My Little Girl Frind

My Little Girl Frind
Umika Marah


__ADS_3

Kemaren niatnya mau up, eh malah kehapus:(


2 part lagi tamat!


#MyLittleGirlFriend


#MLGF


Episode 26 [Umika marah?]





Kairi yang tadi sibuk dengan laptop di depannya langsung tersentak kaget, saat pintu ruangannya dibuka dengan kasar. Tapi, niat untuk marah ia urungkan karena melihat Umika. Yah, Umika lah pelakunya.


"Yaampun, sayang. Buka pintunya biasa aja, jadi kaget kan akunya"ucap Kairi saat Umika sudah berada di depannya.


"Cek HP"ketus Umika.


Kairi mengeryit bingung "Kenapa?"


"Cek HP Kairi"geram Umika.


'9 panggilan tidak terjawab'


Kairi berdiri dari duduknya. Ia mengelilingi meja agar lebih dekat dan berhadapan langsung dengan Umika.


"Maaf, Mik. Aku gak tau kalau kamu nelfon, soalnya HP aku di silent"ucap Kairi dengan nada bersalah "Kenapa hm? ada yang belum diurus?"lanjutnya.


"Emang Kairi peduli udah diurus atau belum persiapannya?"tanya Umika sinis.


"Aku nanya baik baik, Mik. Jangan ngajak ribut"balas Kairi sambil menahan emosi agar tidak terpancing. Ia sudah lelah berkutat dengan banyaknya dokumen kantor yang tidakada habisnya, ia tidak mau kelepasan dan memarahi Umika. Toh, sama saja itu seperti melampiaskan semua kelelahan dan amarahnya kepada Umika.


"Bukan Umika yang ngajak ribut, tapi Kairi!"


"Oke, aku tanya lagi. Ada apa hm?"


"Kairi bisa gak sih luangin waktu dikit? yang nikah tuh bukan cuma Umika aja, tapi Kairi juga! Umika tanya mana gedung yang cocok, Kairi bilang terserah Umika, makanan juga terserah Umika. Apa apa terserah Umika, dari kemaren Umika masih sabar. Umika pikir Kairi lama kelamaan bakal sadar, tapi apa? Umika nungguin lama lama gak ada perubahan. Kairi pikir Umika gak capek?!"

__ADS_1


"Aku udah saranin, buat serahin semuanya ke WO. Buat apa kita capek capek ngurus kalau ada jasa WO?!"


"EMANG YANG NIKAH ORANG WO?! pernikahan ini, pernikahan kita Kairi. Umika gak bisa nyerahin semuanya ke orang WO! sekiranya Kairi luangin waktu dikit, jangan mikirin kerja, kerja terus donk!"amuk Umika.


"Kamu pikir kita nikah uang darimana kalau aku gak kerja, Mik? mama sama papa? aku cowok Mik! malu donk kalau terus minta modal sama orang tua! aku mau kita nikah semua modalnya dari hasil kerja aku Mik!"balas Kairi.


"Umika gak ngelarang Kairi buat kerja, tapi sekiranya Kairi inget. Ini nikahan kita, Umika mau ngerasain kaya orang orang dimana mereka sama pasangan mereka sibuk kesana kesini cuma buat ngurusin pernikahan mereka. Umika gak minta buat Kairi selalu nemenin Umika, Umika cuma mau Kairi ngasih saran. Umika mau kesannya pernikahan ini kita berdua yang mau, bukan Umika doank"


"Umika udah susah susah bikin baju buat nikahan kita, dan dengan entengnya Kairi bilang 'Terserah kamu, aku suka sama semua desain kamu' Umika gak butuh itu Kairi! Umika butuh saran! semua terserah Umika. Umika berasa nikah sendiri. Umika gak peduli Kairi mau anggap lebay atau apa, tapi menurut Umika, Kairi udah keterlaluan"lanjutnya.


Umika yang notabenya merupakan seorang designer memang memutuskan untuk merancang baju pernikahan mereka sendiri. Ia ingin mewujudkan impiannya untuk memakai baju yang ia buat di hari pernikahannya.


"Umika yakin, Kairi pasti lupa sama hari ini kan?"tatap Umika sinis "Hari ini kita fitting baju! Dan Kairi malah gak datang! Umika udah nunggu 3 jam, 3 jam Kairi! Meskipun itu butik punya Umika, tapi tetep aja Umika malu! Umika udah bilang sama semua karyawan kalau hari ini kita bakal ukur badan buat baju kita. Tapi, pasangan Umika malah gak datang"


"Kairi pasti paham apa yang bakal mereka pikirin kan? Miris, banget. Mereka liat bosnya mondar mandir sambil berusaha ngehubungin pasangannya. Tapi, sampe beberapa jam, pasangannya belum juga datang. Kesannya pernikahan ini emang gak ada gunanya"lanjut Umika. Ia tertawa miris, ingin sekali ia menangis saat ini juga.


Kairi langsung ingat, ia meruntuti dirinya swndiri yang sangat bodoh karena lupa. Padahal kemarin ia sudah diingatkan oleh Umika. Bahkan, tadi pagi pun ia diingatkan lagi.


"Sayang maaf. Sumpah aku lupa. Aku sama sekali gak inget, maaf"Kairi memegang pipi Umika, yang langsung ditepis kasar oleh sang pemilik.


"Maaf, Mik. Sumpah aku gak ada niatan buat lupa"ucap Kairi lagi.


"Kairi gak niat buat nikah sama Umika?"tanya Umika pelan.


"Tapi, kelakuan Kairi ngebuktiin betapa gak maunya Kairi nikah sama Umika"


"Maaf, Mik. Maaf"Kairi mengenggam tangan Umika, yang lagi lagi ditepis kasar oleh sang pemilik.


Umika langsung membalikan badannya, sebelum ia keluar. Ia mengatakan sesuatu yang membuat Kairi membelalakan matanya tak percaya.


"Sekalian aja, batalin pernikahannya!"ucap Umika datar. Gadis itu langsung membuka pintu ruangan Kairi, dan meninggalkan lelaki itu sendiri.


Kairi tentu kaget dengan apa yang ia dengar. Refleks, ia langsung lari untuk menyusul Umika.


"Umika"panggil Kairi yang tentu saja dihiraukan oleh sang pemilik nama.


"Sayang..."akhirnya Kairi berhasil mencengkal pergelangan tangan Umika.


"Lepas!"Umika mencoba memberontak. Tapi, usahanya sia sia karena tenaga serta tangan Kairi lebih besar darinya.


"Sayang, plish jangan kaya gini"mohon Kairi, Umika tetap saja memberontak.

__ADS_1


"TERUS HARUS GIMANA?!"bentak Umika marah. Kairi kaget, ini pertama kalinya Umika membentaknya dengan nada yang benar benar marah.


"Kita bisa bicarain ini baik baik oke? kita bicarain di ruangan aku"bujuk Kairi.


"Gak perlu"


"Sayang..."mohon Kairi lagi.


Umika membalikam tubuhnya, agar berhadapang langsung dengan Kairi. Kairi tersentak, Umika menangis.


"Lepas, Kai! aku mau pulang"ucap Umika disela tangisnya.


*Aksen bicara Umika berubah menjadi aku-kamu, karena Umika lagi marah ya.


Kairi semakin dilanda rasa bersalah, ia sudah membuat orang yang paling disayangnya menangis. Umika, ia benar benar marah saat ini. Bagi orang lain sebutan 'Aku' mungkin merupakan sebuah panggilan yang wajar. Tapi berbeda dengan Kairi, kekasihnya ini tidak pernah menggunakan 'Aku-Kamu' kepadanya.


Kairi menarik Umika lembut kedalam pelukannya. Ia memeluk Umika erat, mengusap kepalanya sambil menggumamkan kata 'Maaf'. Umika tidak memberontak, mungkin gadis itu sudah lelah.


"Maaf, maaf banget. Plish maafin aku, plish jangan batalin pernikahannya. Aku gak akan setuju sama itu semua. Pokoknya kamu harus nikah sama aku. Maaf sayang..."


Umika tidak menbalas ucapan ataupun pelukan Kairi, ia masih saja terisak.


"Aku mau pulang"ucap Umika parau disela tangisnya.


"Aku anter"balas Kairi. Keadaan mereka saat ini masih berpelukan.


Umika melepaskan pelukan itu, terpaksa Kairi juga melepaskannya.


"Aku bisa sendiri"


"Gak, aku yang anter"Kairi memegang pipi Umika, mengusap sisa air mata yang ada di sana.


Umika menyingkirkan tangan Kairi "Aku bisa sendiri, jangan maksa. Aku capek"


Kairi menghela nafas "Oke, tapi supir pribadi aku yang anter kamu pulang. Gak ada penolakan atau aku yang bakal nganter kamu"


Dengan malas Umika menyetujui permintaan Kairi. Kairi mengantar Umika sampai ke basement untuk menemui supirnya.


"Hati hati"ucap Kairi saat mereka sudah berada di dekat mobil. Kairi hendak memeluk Umika, namun gadis itu mendorong dada bidang Kairi hingga pria itu mundur beberapa langkah.


•Author Kiki•

__ADS_1


Spam komen cuy^^


__ADS_2