My Little Girl Frind

My Little Girl Frind
Sensitive


__ADS_3

"Lama banget sih, kalau lo gak keluar sekarang gw tinggal lo!"ancam Kairi dari luar kamar Umika.


"Iya iya bentar gak sabaran banget sih"balas Umika saat sudah membuka pintu kamar sambil mengerucutkan bibirnya.


"Mau ke kampus aja lama. Gak usah ganjen deh jadi cewek. Gak bakal ada yang mau sama lo"


Kairi memperhatikan Umika dari atas sampai bawah, jika dilihat llihat gadis itu tidak berdandan secara berlebihan justru terkesan lebih natural.


'Cantik Juga'batin Kairi


Umika memang tidak pernah berdandan berlebihan saat pergi ke kampus. 'Ribet' itulah yang dipikirkan oleh Umika. Saat hendak pergi ke kampus ia hanya memakai sunblock dan bedak tipis serta lipstik yang berwarna natural.


"Ck yaudah, udah kan? ayo buruan!"ucap Kairi langsung berjalan menuruni tangga disusul oleh Umika dibelakangnya.


*****


"Nanti lo urus semuanya sendiri, gw gak mau ribet"ucap Kairi tanpa memandang Umika dan fokus menyetir.


"Tapi Umika gak tau caranya"cicit Umika


"Ck lo itu udah gede masa gak tau apa apa! Terus selama lo tinggal di Paris ngapain? Nanti lo tinggal nyari ruang dosen terus bilang kalau lo itu anak baru"


"Kairi anterin Umika ke ruangan dosen ya. Umika takut nyasar"


"Itu kampus gak segede hutan kalau lo nyasar pasti cepet ketemu. Gak usah lebay! Lagian ada papan arah, pokoknya lo harus nyari sendiri jangan nyusahin orang terus"ucap Kairi pedas. Umika yang mendengar ucapan pedas Kairi hanya menunduk dan menghembuskan nafas pelan.


*****


Kairi benar benar tidak bercanda dengan ucapannya tadi. Sesampainya di kampus Kairi langsung meninggalkan Umika sendiri di mobil. Jika saja Umika adalah gadis yang bar bar maka ia akan berteriak sambil menyumpah serapahi perbuatan Kairi kepadanya. Bahkan kalau perlu ia akan menendang pria berambut pirang itu sampai ke planet mars. Tapi sayangnya itu hanya angan angan saja, Umika tidak akan tega untuk melakukan cita cita yang mulia itu.


"Permisi Umika mau nanya, kalau ruang dosen dimana ya?"tanya Umika saat bertemu dengan mahasiswa yang berpapasan denganya.


"Lo anak baru? gw anterin aja gimana?"tanya pria itu.


"Emangnya Umika gak bakalan ngerepotin?"tanya Umika.


"Oh jadi nama lo Umika. Gak papa lagian gw belum ada kelas. Ayo!"ajak pria itu, Umika hanya mengangguk lalu mengikuti pria tersebut.

__ADS_1


"Lo pindahan dari mana?"tanya pria tersebut saat berjalan beriringan dengan Umika.


"Umika pindahan dari Paris"


Pria itu hanya ber oh saja.


"Terus sekarang lo tinggal dimana? Dih kok kesannya gw kaya wawancarai lo ya?"


"Gak papa malahan Umika seneng ada temen ngobrol. Umika tinggal di apartemen sahabat Umika pas lagi kecil. Dia juga seumuran sama kamu kok, dan dia juga ngampus di sini"


"Oh ya? Namanya siapa?"


"Kapan kapan deh Umika kenalin"balas Umika sambil mengeluarkan cengiran andalannya.


Pria iru yang melihat cengiran Umika sangat ingin mencubit pipi Umika karena gemas.


"Iya deh, eh ini dia ruangannya"ucap pria tersebut sambil berhenti di depan ruangan yang bertuliskan 'Ruang dosen'.


"Makasih ya, emmm..."


"Takao Noel panggil aja Noel"ucap pria tersebut yang ternyata bernama Noel.


"Gampang itu, yaudah gw tinggal dulu ya. Kelas gw udah mau mulai"ujar Noel


Umika hanya mengangguk sebagai jawaban. Ia melambaikan tangan kepada Noel lalu memasuki ruang dosen.


*****


"Kemaba aja lo? tumben telat"tanya Banjou.


"Habis nganterin anak baru buat nyari ruangan dosen"jawab Noel.


"Anak baru?"sahut Kairi yang sedaritadi sibuk dengan makanannya.


Noel, Banjou dan Kairi memang memang bersahabat dari masa SMA jadi mereka sudah sangat akrab.


"Iya anak baru, cewek lagi. Gila imut banget udah polos lucu lagi"ucap Noel yang entah kenapa terlihat sangat bersemangat saat menceritakan gadis itu. Ia juga mulai membayangkan wajah gadis itu lagi.

__ADS_1


"Wah lo dapet kenalan baru kok gak bagi bagi sih? Dapet nomor teleponnya gak?"tanya Banjou.


"Lo kira gw mau bagi bagi? Yakali baru ketemu udah minta nomor HP apalagi mukanya polos banget"ujar Noel.


"Aelah sekarang mah banyak cewek di luar polos di dalem bar bar"ucap Banjou.


"Eh dia mah beda, polosnya natural banget asli. Nih ya semisal ada preman atau yang macem macem sama dia pasti gak bakalan tega tuh pas liat muka polosnya"jelas Noel.


"Tau dari mana lo?!"ketus Kairi, lama lama ia bosan karena Noel terus membahas gadis itu. Jangan kira Kairi tidak tau siapa yang sedang dibahas daritadi. Sudah jelas dari cerita Noel bahwa gadis polos, lugu, cantik dan imut itu adalah Umika.


"Ya kan semisal Kai"jawab Noel malas karena sepertinya sedari tadi Kairi sangat sensitive.


"Eh Kai gimana?"tanya Banjou


"Gimana apanya?"balas Kairi dengan menaikan sebelah alisnya.


"Itu loh, yang nyokap lo buat tinggal sama temen lo. Pasti menang banyak kan lo? Lain kali bagi buat gw ya"ujar Banjou sambil nyengir kuda.


Kairi hanya menghembuskan nafas kasar.


*****


Laki laki itu sekarang sedang sangat kesal, rasanya ia ingin menendang apapun yang ada di muka bumi. Bagaimana tidak? Sedari tadi ia mencari gadis yang dititipkan oleh mamanya itu.


Dia sudah mengelilingi falkultas Seni Rupa dan Desain. Karena yang ia tau gadis itu sangat menyukai salah satu falkultas itu, untung saja ia juga mengambil falkultas yang sama yaitu falkultas arsitektur, kalau tidak ia tidak akan menghilangan keinginannya untuk menendang apapun yang ia lihat. Karena dari falkultas satu ke falkultas yang lain jaraknya dapat membuat berat badan turun.


Kekesalan Kairi bertambah saat ia mengetahui kalau ia tidak memilikki nomor HP Umika. Ia terus mencari sampai kaki jenjangnya berhenti di taman belakang falkultas dan menemukan orang yang sedari tadi dicarinya. Kairi berfikir ia lelah mencari sekeliling kampus sedangkan yang dicari malah sedang asik membaca sebuah novel.


"Lo kemana aja sih? Lo gak tau apa gw cape nyari lo! Bukannya langsung balik ke mobil malah duduk tenang di sini!!"bentak Kairi saat sudah berada di hadapan Umika.


"Yaampun Kairi, Umika kaget tau"ucap Umika sambil mengelus dadanya karena jantungnya berdetak kencang.


"Bukannya minta maaf ya lo!"bentak Kairi lagi.


"Emang Umika salah apa? Daritadi Umika di sini kok gak bikin masalah sama Kairi"ucap Umika polos.


"Tolol banget sih lo! Udahlah gw capek kalau harus ngomong sama cewek kaya lo! Ayo buruan pulang"kesal Kairi sambil berlalu dari hadapan Umika.

__ADS_1


Umika yang ikut kesal karena tiba tiba dibentak oleh Kairi hanya mencibir pelan "Siapa juga yang nyuruh Kairi marah marah sama Umika kan gak ada"ucap Umika dan langsung berlari mengejar Kairi


__ADS_2