
Satu bulan sudah Umika menjalankan kehidupan barunya. Tetap saja walaupun mereka sudah tinggal bersama tapi hubungan Kairi dan Umika tidak ada yang berubah. Kairi yang masih setia dengaj sifat dingin dan kata kata yang pedasnya dan Umika yang masih bersabar menghadapi Kairi.
Di kampus Umika juga lebih suka sendiri. Bukannya tidak mau berteman, ia sudah tau sedikit nama teman temannya, ia juga selalu menyapa dan tersenyum kepada siapapun yang berpapasan dengannya baik ia kenal maupun tidak. Umika juga kadang ikut mengobrol dan bercanda dengan teman temannya. Entahlah Umika lebih nyaman seperti ini.
"UMIKAA!"teriak seorang pria dari arah belakang Umika. Pria itu terlihat berlari untuk menyamakan posisinya dengan Umika.
"Yaampun capek gw. Gw panggilin lo dari tadi kagak denger denger"ucap orang itu saat sudah sampai di hadapan Umika. Orang itu adalah Noel, masih sempat saja menggerutu saat ia mengatur nafasnya akibat berlari sambil meneriaki nama Umika.
"Umika gak denger, maaf ya Noel hehehe"ucap Umika sambil mengeluarkan cengiran andalannya. Noel yang gemas langsung mencubit pipi gadis itu. Sejak kejadian diapartemen Kairi saat mengetahui Umika tinggal bersama Kairi, hubungan persahabatan mereka semakin menjadi dekat. Di kampus mereka sering mengobrol dan bercanda bersama.
"Kebiasaan emang, kan gw manggilnya gak kaya bisik bisik tetangga"cetus Noel.
"Iya iya maaf ih, Noel ngapain manggil Umika?"
"Kantin yuk! lu belum ke kantin kan?"
"Ayo deh hehe. Sekalian Umika juga mau ke kantin laper soalnya"ucap Umika sambil memegang perutnya, tidak lupa dengan suara serta wajah yang imut yang melekat pada gadis itu. Noel langsung mengacak pelan rambut Umika karena gemas.
Umika yang sudah terbiasa pada sifat Noel itu hanya tertawa. Noel yang melihat Umika tertawa sangat senang karena akan menambah kesan kegemasannya apalagi ia yang menjadi alasan kenapa Umika tertawa. Setelah acara tertawa selesai mereka berjalan menuju kantin yang disetiap perjalanannya diisi oleh candaan dari Noel yang membuat Umika tidak berhenti tertawa.
"Sok sibuk lo ah! dateng lama banget"cetus Banjou kepada Noel "Eh ada dedek emes"lanjut Banjou dengan mata berbinar saat melihta Umika disamping Noel.
"Ck giliran ada Umika aja sok lemah lembut kek putri solo!"ketus Noel.
"Yeh sewot banget sih masnya! Nih ya kalau ada cewek gemes harus dibaik baikin! Siapa tau kepencut terus jodoh deh! iya kan Kai?"tanya Banjou yang dibalas putaran mata malas dari Kairi. Sedangkan Umika yang mendengarnya hanya tertawa geli.
"Tuh kan Noel! Dedek emes aja ketawa gara gara gw ngomong. Emang ya pesona gw bakal bikin cewek klepek klepek"seru Banjou dengan bangganya.
"Serah lu aja dah! Dasar kutil badak"balas Noel ketus.
"Iri bilang bos! Tetangga gw bilang syirik tanda tak mampu"ejek Banjou.
"Mau pesen apa? Biar gw pesenin"tanya Noel kepada Umika. Ia tak mengubris perkataan Banjou lagi karena jika diladeni lagi maka sampai mereka tua pun tidak akan ada habisnya.
"Sayang!"seru seseorang menyela Umika saat akan menjawab pertanyaan Noel.
"Tsukasa?"tanya Kairi saat mengenali suara yang baru saja memanggilnya. Ia menoleh dan mendapati seorabg gadis yang sedang menatapnya riang.
"Kangennn!"ucap gadis yang disapa Tsukasa itu saat sudah berada di samping Kairi dan langsung mrmbungkuk memeluk Kairi. Kairi juga langsunh berdiri dari duduknya dan membalas pelukan gadis itu.
"Kapan sampai? kok gak ngabarin?"tanya Kairi.
"Mau ngasih suprise aja"jawab Tsukasa bersemangat saat sudah melepas pelukan mereka. Kairi yang gemas hanya mengacak pelan rambut itu.
"Sini duduk"ucap Kairi sambil menarik bangku yang ada di sebelahnya agar Tsukasa bisa duduk.
"Haiii kalian!"sapa Tsukasa saat sudah duduk.
"Gw kira lo gak bakalan balik lagi"canda Banjou.
"Ya gak mungkinlah. Kalau gw gak balik lagi ntar kasian babang Kakai di tinggal sendiri"balas Tsukasa sambil menoleh ke arah Kairi.
"Kamu mau makan? Biar aku pesenin ya"tawar Kairi.
"Hm enggak dulu deh, masih kenyang"tolak Tsukasa.
"Diet lagi?"
"Enggak kok Kai, tadi sebelum ke sini aku udah makan. Ntar kalau aku lapar langsung makan kok".
"Janji?"
"Janji"balas Tsukasa semangat sambil menganggukan kepalanya.
Tsukasa baru menyadari kalau ada orang lain selain dirinya, Kairi dan kedua sahabatnya. Kini pandangan gadis itu tertuju pada gadis yang berada di sebelah Noel.
"Eh gw baru nyadar ada orang lain. Lo ceweknya Noel ya?"tanya Tsukasa kepada Umika. Umika yang sedari tadi hanya mendengarkan obrolan Kairi dan Tsukasa sedikit tersentak kaget karena tiba tiba diajak bicara.
"Hm bukan kok, Umika cuma temennya Noel"
"Oh jadi nama lo Umika, kenalin gw Myoujin Tsukasa panggil aja Tsukasa"ucap Tsukasa sambil mengulurkan tangannya dan disambut oleh uluran tangan Umika sambil tersenyum canggung.
"Jangan canggung gitu donk. Lo kan temennya Noel jadi lo temen gw juga. Jadi biasa aja gak usah canggung"ucap Tsukasa lagi, Umika mengangguk sambil tersenyum tapi senyuman kali ini bukan senyuman canggung.
"Jadi lo mau pesen apa Mik?"tanya Noel.
"Hm gak jadi deh, Umika baru inget kalau Umika masih ada tugas. Jadi Umika mau ke perpustakaan dulu ya"pamit Umika sambil hendak berdiri.
"Tapi tadi lo bilang kalau lo laper. Makan dulu! Baru ke perpus"
"Gak papa lagian Umika gak terlalu lapar kok, yaudah Umika pergi dulu ya"ucap Umika sambil melambaikan tangan pada mereka.
"Mau kemana lo?"tanya Banjou saat melihat Noel bangkut dari duduknya.
"Nyusul Umika"balas Noel sambil pergi menyusul Umika.
Kairi memang hanya diam saat Noel menyusul Umika, Dia memang terlihat biasa saja tapi tatapannya seperti mengisyaratkan kalau ia tidak suka dengan hal yang dilakukan oleh Noel, tapi tidak ada yang menyadari tatapannya itu termaksud dirinya sendiri.
-----
Banjou : Oyyy, Kok kesannya gw kayak di lupain ya
Author : Dilupain gimana?
Banjou : Kairi sama Tsukasa, Noel sama Umika. Lah gw sama siapa?
Author : Kiki tau!
Banjou : Siapa?
Author : Di luar sekolah ada tante tante cantik bangettt, gemes lagi! Dia teriak teriak kalau dia butuh cowok yang ganteng. Nah berhubung Banjou ganteng gak ketulungan mending sama Banjou aja.
Banjou : Tungguu [Berpikir] eh somvlak yang di depan mah ***** njir_-
Kiki : Ya gak papa yang penting kan Banjou gak jones lagi:)
Banjou : Mending pacaran ama kambeng
Author : Di rumah Kiki ada kambing kesana yuk!
Banjou : Ogah!
Author : Tuh bukannya tadii...
__ADS_1
Banjou : Diem atau gw ganti lu!
Author : Hmm😑
-----
"Katanya mau ke perpus"
"Ishh Noel kaget tau"ucap Umika sambil memukul lengan Noel pelan. Gadis itu kaget karena tiba tiba ada yang berbicara.
"Ngapain di sini? katanya mau ke perpus"tanya Noel lagi saat sudah duduk di sebelah Umika. Sekarang ini mereka sedang ada di taman belakang falkultas seni, tempat favorit Umika.
"Tadi Umika mau ke perpus tapi tiba tiba aja mood Umika ilang yaudah Umika kesini aja"balas Umika dengan cengirannya. Setelah dari kantin tadi tiba tiba memang mood Umika hilang karena melihat kedekatan Tsukasa dan Kairi.
"Dihhh bisa banget bohongnya, bilang aja cemburu kan??"goda Noel.
"Ihh enggak kok, lagian ngapain Umika cemburu"
"Cemburu nih cemburuu"ejek Noel.
"Noel ih enggak tau! Umika gak cemburu kok! Kairi kan sahabat Umika terus kenapa Umika harus cemburu?"balas Umika sambil mengembungkan pipinya.
"Dia pacar Kairi"ujar Noel.
Mendengar hal itu sontak Umika langsung menoleh ke arah Noel. Pantas Tsukasa sangat akrab dengan Kairi, jangan lupa cara mengobrol mereka yang menggunakan aku-kamu, Kairi juga terlihat sangat senang saat Tsukasa muncul. Umika mengingat kejadian manis dimana Tsukasa dan Kairi berpelukan.
"Tsukasa pacarnya Kairi? kok Umika gak tau?"
"Ya panteslah lo gak tau, lo aja kan baru ketemu tadi"
"Iya juga sih, Tsukasa kemana aja emang? kok selama ini Umika gak pernah liat Tsukasa? terus terus Umika juga gak pernah liat Kairi jalan sama Tsukasa"tanya Umika berturut turut.
"Tanyanya satu satu kali"ucap Noel gemas sambil mencubit pipi Umika.
"Dia pergi ke Amerika, udah hampir dua bulanan lah kalau gak salah. Dia model terus ada semacam pemotretan di Amerika"jelas Noel.
"Pantesan Cantik"gumam Umika.
"Tapi gw gak suka sama cewek yang kek begitu"ucap Noel saat mendengar gumaman Umika.
"Kenapa?"tanya Umika.
"Gimana ya? Menurut gw cewek kayak gitu gak ada rasa bersyukurnya sama sekali. Lo denger kan pas Kairi nanya 'Lo diet lagi?' Nah dia tuh gak pernah puas sama apa yang udah dia milikin, dia selalu bilang ke Kairi kalau badannya gemukan lah, apalah pokoknya alesannya selalu ada. Kairi selalu marah kalau Tsukasa diet diet gak jelas gitu"
"Kayaknya Kairi sayang banget sama Tsukasa ya"
"Pastinya"
Umika yang mendengar ucapan Noel hanya tersenyum. Bukan senyum bahagia, senyum sedih? mungkin saja karena yang ia rasakan saat ini adalah sakit dan perih pada hatinya.
'Pantesan Kairi gak suka kalau deket sama Umika'batin Umika lirih.
•
•
•
[Nyanyian]
Lo pulang sendiri, gw mau nganterin Tsukasa.
Umika menghembuskan nafas pasrah saat membaca line dari Kairi. Mereka memang sudah bertukar nomot telefon, id line serta akun media yang lain yang mereka punya. Kairi tidak mau kejadian saat pertama kali Umika memasuki kampus dan Kairi harus mencarinya ke sekeliling kampus.
Umika hanya membaca pesan itu, toh percuma walaupun dibalas jika ponselnya kehabisan daya. Karena nasib ponselnya yang mati, kini ia harus berjalan sampai ke halte bis yang tidak terlalu jauh dari kampus. Tapi dari falkultas jaraknya mampu menbuat kaki pegal.
Tinn! Tinn!
Umika mendongkak agar tau siapa yang membunyikan klakson tepat dihadapannya. Umika sekarang memang duduk di halte sendirian dengan kepala yang menunduk lelah.
"Lagi ngapain sendiri di sini?"
"Umika lagi nunggu taksi, tapi gak ada satupun yang muncul. Padahal kalau Umika sengaja gak naik taksi, taksinya munculnya banyak banget giliran Umika mau naik malah gak ada. Kan kesel"ucap Umika sambil mengercutkan bibirnya. Laki laki itu terkekeh geli mendengar keluhan Umika.
"Kairi mana? Lo gak pulang bareng sama dia?"
"Kairi lagi nganterin Tsukasa pulang, jadi Umika naik taksi"
"Kalau gitu sini naik, biar gw anterin pulang"
"Umika nunggu ada taksi aja deh, nanti Umika malah ngerepotin Noel"
"Elah apaan cuma nganterim gini, gak ngerepotin kok. Cepet naik panas tau, mana ada taksi jam segini, atau lo mau disini sendiri terus ada yang apa apain lo?"
Lelaki itu, Noel. Terus memaksa Umika. Dia tidak mungkin membiarkan gadis polos ini menunggu taksi sendirian di halte yang suasanya sedang sepi. Akhirnya Umika menyetujui tawaran Noel untuk mengantarnya.
"Pegangan badan lo kecil, ketiup angin dikit aja ntar langsung terbang"ejek Noel saat Umika sudah duduk manis dibelakangnya.
"Ihhh badan Umika gak kecil tau! badan Umika besar"ucap Umika sambil memukul lengan Noel sementara Noel sudah tertawa karena secara tidak sengaja Umika mengatakan bahwa dirinya gemuk.
"Berarti lo gemuk donk"balas Noel dengan tawa yang belum mereda.
"Tau ah! Noel nyebelin! cepetan pulang! Umika capek pengen tidur"
"Dih jalan aja sendiri, orang gw naik motor"
"Noel jangan bercanda teruss, Umika pengen pulang!"rengek Umika sambil memukul punggung Noel.
"Iya iya aduh maaf. Yaampun pukulan lo sakit juga, padahal kan tangan lo kecil"ucap Noel sambil menyalakan motornya. Umika yang sedikit terkejut langsung memeluk pinggang Noel dan menyandarkan kepalanya di punggung Noel. Sungguh hari ini dia benar benar lelah.
*****
Umika tengah duduk di balkonnya sambil menikmati udara malam kota ini. Sesudah makan malam sendiri ia langsung pergi ke kamarnya. Kairi memang belum pulang, tapi tetap saja Umika harus memasak jaga jaga jika Kairi pulang dalam keadaan lapar.
Ia sesekali tersenyum saat meliha bulan dan bintang. Entahlah, ia merasa sangat lelah hari ini. Ia memilih untuk menikmati setiap hembusan angin yang menerpa seluruh tubuhnya.
Ia mengambil gitar acoustic miliknya. Dari dulu ia sangat menyukai musik. Alat musik yang paling digemarinya adalah gitar. Menurutnya ada kebahagiaan tersendiri saat ia memetik senar gitar hingga ada nada indah yang keluar.
Sambil menimati suasana malam, ia mulai bernyanyi.
HIMETA OMOI
Wasurenai yo zutto
__ADS_1
Hohoemi kawashite fuzake atta hi o
Are kara ikutsu mo no kisetsu ga megutta kedo
Ima demo mune ni
Suimin fusoku no asa demo hai tenshon
Kyō mo Run & Run
Saenai machi no zattō o
Sukippu shite mai pēsu de
Kinō no namida wa mō wasure chaeba ī desho
Yappari egao ga ichiban
Oh yes!!
Wasurenai yo zutto
Hohoemi kawashite fuzake atta hi o
Are kara ikutsu mo no kisetsu ga megutta kedo
Ima demo mune ni ukabu no wa
Kimi to nai tari warattari shita episōdo
Mata aeru to shinji terukara
Kyō mo mae o muite hashireru!
Itsuka ano basho de
Dear My Friends
Yume no yatsu wa shiranpuri de
Kono ryōte o surinuketeku
Dakedo keikaku to junbi wa
Okotaranai akiramenai
Utsuri yuku keshiki wa marude rōdo mūbī
Saigomade yosoku funō no DAYS
Oh yes!!
Daijōbu “kizuna”
Ichiban fukai toko de tsunagatteru
Unmei to wa kiri hiraku mono
Mukaikaze no naka demo
Utau merodī wa
Kimi to koe o kasanete kuchizusanda rabu songu
Karoyakana suteppu o kizandara
Iyana koto mo fukitonde yuku
Me o tojite omou
Dear My Friends
Wasurenai yo zutto
Hohoemi kawashite fuzake atta hi o
Are kara ikutsu mo no kisetsu ga megutta kedo
Ima demo mune ni ukabu no wa
Kimi to nai tari warattari shita episōdo
Mata aeru to shinji terukara
Kyō mo mae o muite hashireru!
Itsuka ano basho de
Info :
[ liriknya jiplak dari google ya ✨]
Tanpa Umika sadari ada yang memerhatikannya dari tadi. Entah kenapa Kairi enggan pergi dari tempatnya itu dan memutuskan untuk tetap menikmati suara indah milik Umika dari balkonnya.
Setelah Umika memasuki kamarnya, Kairi juga tiba di apartemen. Ia melihat ada beberapa makanan yang berada di atas meja makan yang ia yakini adalah masakan Umika.
Karena merasa gerah Kairi membuka pintu yang membatasi antara balkon dan kamarnya. Tetapi saat ia membuka pintu ia malah mendengar suara nyayian dari seseorang. Bukannya meninggalkan tempatnya dan segera mandi, lelaki beramput pirang itu tetap mendengarkan lagu itu sampai habis. Walaupun tidak mengerti maksud dari lagu itu tetapi ia sangat menikmatinya.
"Kairi udah pulang?"tanya Umika saat menyadari Kairi yang sedari tadi memerhatikannya.
Kairi yang sedari tadi fokus kepada Umika langsung gelagapan saat diajak bicara oleh seseorang yang sedari tadi ia perhatikan.
"Menurut lo?"balas Kairi sengit karena ingin menutupi rasa malunya.
"Menurut Umika Kairi udah pulang terus Kairi merhatiin Umika terus"
"Pede banget sih lo! Kurang kerjaan banget gw merhatiin lo!"
"Kairi gak usah malu malu kucing gitu, lucu tau"ujar Umika dengan kekehannya.
"Gw tadinya emang denger suara orang yang nyanyi dan ternyata itu lo! dan asal lo tau aja ya, gw ke sini buat negur lo! Suara lo ganggu banget tau"
"Kalau lo mau berisik lagi kayak tadi mending di jalanan aja sana! Siapa tau dapet recehan"lanjut Kairi dengan nada mengejek. Umika hanya menahan airmatanya mendengar kata kata pedas Kairi. Jujur hatinya sakit mendengar ini.
__ADS_1
Setelah mengatakan itu Kairi pergi meninggalkan Umika yang masih terdiam. Kairi bahkan tidak berfikir apakah kata katanya tadi melukai perasaan gadis polos itu.