My Little Girl Frind

My Little Girl Frind
Kritis ಥ_ಥ


__ADS_3

makasih yang udah nunggu Cb Kiki...


#MyLittleGirlFriend


#MLGF


Episode 20 [Kritis]





Kairi menyandarkan tubuhnya di tembok, matanya terpejam. Sudah dua jam berlalu, tapi dokter yang menangani Umika belum juga keluar.


Orang tua Umika dan orang tuanya sudah datang sedari tadi. Tentu saja mereka kaget, terlebih lagi mama Umika, ia sangat syok.


Pintu ruangan terbuka, dengan cepat Kairi menghampiri suster yang yang keluar.


"Gimana keadaanya sus?"tanya Kairi cepat.


"Pasien masih ditangani. Pasien kritis karena mengeluarkan banyak darah, saya akan mengambil stock darah yang ada, jadi mohon jangan memperlambat"ucap suster itu lalu pergi meninggalkan Kairi.


Kairi mengacak rambutnya yang frustasi, ia tidak bisa membayangkan apa yang terjadi selanjutnya. Yang ia yakini adalah, Umika bisa selamat. Itu pasti!


Suara langkah kaki yang cepat membuat semua orang menoleh.


Noel menepuk bahu Kairi "Gimana keadaan Umika?"tanya Noel yang dibalas gelengan kepala oleh Kairi.


"Lo udah urus semua prema itu?"tanya Kairi.

__ADS_1


"Udah, tadi gw sekalian ikut ke kantor polisi"


"Ini semua disengaja"lanjut Noel yang membuat Kairi menoleh.


"Maksud lo?"


"Ini semua udah direncanain, dari bensin lo yang tiba tiba abis sampe target buat ngebunuh Umika"


"Bangsat! gw emang udah yakin dari awal, karena gw udah ngerasa isi bensin tapi tiba tiba aja habis"


"Kenapa Umika bisa jadi target?"tanya Aldriano.


Noel menatap Kairi "Karena ada yang benci sama dia"balasnya.


"Kenapa? apa selama disini Umika berbuat jahat?"tanya Masaki di sela tangisnya.


"Noel tolong jelasin! jangan setengah setengah!"ucap Misuzu.


"BANGSAT! CEWEK GILA!"teriak Kairi marah, lalu memukul tembok dengan kepalan tangannya.


"Tsukasa? Tsukasa mantan Kairi?"tanya Misuzu tidak percaya.


"Iya tan"balas Noel.


"Tsukasa mantan Kairi? terus apa hubungannya sama Umika? kenapa anak saya yang dijadikan korban?!"mama Umika semakin menangis.


"Saya belum tau alasannya, tapi polisi masih bergerak untuk menangkap Tsukasa"


"Gw harus samperin tuh cewek!"ucap Kairi marah.


"Lo jangan kemana mana! lo cukup diem disini, pikirin Umika. Urusan Tsukasa biar gw sama Banjou yang ngurus. Umika lebih butuh lo!"

__ADS_1


Kairi mencoba mengatur nafasnya, ia harus berfikir jernih. Benar, Umika lebih membutuhkan dirinya. Kairi melihat ke arah Masaki, ia tidak tega melihat wanita itu menangis. Ini semua karenanya, karena kelalaianya.


*****


Kairi mengenggam tangan Umika yang tidak di infus. Sungguh, ia tidak suka melihat Umika yang seperti ini. Lebih baik ia melihat Umika yang cerewet dan manja.


Umika sudah dipindahkan ke ruang rawat, setelah menjalankan operasi selama empat jam lebih. Kairi terus saja mengingat apa yang diucapkan oleh dokter tadi 'Tusukan pisaunya sangat dalam, bahkan beberapa ikut terkena goresan pisau. Pasien dalam keadaan kritis, kita berdoa saja semoga ia dapat melewati masa itu'


Kairi sudah menintikan air mata saat mendengar penjelasan dokter. Semua ini karenanya, ia gagal melindungi Umika. Jika saja Umika tidak turun dari mobil untuk menyelamatkannya ini semua tidak akan terjadi.


"Sayang kamu denger aku? aku mohon maaf, maaf banget gak bisa jagain kamu. Aku gagal Mik, gagal"Kairi lagi lagi menangis, ia tidak dapat melihat ini semua.


"Jangan nangis gitu, kasian Umika. Mending lo berdoa, berdoa supaya dia bisa ngelewatin semua ini. Dia butuh semangat sama doa, bukan tangisan"ucapan Noel membuat Kairi mengangkat kepalanya.


"Gw ngerti Noel, tapi ini semua salah gw. Tapi kenapa Umika yang harus kena imbasnya?"


"Kalau Umika tau keadaan lo sekarang dia pasti bakal sedih. Lo pikir sekarang, kalau lo ada diposisi Umika, terus lo yang sekarat, terus Umika nangisin lo, lo bakal tega? Lo pasti gak akan tega kan? sama Kai, Umika juga gak bakalan tega liat lo nangis kaya gini. Tuhan punya cara sendiri Kai, Dia tau mana yang lebih baik. Se ngototnya lo mau ngerubah rencana, hasilnya gak bakalan jauh dari rencana Tuhan"


"Tuha buat rencana kaya gini, supaya lo bisa kuatin Umika. Harusnya lo bersyukur, Tuhan masih baik dalam rencanaNya. Coba aja, kalau lo telat nelfon gw, semuanya bakal lebih gawat kan?"


Kairi sadar, semua yang diucapkan Noel benar adanya "Thanks"ucap Kairi singkat.


Noel menepuk pundak Kairi "Lo jangan nyiksa diri sendiri, kantin gih! daritadi lo belum makan"


Kairi mengeleng "Gw jagain Umika aja. Percuma makan, gak ada makanan yang bikin gw nafsu"


"Yaudah, gw tunggu di luar. Kalau ada apa apa lo tinggal panggil gw"setelah mengatakan itu, Noel keluar dari ruangan Umika.


"Cepet sadar sayang, banyak yang nungguin kamu"ucap Kairi sambil mengelus pucuk kepala Umika.


•Author Kiki•

__ADS_1


Jangan lupa komen ya adek adek, kakak kakak 😄


__ADS_2