My Little Girl Frind

My Little Girl Frind
Apa Yang Terjadi


__ADS_3

Sengaja gak disekaligus UP nya biar pada penasaran:)


Semakin bertambahnya hari, kedekatan Umika dan Kairi juga bertambah. Mereka jadi lebih sering mengobrol dan tidak jarang Kairi menjahili Umika.


"Jangan lupa nanti temenin gw beli kue sama bunga"


"Tenang Umika inget kok, Jam berapa?"


"Jam 2"


Hari ini adalah hari Kairi untuk merayakan hari ulang tahun Tsukasa, kekasihnya. Kemarin Kairi memang sudah berpesan kepada Umika agar menemaninya lagi, ia ingin membeli kue dan bunga. Awalnya Umika mengajukan diri untuk membuat kue namun Kairi menolaknya dengan alasan 'Ini bukan acara gede gedean, jadi lo gak usah ribet buat bikin kue' itulah yang dikatakan Kairi kepada Umika.


Umika berfikir apakah Tsukasa bukan orang yang istimewa untuk Kairi?? Entahlah ia juga binggung.


"Oh ya, kado yang kemaren dah lo bungkus kan?"


"Udah kok, kan ada di kamar Kairi"


Sebenarnya hari ulanh tahun Tsukasa sudah 3 hari yang lalu dan Kairi belum mengucapkan selamat ulang tahun atau semacamnya kepada kekasihnya itu. Kata Kairi Tsukasa sibuk dengan pemotretan modelnya, dan Kairi belum bertemu dengan gadis itu selama 4 hari. Jadi, karena ini hari libur Kairi berniat untuk mengucapkan selamat ulang tahun dan memberikan suprise kecil kecilan.


"Nanti selesai beli kue, lo ikut gw aja ya buat nemuin dia. Terus baru gw anterin lo pulang, gw males bolak balik"Kairi berucap sambil mengenakan sabuk pengamannya, mereka sudah berada di dalam mobil dan bersiap untuk pergi ke salah satu mall.


"Umika bisa pulang naik taksi kok"


"Enggak. Ntar lo ilang"


"Umika bukan anak kecil Kairi!"Umika berengut kesal.


"Eh inget! Umur lo masih umur anak SMA! Badan juga kecil banget, sekali pites aja langsung gepeng"ejek Kairi.


"Dikiran Umika kutu apa?! Dipites langsung gepeng?! Biarin tubuh kecil gini gemes tau!"sungkur Umika tak mau kalah.


"Kata siapa? pede banget sih lo"


"Noel suka gemes tuh sama Umika"


"Gemes pengen nabok iya! sayangnya Noel gak tega sama lo makannya dia naham buat gak nabok lo"Kairi tertawa mengejek Umika.


"Kairi sok tau! Dasar tua"ejek Umika.


"Eh apaan? sembarangan banget sih! Gw tuh masih muda ya!"Kairi gak terima donk dikatain tua, toh mukannya masih fresh gitu.


"Umur Umika kan masih umur anak SMA berarti Umika lebih muda daripada Kairi. Jadi Kairi udah tua! Wlekkk!"Umika memeletkan lidahnya untuk mengejek Kairi, sekaranf gantian waktunya Umika yang membully Kairi.

__ADS_1


"Yang penting badan gw gak gampang dipites kaya lo! Dasar kutu!"


"Yang penting Umika gak tua! Hiii nanti pas Kairi udah tua terus keriputan Umika masih muda hahahahah"tawa Umika meledak saat membayangkan Kairi berkeriput.


Ejekan ejekan itu masih terus berlanjut, tidal ada yang ingin mengalah. Mereka terus saja melempar kata kata yang membuat lawan bicara mereka kesal. Sampai pada akhirnya mereka menikmati momen ini bersama.


*****


"Kairi mau kue yang gimana?"


Mereka sudah berada di dalam toko kue yang ada di dalam mall. Umika menunjuk beberapa kue yang menurutnya sangat cantik. Soal rasa terjamin, soalnya toko ini adalah toko terkenal dan ramai pengunjung.


"Terserah. Tapi jangan yang ribet! Biar gak susah dibawa"


Umika tampak berfikir, matanya menunjuk pada beberapa kue dengan jari telunjuk yang diketuk ketuk di dagu pertanda ia sedang memilih.


"Ck gak usah mikir sampe segitunya kali!"


"Ini tuh tampilannya cantik cantik semua lucu lucu lagi. Jadi milihnya susah"Kairi tidak habis fikir dengan gadis ini, kenapa setiap gadis selalu berfikir dalam memilih sesuatu? Mamanya juga seperti itu, heran memang.


"Kalau lama lo yang bayar!"


"Gak bisa gitu donk! Kan Kairi yang butuh. Kairi juga yang minta tolong sama Umika"Umika tentu tidak terima jika ia yang harus membayar kue itu.


"Makannya milihnya jangan lama lama! Pilih yang mana aja sih, yang penting gak ribet"balas Kairi jengah.


Kairi mengangguk. Ia meminta salah satu pegawai toko untuk mengambil kue itu. Selesai membayar, saatnya mereka mencari toko bunga.


"Bunganya Umika juga yang pilih?"tanya Umika saat mereka masih berkeliling mencari toko bunga.


"Iyalah!"ketus Kairi.


Umika tidak habis fikir dengan lelaki disampingnya ini. Biasanya orang akan semangat untuk memberi suprise untuk orang yang mereka sayangi. Tapi Kairi? Lihatlah dia sangat santai, bahkan ia menyuruh orang lain untuk membeli hadiah untuk kekasihnya sendiri.


Akhirnya mereka menemukan toko bunga. Saat mereka masuk, mata mereka langsung disuguhi oleh berbagai macam bunga. Wangi bunga yang sangat khas langsung tercium oleh hidung mereka.


"Yang ini mau?"Umika menunjuk salah satu bunga yang ada di dalam katalog buku.


"Bagus"jawab Kairi singkat.


Umika menunjukan bouquet bunga yang diinginkannya. Pegawai toko itu tersenyum sopan dan langsung mengerjakan permintaan Umika.


"Wahhh cantik"puji Umika saat bouquet bunga selesai dirancang.

__ADS_1


Setelah semua keperluan sudah selesai mereka langsung kembali ke mobil. Sebelumnya restoran cepat saji untuk membeli makanan. Karena waktu sudah menunjukan pukul 6, mereka membungkus makanan untuk di mobil. Bukan makanan berat, hanya burger dan cola.


"Suapin gw kek! Gw lagi nyetir nih!"kesal Kairi. Karena seharusnya gadis di sebelahnya ini peka untuk membantunya.


"Kairi mau Umika suapin?"tanya Umika, ia takut jika pendengarannya bermasalah saat laki laki itu meminta disuapi olehnya.


"Enggak! Mau lo cebokin!"


"Hah? Cebokin? Ngapain? Kairi gak habis dari toilet kan?"Kairi menoleh sebentar pada gadis di sampingnya ity lalu menoyor kepalanya tanpa rasa bersalah.


"Kairi sakit tau! Suka banget kek nya noyor kepala Umika!"teriak Umika tak terima.


"Makannya punya telingga tuh pake bener bener! udah tau gw minta suapin make ditannya lagi!"


"Ya kan Umika cuma mastiin"Umika membuka bungkusan milik Kairi. Burgernya sendiri dipindahkan ke tangan sebelah kiri, sedangkan tangan kanannya digunakan untuk menyuapi Kairi.


"Berarti telinga lo ada gejala"ucap Kairi sambil memakan suapan dari Umika.


"Gejala apa?"tanya Umika


"Gejala OON"jawab Kairi sambil menekan kata oon.


"Jahat! Kairi jahat! makan sendiri nih!"Umika menyodorkan burger Kairi kepada pemiliknya.


"Idihhh ngambekan gitu, jelek!"


"Udah sih gak usah nyebelin"ketus Umika.


Kairi tertawa pelan. Ia terus melajukan mobilnya ke tempat kekasihnya melakukan photo model. Tadi ia sudah menelfon Tsukasa untuk menanyakan keberadaannya dan gadis itu masih ada pemotretan di tempat ia bekerja. Setelah pembicaraan singkat Kairi dan Tsukasa ia mematikan telfon tersebut tanpa memberitau akan memberikan kejutan.


"Lo tunggu di sini bentar, gw mau masuk dulu"ucap Kairi saat ia sudah berada di depan gedung tempat Tsukasa bekerja. Umika hanya mengangguk pelan. Sungguh ia sangat malas harus menunggu di dalam mobil. Mungkin juga ia harus menjadi obat nyamuk saat Tsukasa bergabung bersama mereka di dalam mobil.


Kairi keluar dari mobil dengan membawa kue serta bunga yang ia beli tadi. Ia bertanya kepada resepsionist tempat pemotretan Tsukasa. Untungnya ia sudah beberapa kali kesini untuk mengantar atau menjemput Tsukasa, jadi ia sudah tidak merasa aneh di tempat ini.


Setelah mengetahui keberadaan Tsukasa, ia langsung melangkahkan kakinya menuju tempat Tsukasa berada. Resepsionist tadi menelfon seseorang, mungkin itu manager Tsukasa tapi ya dasar Kairi ia tak pwduli sama sekali.


Ia mengetuk pintu ruang kerja Tsukasa tanpa mengetuk terlebih dahulu. Karena ia sudah terbiasa seperti itu saat menjemput Tsukasa. Begitu pintu terbuka Kairi langsung diam tak bergerak.


Terkejut? Pasti.


Seharusnya ia tidak melihat pemandangan itu.


Apa yang terjadi??

__ADS_1


Nah ini terakhir kali Kiki up di hari ini...


nanti sore bakal up lagi tapi gak janji🙏


__ADS_2