
"Kairi"panggil Umika saat menjumpai Kairi yang sedang menonton TV.
Kairi hanya berdehem dengan pandangan masih fokus ke arah TV.
"Umika mau ke toko buku"
"Pergi aja sendiri! Gw gak mau nganterin lo!"
"Iya Umika pergi sendiri kok. Umika cuma mau minta izin aja. Oh iya, Umika juga udah masak buat Kairi, dimakan ya. Umika pergi dulu ya"pamit Umika sambil tersenyum. Gadis itu langsung melangkahkan kakinya keluar dari apartemen tanpa mendengar jawaban dari Kairi.
Sekarang memang weekend jadi memang tidak ada jadwal kuliah. Umika memutuskan untuk jalan jalan. Siapa tau dengan berjalan jalan dapat menenangkan pikirannya. Sebenarnya dia sudah lelah mendengar kata kata pedas Kairi tapi ya sudahlah ia hanya harus lebih sabar.
Saat Umika sedang menunggu taksi tiba tiba ada motor yang berhenti di depannya.
"Umika?? Ngapain di sini?"tanya Noel.
Ya, motor yang berhenti di depan Umika adalah motor milik Noel.
"Umika mau ke toko buku tapi taksinya belum ada"
"Yaudah gw gak jadi deh"ujar Noel. Umika mengerutkan dahinya bingung saat mendengar perkataan Noel.
"Gak jadi apa?"tanya Umika.
"Tadi niat gw ke sini mau main sama Kairi, tapi karena gw ngeliat lo di sini ya udah gak jadi"jawab Noel.
"Loh kok gak jadi? Nanti kasian donk Kairi gak jadi main"
"Tenang aja gw sama Kairi belum janjian kok. Udah yuk gw anterin aja gak usah nunggu taksi, sekalian gw mau jalan jalan"ajak Noel.
"Beneran?"
Noel mengangguk.
"Yaudah buruan naik"
"Yeayyyy"sorak Umika girang. Setelah itu ia pun menaiki motor besar Noel dan mulai pergi ke tempat tujuan.
*****
"Noel ayo sini deh, kita foto"ajak Umika saat ia melihat kaca yang bagus untuk dijadikan objek foto.
Mereka memang sedang berkeliling mall. Sesudah dari toko buku, Noel mengajak Umika untuk berkeliling dan Umika menyetujuinya. Ia fikir kalau ia pulang ke apartemen dan kembali bosan mending ia menyetujui ajakan Noel untuk berkeliling.
"Ihh Noel lucu banget! nyempil kayak gini keliatan matanya doank"ucap Umika dengan terkikik saat melihat hasil fotonya.
"Keliatan matanya doank tapi gw tetep ganteng"balas Noel.
"Ih apaan pede banget ya Noel"
"Harua donk! Ntar kalau gak pede kasian mama papa gw"
"Kasian kenapa?"tanya Umika binggung.
"Ya kasian, masa udah capek capek ngebikin gw sampe ganteng gini gak bisa dibangga banggain"ucap Noel sambil tertawa. Umika yang mwndengar hal itu pun langsung ikut tertawa, karena menurutnya itu adalah hal yang paling konyol.
"Eh? Fotonya Umika post di IG boleh ya?"tanya Umika.
"Yaampun, post tinggal post aja kali. Gak usah minta izin gitu"ucap Noel gemas sambil mengacak rambut Umika.
HayamiUmika_
[Foto Noel dan Umika yang sedang berfoto dengan gaya Noel yang sedang memeluk Umika dari belakang]
❤10.306
Caption : Noelnya lucu hihihi
Komentar dinonaktifkan
"Perut Umika laper, cacing cacingnya udah minta makan"ucap Umika tiba tiba sambil memegang perutnya.
"Yuk cari makan! Mau makan apa?"tanya Noel.
"Terserah yang penting bisa makan hehehe"jawab Umika dengan cengirannya. Noel terkekeh geli, ia selalu senang melihat segala ekspresi yang dimunculkan oleh Umika. Mereka langsung mencari tempat makan, jangan lupa Noel juga mengandeng tangan Umika agar gadis itu lebih dekat dengannya.
Takao_Noel
[Terdapat foto Umika yang sedang tertawa senang karena bisa memakan makanan kesukaannya]
__ADS_1
Caption : Di kasih makan doank tapi senengnya kayak di kasih emas segudang 😂
View all 3000 koment
@Banjou.Akaso : Udah maein ngegas aja ya lo
@Yano_Kairi16 : Harusnya gak usah di kasih makan dia, suruh kelaperan aja
@NoelFansClub : Dia siapa kak?
@FansLelakiTampan : Cantik gitu, cocoklah sama kak Noel.
@Reall.Tsukasa : Kalau jadian itu harus traktiran! Gak mau tau haha.
@Lucky___Kizu : Beruntungg, padahal si Umika mau gw gebet eh malah keduluan.
@Taikiiii_____ : Kalah cepet ya gw:(
@Takao_Noeo : Daripada keduluan lo ntar @Banjou.Akaso, Jangan ntar dia gak bahagia sama gw haha @Yano_Kairi16, Gampangg @Reall.Tsukasa, Derita lo HAHA @Lucky___Kizu @Taikiii_____
"Mau jalan jalan lagi?"tanya Noel setelah mereka selesai makan.
"Pulang aja deh, Umika capek terus perutnya juga udah kenyang"
"Hadehh giliran makan terus udah kenyang baru minta pulang"
"Hehe kalau jalan jalan terus perutnya kosong gak enak tau"balas Umika dengan cengirannya dan pipi Umika langsung dicubit gemas oleh Noel.
"Yaudah yuk!"ajak Noel sambil mengandeng tangan Umika. Mereka pergi dari tempat makan menuju parkiran dimana motor Noel berada.
*****
"Masih inget jalan pulang ternyata. Gw kira lo udah nyasar"ucap Kairi tiba tiba saat Umika melewatinya. Sekarang ini Kairi sedang berada di ruang tamu dengan keadaan TV yang menyala namun pandangan matanya menuju pada ponsel yang ia genggam.
"Oh iya gw lupa, kan lo sama cowok gak mungkin nyasar kan?"sindir Kairi.
"Tadi Umika ketemu Noel di depan apart. Sebenernya Noel mau main ke sini tapi karena Noel ngeliat Umika lagi nunggu taksi jadi Noel tawarin buat ngajak Umika"
"Dan lo mau? Cih mudah banget ya lo ngajak ajakan cowok"
"Tadi Umika udah nolak tapi Noel nya maksa, jadi yaudah Umika terima. Lagian kan Noel temen Umika juga, terus Noel juga bukan cowok sembarangan"balas Umika. Umika tidak bodoh, ia mengerti apa yang diucapkan oleh Kairi. Dengan secara tidak sengaja Kairi mengatakan bahwa dirinya adalah wanita murahan.
"Alah lo kenal sama Noel juga belum lama! Lo gak usah sok udah kenal lama sama Noel dan temenan sama dia!"
"Iya itu bakalan bikin gw rugi! Gw gak mau ya temen gw temenan sama orang yang suka nyusahin kayak lo!"bentak Kairi sambil mencengkram tangan Umika.
Umika menghempaskan tangannya dari tangan Kairi. Entah dapat keberanian dari mana ia bisa melakukan itu.
"Kalau Umika taunya cuma nyusahin Umika pasti bakal maksa Kairi buat nganter Umika ke toko buku! Tapi Umika gak maksa Kairi kan? Mika lebih milih nunggu taksi sendirian di depan apart sampe Noel datang dan tawarin buat nganterin Umika. Apa itu yang namanya nyusahin orang?!"bentak Umika
Kairi diam, entah kenapa mulutnya tidak bisa lagi bicara. Dan parahnya ia baru pertama kali mendengar amukan dari Umika.
"Umika gak ngerti kenapa Kairi selalu mikir yang enggak enggak sama Umika. Umika tau kalau Kairi gak suka kalau Umika ada di sini, tapi itu bukan alasan buat Kairi ngejek jelekin Umika!"
Setelah mengatakan itu Umika berlalu dari hadapan Kairi. Ia sudah tidak tahan jika harus berada di hadapan Kairi lagi, baginya berhadapan dengan Kairi sangat menguji kesabaran.
Kairi yang ditinggal pergi oleh Umika beberapa pertanyaan muncul di benak Kairi. Apa benar ia selalu menyalahkan setiap perbuatan Umika?.
*Yasudahlah biarkan Kairi menderita sendiri:(
•
•
•
[Perubahan]
"UMIKAAA"panggil seseorang dari arah belakang saat Umika sedang berjalan di koridor kampus.
"Tsukasa? kenapa?"heran Umika, karena tiba tiba pacar dari seorang Kairi ini memanggilnya.
"Gak papa sih. Hmm Kairi kemana ya? Lo tau gak? Daritadi gak keliatan soalnya"
"Umika gak tau"balas Umika singkat, memang tadi ia pergi dengan Kairi, tapi setelah sampai Kairi pergi bwgitu saja meninggalkan Umika sendiri.
"Yaudah gw pergi dulu ya! Mau nyari Kairi"pamit Tsukasa. Gadis itu menepuk pundak Umika lalu segera pergi.
Umika menghembuskan nafas pelan. Ia juga ingin berdekatan dengan Kairi. Bukan kedekatan seperti yang selama ini terjadi, dekat hanya sebatas tinggal bersama teman lama. Bukan, bukan seperti itu yang diinginkan. Sekiranya dekat sampai dianggap oleh Kairi.
*****
Yano Kairi
__ADS_1
Kamu dimana?
Di perpustakaan
Tunggu gw kesitu
Read
Umika hanya membaca pesan dari Kairi. Ia melanjutkan kegiatan mengambarnya. Umika memang pergi ke perpustakaan, menurutnya selain ke taman belakang falkultas, perpustakaan adalah tempat yang nyaman untuk melakukan hobbynya yaitu mengammbar desaign baju.
"Pulang"ucapan singkat itu membuat Umika menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang bicara.
"Hm ini kurang sedikit lagi, bentar ya"pinta Umika.
Kairi langsung duduk di sebelah Umika tanpa membalas ucapan gadis itu. Umika senang karena Kairi tidak marah, dia masih menunggu Umika. Ini adalah perkembangan, itulah yang Umika pikirkan.
"Liat"
"Apa?"tanya Umika polos
"Itu"ucap Kairi dengan mata yang menuju pada gambar yang di buat oleh Umika.
"Ha?"Kairi menghembuskan nafas kasar. Gadis di sampingnya ini sangat lama dalam mencerna perkataannya , padahal ia adalah gadis yang pintar.
"Gambaran lo liat sini!"ucap Kairi jengkel.
"Oh ini hehe. Nih! Tapi jangan diejek ya soalnya Umika belum terlalu bisa"ucap Umika sambil menyerahkan sketcbook miliknya.
"Bagus"puji Kairi singkat. Umika yang mendengar hal itu membulatkan matanya terkejut. Senang itu pasti, karena ini pertama kalinya Kairi memujinya secara terang terangan.
"Kairi beneran?"tanya Umika dengan mata berbinar, ia masih tak percaya dengan apa yang ia dengar.
Kairi mengangguk sebagai jawaban.
"Dari kapan lo suka ngegambar kaya gini?"
"Dari kecil Umika udah suka ngegambar apalagi dress kaya gini. Tapi kalau dulu gambarannya hancur banget hehe"jawab Umika dengan cengirannya.
Kairi ingat dulu saat ia masih kecil, gadis ini selalu datang ke rumahnya dengan membawa buku gambar, dan semua gambarnya adalah baju. Cara mengambarnya pun masih sangat amatiran, khas anak anak.
"Cepet selesain, gw capek pengen pulang"ucap Kairi setelah mengembalikan sketcbook milik Umika.
Umika mengangguk semangat.
"Udah! Yuk kita pulang!"ajak Umika sambil membereskan alat alat mengambarnya.
Mereka berjalan bersisihan. Di koridor tidak terlalu ramai oleh orang, begitu juga di parkiran. Hanya ada beberapa anak yang mengambil jadwal kuliah malam
"Kairi mampir ke supermarket dulu boleh? Soalnya bahan makanan yang di rumah udah pada habis"tanya Umika saat mereka sudah didalam mobil.
"Iya"balas Kairi singkat.
"Umika boleh muterin musik gak? soalnya sepi Umika jadi takut"Kairi menoleh sebentar, menatap Umika dengan pandangan penuh harapnya. Kairi bergumam sebagai pertanda bahwa ia memberi izin gadis itu
"YEAYYY!"seru Umika senang.
Ia menyalakan radio lalu menguhungkannya dengan ponsel miliknya. Ia memilih salah satu lagunyang ada di playlist. Pilihannya jatuh pada lagu 'Koori No Sekai'.
Saat Umika ikut bernyanyi, sebuah senyuman tipis terbit di wajah Kairi. Entah mengapa setiap ia mendengar gadis ini menyanyi hatinya terasa sangat senang.
Setelah mereka sampai, Umika kira Kairi hanya akan menunggunya di dalam mobil ternyata tidak. Lelaki itu ikut ke dalam supermarket.
"Lo kira gw sopir yang bakal nunggu majikannya sampe dateng, terus pas udah dateng bakal dijadiin tukang angkut belanjaan?"itulah jawaban Kairi saat Umika menanyakan kenapa ia ikut masuk.
"Kairi mau dimasakin apa?"tanya Umika saat mereka sedang memilih bahan makanan.
"Terserah. Apapun yang lo masak bakal gw makan"Ssenyum Umika mengembang sempurna saat mendengar jawaban Kairi.
"Beli cemilan yang banyak"titah Kairi.
"Gw mau beli es krim, lo mau gak?"tanya Kairi. Umika mengangguk, jarang sekali Kairi menawarinya sesuatu.
"Yaudah gw ke tempat es krim dulu, nanti pas udah selesai ke tempat kasir. Nanti ketemu disana"lanjut Kairi.
Acara belanja sudah selesai. Sekarang mereka sedang berada di dalam mobil sambil menikmati es krim yang tadu dibeli oleh Kairi. Kairi memang tidak ingin menjalankan mobilnya dulu karena tidak ingin ternganggu saat memakan es krim.
"Ck bocah"decak Kairi saat melihat banyak es krim yang belepotan di mulut Umika. Tangannya terulur untuk membersihkan sisa sisa es krim yang ada.
Jangan tanyakan ekspresi Umika. Ia terkejut setengah mati. Umika sangat terkejut, sifat Kairi hari ini sangat baik kepadanya. Kairi tidak marah sama sekali ketika ia menawarinya es krim dan bahkan ia juga yang membersihkan sisa es krim yang ada di mulutnya. Umika sempat binggung dengan sifat Kairi yang seperti ini, tapi ia juga sangat senang. Saking senangnya ia ingin berteriak histeris.
"Makasih ya hehe"cengir Umika.
"Habis ini beli makan aja, lo gak usah masak. Gw yakin lo capek, jadi masaknya besok aja. Sampe ke apart lo langsung istirahat"jelas Kairi.
__ADS_1
Arrrgggg lagi lagi Umika ingin berteriak sangking senangnya. Entah apa yang merasuki Kairi hingga ia bisa sebaik ini. Umika hanya mengangguk senang, ia berharap sifat Kairi akan selalu seperti ini sampai selanjutnya.