My Little Girl Frind

My Little Girl Frind
Kuntilanak


__ADS_3

Mumpung Kiki nggak sibuk hari ini yaudah Kiki up sekarang:)





"Enak ya lo 4 hari gak masuk kuliah"timpal Noel saat sudah berada di kantin dan duduk di sebelah Kairi.


"Gak usah di lebih lebihin! orang cuma 2 hari juga"


"Eh bego! Lo gak bisa ngitung? Sabtu, Minggu, Senin, Selasa dan sekarang hari rabu lo baru masuk. Berapa hari lo gak kuliah?!"Noel sangat semangat jika mencaci maki Kairi. Dia sangat kesal kepada sahabatnya itu, seenaknya saja menitipkan absen padanya tanpa alasa yang jelas. Jika hanya Kairi mungkin ia tidak akan terlalu kesal, lah ini ia juga menitipkan absen Umika sehingga ia harus bolak balik antar kelas design dan kelas arsitek.


"Sabtu minggu gak usah di hitung, emang libur kali"balas Kairi enteng.


"Gini niii..."


"UMIKA!"panggil Kairi. Noel berdengus kasar karena ucapannya dipotong begitu saja oleh Kairi.


Umika menolehkan kepalanya untuk mencari siapa yang memanggilnya. Umika tersenyum saat melihat siapa yang memangilnya, di salah satu meja kantin terlihat Kairi yang sedak duduk bersama teman temannya. Lelaki pirang itu melambaikan tangannya dan mengisyaratkan Umika untuk menghampirinya.


"Sini duduk"Kairi mengeser kursi yang ada di sebelahnya dan sedikit mengeser tubuh Noel untuk menjauh. Lagi lagi Noel menghembuskan nafas kasar atas perlakuan Kairi. Mau tidak mau ia harus bergeser untuk memberikan tempat pada Umika.


"Hai Noell! Hai Banjouu!"sapa Umika dengan riang.


"Hai Umika!"balas Noel dan Banjou kompak tak kalah riang. Kairi mengeryit tidak suka kepada teman temannya yang sok sok an ramah.


Banjou terkekeh geli saat melihat pandangan tidak enak dari Kairi "Mik kayanya lo juga harus sapa pangeran di sebelah lo tuh. Biar mukanya gak lecet"


"Siapa?"tanya Umika. Banjou menunjuk Kairi dengan dagunya.


"Hai Kairii!"sapa Umika, bukan hanya riang ia juga sedikit terkekeh geli.


"Ck"Kairi berdecak, mengabaikan sapaan Umika dan malah bertanya "Lo udah makan?"


"Yaelah lo cewek langsung to the point aja, ajak basa basi dulu kek"ucap Noel.


Kairi memutar bola mata malas"Basa basi dah busuk, mending langsung to the point. Dan ya gw paling anti sama yang busuk busuk kaya gitu"


"Belum. Tadinya Umika mau pesen tapi Kairi malah manggil Umika buat ke sini"sebelum Kairi dan teman temannya berdebat lagi, ia segera membalas pertanyaan Kairi.


"Noel lo belum pesen makan kan? pesen sana sekalian buat Umika!"dengan santainya Kairi malah menyuruh Noel.


"Umika bisa pesen sendiri kok"Umika merasa tidak enak pada Noel. Ia berdiri namun tangannya langsung ditarik oleh Kairi dan menyuruhnya untuk duduk kembali.


"Gak papa Mik biar gw aja yang pesen. Lo mau pesen apa?"Noel sudah terbiasa memesankan makanan untuk teman temannya, bukan hanya Noel tapi Banjou dan Kairi juga. Namun dapat yang jarang adalah Kairi, karena ia adalah orang yang sangat malas untuk bergerak.


"Samain kaya Noel aja, biar gak repot"


"Jangan pesenin makanan yang ada ayamnya"timpal Kairi sebelum Noel pergi. Noel hanya manggut mangut mengerti lalu pergi.

__ADS_1


"Udah selesai kuliahnya?"tanya Kairi.


Umika mengelengkan kepalnya.


"Belum. Tinggal satu mata kuliah lagi, tapi di mulai satu jam lagi"


"Nunggu dimana?"


"Nunggu apa?"


"Ck, lo nunggu jam selanjutnya dimana? Gak mungkin kan lo cuma nunggu di kelas doank?"


Umika membulatkan mulutnya "Kayanya di taman, biasa sambil baca novel"


Kairi mengangguk "Nanti kalau udah pulang kabarin gw, gw udah gak ada jam lagi soalnya dosennya gak ada"


"Uhukl uhukk"


"Kenapa lo? Nyawa lo ilang satu?"


"Eh sialan?!"Banjou sudah siap menoyor kepala Kairi, tapi dengan cepat Kairi menghindar sehingga Banjou hanya menoyor angin "Gw berasa jadi bunglon njir cuma numpang lewat terus sembunyi dan akhirnya ganti warna. Dan terus gak keliatan gak dianggap padahal gw ada di depan mata"gerutu Banjou.


"Tenang bro. Raga lo emang gak keliatan tapi arwah lo masih bisa gentayangan kok"Kairi menepuk nepuk bahu Banjou seakan menenangkan.


"Lo pikir gw kuntilchildren?"tanya Banjou.


"Kuntilchildren apa?"tanya Umika, ia yang sedari tadi hanya menjadi penonton tjba tiba bertanya.


"Kuntilanak"jawab Banjou dengan tawanya.


"Gini ya gw bakalan jelasin secara terperinci. Kuntil artinya apa?"


"Umika gak tau"


"Ck. Kuntil ya artinya tetep kuntil. Lanjut children artinya apa?"


"Anak"


"Nah kalau di gabung jadi apa?"


"Kuntilanak"


"Nah bwtul tuh! Hahahah pinter lo Mik"


Oke Kiki bakalan simpulin gimana ekspresi mereka masing masing. Banjou dengan tawa yang masih mengelegar, Umika dengan tampang yang serius karena masih mencerna ucapan Banjou dan Kairi yang mengeryit aneh karena Banjou tak lekas menghentikan tawanya.


Ah sungguh! Kairi sangat malu. Semua mata tertuju pada mejanya dan melohat dengan tatapan seolah bertanya 'Kenapa tuh orang gila ya?"


"Temen lo ngapa sih?"tanya Noel yang sudah kembali dengan membawa nampan berisi makanan.


"Jiwanya ngilang"jawab Kairi, Banjou masih saja belum menghentikan tawanya.

__ADS_1


"Woii! Berisik! kalau lo gak berhenti ketawa, gw sumpal tuh mulut pake nih nampan!"protes Noel.


"Sirik aja lo kalau ngeliat orang seneng"balas Banjou dengan sisa sisa tawanya.


"Wah nantangin nih orang!"Noel sudah siap mengangkat nampan setelah memindahkan makanannya terlebih dahulu.


"Apaan? Kentang?" Oke baiklah sepertinta Banjou memang meminta di smash oleh Noel.


"Udah Noel diem! Waktunya makan!"tegir Kairi seperti ibu ibu yang menyuruh anaknya makan.


Karena Banjou yang sudah merasa lapar, akhirnya ia menurut. Mereka makan dalam mangkuk masing masing.


"Kairi"semua orang mendongkak terkecuali Kairi, ia menunduk seolah menikmati makanannya.


Tanpa mendongkak pun Kairi tau siapa yang memangilnya dan ia malas melihat orang itu.


"Kairii? Aku mau ngomong"suara orang itu terdengar lagi.


Kairi mendongkak dengan tatapan tajam dan dingin, terlihat ia sangat membeci orang itu.


"Aku bisa jelasin Kai, ini cuma salah paham"kata kata klasik jika orang berbuat salah.


Kairi masih diam, ia tidak menghiraukan seseorang yang sedang berbicara dengannya. Umika, Noel dan Banjou juga diam karena ini adalah masalah Kairi. Dan mereka tidak akan membantu kalau Kairi belum memintanya.


Kairi berdiri, otomatis Umika, Noel dan Banjou pun ikut berdiri. Kairi sudah siap meninggalkan tempat itu sebelum ada tangan yang menahannya, dilanjut dengan tubuh yang ditubrukan ke badan Kairi. Ia memeluk Kairi erat.


"Lepasin"ucap Kairi dingin.


Bukannya melepaskan pelukannya, ia malah mempererat pelukan pada tubuh Kairi.


"Lepasin Sa!"bentak Kairi. Ia sudah tidak bisa menahan emosinya, sepertinya berbicara pada gadis seperti ini harus sangat keras. Tsukasa yang dibentak itu langsung melepas pelukannya pada Kairi, ia sudah cukup malu dibentak di depan umum.


Jika pasangan itu akan di perhatikan karena sifat Tsukasa yang lengket terhadap Kairi seperti kekasih yang romantis, maka mereka diperhatikan karena Tsukasa yang mengemis cinta Kairi.


"Udah lo pergi! Gw gak mau liat lo lagi!"


"Tapi Kai ini cuma salah paham, gw bisa jelasin semuanya"


"Gw gak butuh penjelasan lo! Yang gw liat udah mewakili semuanya! Gw jijik ngeliat lo!"semua orang yang berada di kantin pasti mendengar ucapan Kairi karena Kairi mengatakannya dengan cukup keras.


Sungguh Tsukasa sangat malu diperlakukan seperti itu. Tatapan semua orang tertuju pada Tsukasa. Tsukasa tau arti dari tatapan itu karena ia sering memberikannya pada gadis lain. Tatapan merendahkan, mencemooh, mengejek seolah olah dirinya lebih dari gadis lain.


Kairi tidak mempedulikan Tsukasa yang ditatap seperti itu. Ia meninggalkan Tsukasa yang sedang menahan malu.


Ah sepertinya Kairi lupa! Ia kembali ke tempatnya tadi, ia menggengam tangan seorang gadis dan membawanya pergi.


Bukan Tsukasa...


Tapi UMIKA!


Seluruh penghuni kantin termaksud sahabatnya sendiri awalnya binggung kenapa Kairi kembali dengan tatapan tidak percaya, ternyata Kairi kembali untuk mengajak Umika dan meninggalkan Tsukasa.

__ADS_1


Suara riuh tawa yang bersahutan mulai terdengar, menertawakan apa yang terjadi kepada Tsukasa. Gadis itu langsung meninggalkan kantin lewat pintu yang berbeda dengan Kairi.


Sebenarnya kiki males up tapi ya beitulah


__ADS_2