?"tanya Umika sambil menopang dagunya saat Kairi memasukan suapan pertama kedalam mulutnya.
"Lumayan"balas Kairi singkat, Ia akui bahwa Umika pandai memasak. Walaupun ia baru marasakan masakan Umika dua kali tapi ia sudah yakin dengan kemampuan memasak milik Umika.
"Bilang aja enak gak usah malu malu"gerutu Umika namun tak dihiraukan oleh Kairi.
"Kairi bilang donk kalau masakan Umika itu enak"pinta Umika dengan suara imutnya. Sedari tadi ia baru memakan satu suap karena terlalu fokus memperhatikan Kairi.
Kairi mendongkak untuk melihat Umika, ternyata sedari tadi ia diperhatikan oleh Umika. Ia jadi agak malu karena tadi ia hanya berkata kalau masakan Umika rasanya lumayan tapi nyatanya ia makan dengan lahap.
"Udah makan sono, jangan merhatiin gw terus. Gw udah tau kalau gw ganteng"ketus Kairi sambil menangkuo wajah Umika untuk menutupi rasa malunya.
"Ihhh tangan Kairi asin"ucap Umika dengan bibir yang mengecap rasa dari bekas tangan Kairi yang merangkup wajahnya.
"Go*lok banget udah tau masih aja di rasain"ucap Kairi yang tidak habis pikir dengan gadis yang ada di hadapannya ini.
"Cepet makan kalau gak nanti sama gw di habisin"ujar Kairi
"Ihhh jangan donk, Umika juga lapar. Kalau masak lagi capek tau"ucap Umika yang langsung memakan makanannya.
Kairi hanya berdecak pelan melihat perilaku gadis itu.
__ADS_1
*****
Jam sudah menunjukan pukul 5 pagi gadis itu sudah berkutat dengan peralatan dapur lagi. Semalam sesudah makan Kairi minta untuk dibuatkan 'Ayam kecap' untuk sarapan. Umika hanya berkata 'Siap' dengan semangat. Bukannya marah saat meminta seperti itu Umika malah senang, ia senang karena menurutnya jika Kairi meminta seperti itu maka ia sangat suka dengan masakannya.
Setelah siap dengan masakannya, Umika bergegas menuju kamar mandi karena ia ada kuliah pagi. Sebelum memasak tadi ia sudah membereskan seluruh ruangan apartemen, dia bangun lebih pagi dari sebelumnya karena tidak ingin mendapat teriakan dari Kairi yang malas untuk menunggunya.
"Kairi ngapain?"tanya Umika saat keluar dari kamar dan melihat Kairi sedang duduk santai di sofa sambil melihat TV.
"Boker"jawab Kairi singkat sambil berdiri dan bersiap ke ruang makan meninggalkan TV yang masih menyala.
"Ihhh Kairi jorok! Kairi kalah sama kucing Umika yang ada di rumah mama"ucap Umika sambil berjalan untuk mematikan TV.
Saat selesai mematikan TV Umika berbalik dan mendapati Kairi di hadapannya. Kairi menoyor kepala Umika dan langsung pergi tanpa rasa bersalah.
"KAIRIII SAKITTT! TANGGUNG JAWAB GAK MAU TAU!"teriak Umika sambil mengejar Kairi
"Tanggung jawab apaan sih? orang gw gak apa apain lo!"balas Kairi santai. Ia menarik kursi untuk dia duduki.
"Seenaknya aja Kairi noyor kepala Umika. Jidat Umika sakit tau, ini pasti merah kan"ucap Umika sambil mengusap jidatnya yang terasa nyut nyutan akibat toyoran dari Kairi. Oh jangan lupakan wajah cemberut Umika yang mengemaskan di mata orang tapi menjengkelkan di mata Kairi.
"Makannya otak tuh dipake! bukan didiemin aja di kepala"ketus Kairi sambil menyuapkan sesendok nasi kedalam mulutnya.
Umika memilih untuk tidak membalas Kairi karena perdebatan mereka tidak akan ada habisnya. Ia memutsukan untuk mengambil roti bakar yang ia buat tadi.
"Kok lo cuma makan roti? Oh lo lagi diet ya? Gak usah sok diet dietan segala! Nih nasi sama ayam masih banyak"ucap Kairi saat menyadari Umika hanya memakan roti.
"Umika gak lagi diet kok"ucap Umika sambil menggeleng cepat.
"Yaudah kalau lo gak lagi diet kenapa cuma makan roti?! Terus lo masak banyak gini buat apaan? kalau lo cuma makan itu mending ini dibuang aja"
"Umika gak bisa makan ayam, Umika alergi. Tadi malem Kairi minta dimasakin ayam kan? yaudah sama Umika dimasakin"balas Umika sambil menunduk karena tidak berani melihat Kairi. Kairi tidak habis pikir dengan pemikiran gadis ini. Jika ia alergi kenapa ia memasakannya untuk Kairi? Bisa kan dia memasak yang lain?
"Kalau lo alergi kenapa gak masak yang lain aja Umika, gak usah nurutin kemauan gw"ucap Kairi, Umika langsung mendongkak saat mendengar hal itu. Karena itulah pertama kalinya Kairi menyebut namanya.
"Umika takut kalau Kairi marah, nanti yang ada kalau Umika masak yang lain Kairi malah gak suka terus di buang makanannya. Kan mubazir"ucap Umika sambil kembali menunduk.
Kairi terdiam mendengar penjelasan gadis di depannya ini. Apakah selama ini Kairi sangat jahat sampai gadis itu berfikir sepeti itu? Kairi menginginkan ayam, tapi walaupun Umika memasak yang lain Kairi akan tetap memakannya karena ia yakin masakan Umika akan enak.
"Yaudah, kalau lo mau makan yang lain buat aja dulu. Gw tungguin"ujar Kairi
"Umika makan yang ini dulu, Umika punya kelas pagi Kairi juga kan? Daripada ntar telat"
"Ck terserah lo! Lain kali kalau gw minta dimasakin tapi lo gak bisa makannya bilang aja sama gw. ! masak cuma buat gw"ucap Kairi.
•
•
•
[Perusuh]
Ting! Ting! Ting! Ting!
Terdengar suara bel yang dipencet berkali kali membuat sang pemilik rumah berdecak kesal karena terganggu. Ia membuka pintu dan melihat para perusuh dengan cengiran kudanya. Dengan tidak tau malunya mereka masuk kedalam rumah tanpa mempedulikan sang pemilik.
"KAIRIII MAIN YUKK!!"teriak Banjou seperti anak kecil.
"KAIRI KAIRI KITA MAU NGAJAK MAINN"teriak Noel seperti Banjou.
Ya, perusuh itu adalah sahabat Kairi sendiri, yaitu Noel dan Banjou. Kairi hanya bisa mengumpat saat kedua sahabatnya berkunjung ke apartemennya. Dia sudah terbiasa mendapat teriakan jika mereka datang ke apartemennya.
Mereka memang sering berkumpul di apartemen Kairi. Selain untuk bersantai, niat mereka datang juga untuk menghabiskan isi kulkas Kairi. Oh iya! jangan lupakan keadaan apartemen Kairi setelah mereka berkunjung, kapal pecah pun kalah.
"Ck kebiasaan lo pada ya! gak usah teriak teriak pala gw pusing!"ketus Kairi.
"Hehehe maaf bos"balas Banjou dengan cengirannya.
"Kairi siapa sih yang datang?! kok teriak teriak?! berisik tau!"teriak Umika dari dapur, ia sedang sibuk memasak tapi tiba tiba dikejutkan oleh teriakan yang saling bersahutan dari arah ruang tamu.
"Temen gw"balas Kairi singkat saat Umika sudah berada di ruang tamu.
Kedua sahabat Kairi yang mendengar suara perempuan dari arah dapur langsung mengalihkan pandangan untuk melihat siapa yang berbicara tadi.
Seketika pandangan mereka menjadi sangat fokus saat seorang gadis keluar dari dapur dengan menggunakan baju lengan panjang dan celana pendek.
Noel yang meliha perempuan itu menyipitkan matanya dang setelah berhasil memgingat ia langsung berseru heboh "EHH KITA KETEMU LAGII"
"Siapa Noel?"tanya Banjou. Umika yang mendengar itu langsung meneliti Noel, ia juga menyipitkan mata untuk mengingat ingat.
"Ah iya kita ketemu lagi!"seru Umika dengan riang saat sudah mengingat Noel. Laki laki yang membantunya mencari ruang dosen.
"Kok lo bisa di sini?"tanya Noel.
__ADS_1
"Ini apartemen punya sahabat Umika pas masih kecil, yang sempet Umika ceritain pas itu"jawab Umika masih dengan nada riangnya.
"Kai lo kok gak bilang tinggal sama Umika sih?"tanya Noel pada Kairi
"Lo gak nanya"ketus Kairi.
"Oh jangan jangan lo juga udah tau siapa anak baru yang waktu itu gw ceritain yang lagi nyari ruang dosen"tuduh Noel dengan sekali tarikan nafas. Kairi hanya mengedikan bahu dan Noel tau berarti itu jawaban dari 'Iya'.
"Sialan lo Kai"ketus Noel.
"Jadi ini cewek yang waktu itu lo ceritain? Gila cantik banget"seru Banjou yang sedari tadi hanya diam mendengarkan ucapan Noel dan Kairi. "Gw banjou sahabat Kairi sama Noel. Nama lo siapa?"lanjut Banjou bertanya sambil mengulurkan tangannya.
"Hayami Umika, panggil aja Umika"balas Umika sambil menerima ulurna tangan Banjou.
"Kairi makanannya udah jadi, makan yuk! Eh Umika masak banyak jadi kalian juga ikut makan yuk"ajak Umika.
Kedua sahabat Kairi itu langsung berbinar saat ada yang menawari mereka makan.
"Ehhh apaan sih! gak ada yang namanya numpang makan"protes Kairi tidak terima.
"Elah pelit banget sih lo Kai! yang masaknya aja nawarin kita buat makan, masa lo yang tinggal makan ngelarang kita!"ketus Noel.
"Terserah gw donk ini juga apartemen gw"ketus Kairi tak mau kalah.
-----
Author : Ribut terusss...
Noel : Tuh si Kairi yang duluan!
Kairi : Enak aja lo main nyalah nyalahin gw ya!
Noel : Lu tuh yang harusnya ngalah soalnya kan yang masak Umika bukan lo!
Kairi : Harusnya lo yang malu masa dateng ke rumah orang cuma buat makan!
Author : Kaliaannnnn...
Noel + Kairi : Diem lu!
Author : 😒
-----
"Udahhh kok malah berantem sih, Kairi biarin aja temennya di ajak makan. Lagian makanannya banyak kok, Umika jamin makanan Kairi gak akan kurang"ucap Umika
"Ck terserah"ketus Kairi dan langsung pergi ke ruang makan.
Noel dan Banjou bersorak riang saat melihat Kairi kesal, memang tujuan mereka adalah membuat Kairi kesal. Sedangkan Umika hanya tersenyum geli saat melihat Kairi yang kesal.
*****
"Gabut nih! Main apaan kek yang asik tapi santai"seru Banjou. Mereka sekarang sedang berkumpul di ruang tamu. Selesai makan tadi sang perusuh langsung meninggalkan dapur tanpa membantu membereskan. Kairi yang melihat itu langsung berteriak, tapi ya pada dasarnya mereka yang tidak tau diri langsung keluar begitu saja tanpa membantu sang pemilik.
"Umika kok lo bisa imut gini sih?"tanya Banjou. Kairi dan Noel yang mendengar hal itu hanya bisa mencibir, sahabatnya itu pasti sedang menggoda Umika. Dasar ganjen!
Umika memang ikut berkumpul bersama mereka. Saat selesai membereskan peralatan makan, Umika ingin pergi ke kamarnya namun di ia diajak oleh Noel. Umika awalnya menolak ajakan Noel, tapu Noel tetap memaksa. Umika hanya pasrah lalu ikut berkumpul bersama mereka.
"Iya donk, Umika kan masih muda jadi masih imut"jawab Umika. Banjou yang mendengar jawaban Umika langsung tersenyum geli. Yaampun biasanya cewek yang ditanya seperti ini akan membalas 'Apaan sih kamu' atau 'Kamu ini ada ada aja'. Tidak semua memang tapi rata rata seperti itu. Tapi tidak dengan Umika yang polos ini, dengan pedenya ia menjawab kalau ia benar benar imut. Satu kata 'Menggemaskan'.
"Bisa aja lo hahaha, tapi ni ya kan lo udah kuliah tapi muka lu kaya anak SMA baru lahir"
"Go*lok! Bayi baru lahir kali! Mana ada anak SMA baru lahir"ujar Noel sambil menoyor kepala Banjou. Eh jangan tanyakan soal Kairi dia hanya mendengarkan saja karena ia sudah terjun pada dunia game nya.
"Umika memang seharusnya masih SMA"balas Umika dengan nada polosnya.
"Hah beneran? emang umur lo sekarang berapa?"tanya Noel.
"17 tahun, em bentar lagi sih 18 tahun"jawab Umika.
"HA SERIUS LO?"teriak Banjou dan Noel bersamaan. Kairi yang mendengar teriakan mereka seperti sudah mulai tertarik dengan pembicaraan ini. Buktinya ia langsung mem pause game nya dan langsung menatap Umika.
"Gak usah kaget gitu sih. Tenang aja Umika masih kaya dedek dedek bayi yang gemes gemes kok hihihi"sahut Umika sambil terkikik geli.
Kairi juga sepertinya juga mengingat sesuatu. Dulu sebelum Umika pindah ke Paris, saat itu Kairi sudah menduduki bangku TK sedangkan Umika masih belum bisa sekolah karena umurnya belum mencukupi. Sampai sampai ia selalu ingin ikut Kairi ke sekolahnya, Umika selalu menangis jika Kairi tidak mengajaknya ke sekolah. Akhirnya Umika dibawa oleh Mama Kairi untuk mengantar jemput Kairi tapi hanya sebatas mengantar jemput tidak sampai masuk ke dalam sekolah.
Dulu rumah Umika dan Kairi bersebelahan ditambah kedua orang tua mereka yang sudah bersahabat dari SMA oleh karena itu sewaktu kecil hubungan mereka dan keluarga sangat akrab. Tapi mungkin sekarang hubungan Kairi dan Umika tidak seperti mereka kecil dulu.
"Terus kok lo sekarang udah masuk kuliah?"tanya Banjou. Oke sepertinya mereka sudah sangat penasaran, sampai sampai mereka mendekat ke arah Umika termaksud Kairi.
"Waktu di Paris Umika langsung dimasukin ke SD, kalau di sini mungkin belum boleh karena umurnya belum mencukupi soalnya waktu itu umur Umika masih kaya anak TK. Bisa dibilang Umika terlalu cepat masuk, gitu deh pokoknya"jelas Umika. Ketiga orang yang mendengar cerita Umika itu hanya menganngguk dengan mulut swperti huruf O.
"Kalau gini gw kaya dengerin adek gw cerita"ucap Banjou. Umika yang mendengar hal itu langsung tertawa.
__ADS_1