My Little Girl Frind

My Little Girl Frind
Akhir Yang Bahagia_^


__ADS_3

Episode terakhir!


Nungguin yak?


#MyLittleGirlFriend


#MLGF


Episode 28 [Akhir yang bahagia _^]





Kairi merenggangkan pelukannya "Kita tetep jadi nikah kan?"tanyanya.


Umika menggeleng "Maaf"


"Seriusan, Yang. Kita jadi nikah kan?"tanyanya memastikan.


"Udah aku cancel semua. Mulai dari gedung sampe makanan udah di cancel"


"Jangan bercanda!"balas Kairi tak terima.


"Emangnya aku kaya lagi bercanda? kalau gak percaya, hubungin aja orang WOnya"


"Sayang, aku gak mau dibatalin. Aku mau nikah sama kamu, pokoknya hamu harus nikah sama aku!"mohon Kairi.


"Aku rasa kamu emang belum siap, jadi aku batalin aja. Kita bisa perbaiki diri dulu, soal pernikahan kita bisa bahas lagi tahun depan"


"Enggak! enggak ada tahun depan! Kita udah sepakat sama tanggalnya! orang tua kita udah setuju, kamu gak bisa batalin gitu aja Mik!"


"Aku batal ngomong sama mereka, mereka pasti ngerti. Gak mungkin kan kalau mereka tetep maksa kita nikah, sedangkan mereka tau anaknya belum siap?"balas Umika.


"Sayang, plish. Aku beneran udah siap. Aku minta maaf banget sama kesalahan aku. Apa yang harus aku lakuin biar kamu percaya kalau aku menyesal, Mik?"Umika sedikit tersentak karena mata Kairi berkaca kaca.


"Aku gak mau batalin pernikahan kita. Aku bakal urus lagi semua apa yang udah kamu batalin"lanjut Kairi.


Kairi sudah niat berdiri, namun tangan Umika mencengkal tangan Kairi.


"Gak usah, Kai"ucap Umika.


"Mik! aku gak mau kita batalin! aku bakal tetep hubungin orang WO!"


Umika tetap mencengkal tangan Kairi "Enggak usah!"


"Sekarang aku ngerasa, kamu yanh gak niat nikah!"sentak Kairi.


Kairi berdiri lagi, tangannya sudah memegang ponsel berniat untuk menghubungi orang WO. Tapi, Umika mencengkal tangan Kairi lagi, menariknya hingga ia terduduk.


"Stop Kairi!"


"KAMU YANG STOP!"bentak Kairi.


Umika langsung mendekat ke arah Kairi, memeluknya erat.


"Lepasin, Mik. Aku harus ngehubungi orang WO"


"Gak usah, Kai"


"KAMU GILA! AKU GAK MAU TAU, KITA TETEP NIKAH"bentak Kairi lagi, kali ini sambil mencoba melepas pelukan Umika.


Kairi mengeryit binggung, ketika Umika malah tertawa.


"Maaf sayang"ucap Umika di sela tawanya.


"Aku gak mau bercanda, Mik!"


Umika melepas pelukannya, ia menangkup pipi Umika "ulululu, lucu banget sih kalau lagi panik"


"Mik! gak lucu!"


Umika tertawa lagi "Aku gak batalin sayang, aku gak segila itu. Yakali, aku batalin padahal udah bayar DP"


"Maksud kamu?"


"Aku cuma bercanda sayang, kamu sih jahat banget udah bikin aku nangis kaya gini. Yaudah, sebagai pembalasan aku jahilin kamu deh"Umika terkikik geli.


Kairi melepaskan tangan Umika yang berada di pipinya, ia membuang muka enggan menatap Umika "Gak lucu!"


"Lucu, liat kamu panik kaya gitu. Aku udah berusaha mati matian biar gak ketawa"


"Tapi, kita jadi nikah kan?"tanya Kairi memastikan.


"Iya sayanggg, tapi kalau kamu kaya gitu lagi candaan ini bakal jadi kenyataan"


"Jangan ngomong sembarangan. Aku gak setuju"balas Kairi.


Umika tertawa "Kok gak nangis sih? padahal tadi matanya udah berkaca kaca"


Kairi mendengus kesal, ia langsung mengelitik Umika.


"Ampun Kairi. Ah ampun geli. Udah stop. Ampun! ampun!"mohon Umika. Kairi terus mengelitik Umika, bahkan posisinya sekarang sampai berguling guling :v.


"Makannya jangan nakal"ucap Kairi saat sudah mengelitik Umika. Wajah tunangannya itu sudah merah, terlalu banyak tertawa.


"Jelek banget, matanya sembab gitu"ejek Kairi.


Umika mendengus "Kan ini juga gara gara Kairi!"


Kairi terkekeh geli "Akhirnya kamu gak pake aku-kamu lagi"

__ADS_1


"Emang kenapa?"


"Gak papa sih, cuma seneng aja pas kamu manggilnya pake nama"Umika mendengus tidak menjawab ucapan Kairi.


Kairi mengacak rambut Umika "Kamu kalau marah serem, jangan marah marah lagi ya. Tau gak? tadi udah kaya nenek lampir"


Umika memukul lengan Kairi "Nyebelin!"


Kairi terkekeh geli.


 


Es krim : Lah terus nasib si manis ini gimana?


Umika : eh iya! Umika lupa. Kairi gimana donk?


Kairi : Udah biarin aja, udah cair ini.


Umika : beliin lagi!


Kairi : besok kan kita nikah, yaudah besok aja makannya.


Umika : huh


 


Kedua pasangan tersebut tidak ada hentinya tersenyum. Mereka dengan rasa yang berbahagia, menyalami tamu satu persatu.


"Akhirnya nikah juga. Selamat ya! gw seneng lo ngundang gw, makanannnya banyak enak enak lagi"seru Banjou, saat tiba gilirannya untuk menyalami mereka.


"Dasar. Pikirannya ke sini cuma buat makan doank! gw yakin lo gak ada niatan buat ngasih amplop atau hadiah buat temen lo ini"cerca Kairi.


Banjou nyengir "Elah, lo udah kaya Kai. Gak perlu lagi amplop amplop an apalagi dari gw. Eh tapi gw bawa amplop sih, tapi isinya gak ada"ucap Banjou sambil memberikan amplop kosong.


Kairi dan Umika terkekeh, tidak heran dengan prilaku Banjou. Tapi, Kairi tau sahabatnya ini hanya bercanda. Banjou memang selalu menunjukan sisi konyolnya, sedangkan sisi baiknya ia tutupi. Ia bilang ibarat 'Malaikat tak bersayap' gak perlu diumbar yang penting ikhlas.


"Kai, gw peluk Umika ya? cantik banget gila, harusnya dede emesh ini jodoh gw bukan lo"ujar Banjou


"Silahkan aja, kalau lo udah siap malu pas gw tendang dari sini"balas Kairi santai. Banjou mendengus mendengar jawaban Kairi.


"Selamat ya! akhirnya lo berdua nikah"ucap Noel, setelah lama mendengar percakapan Banjou.


"Cepet nyusul"balas Kairi.


Noel menatap Kairi, Kairi mengetahui arti tatapan itu. Ia tersenyum lalu mengangguk.


Noel balas tersenyum seperti mengucapkan terima kasih. Ia mendekat ke arah Umika, memeluknya erat namun terkesan lembut. Rasanya sangat senang saat ia memeluk gadis yang sedari dulu ia cintai. Jujur saja jika ditanya apakah ia masih mempunyai rasa kepada Umika maka jawabannya adalah 'iya', tapi tenang saja ia selalu berusaha menghilangkan rasa itu dan mengantinya dengan rasa adik kakak.


"Selamat"ucap Noel pelan.


"Makasih Noel"balas Umika lembut, tangannya mengusap punggung Noel.


"Lo gak adil Kai?! masa Noel dibolehin sedangkan gw gak!"protes Banjou.


"Pelukan terakhir"


"Noel suka sama Umika"bisik Kairi.


Banjou hanya mangut mangut.


Setelah menyalami tamu, kini Umika sudah berdiri memungguni tamu dengan sebuah bunga di tangannya. Bunga itu sudah siap ia lempar kepada para tamu yang ia punggungi.


Suara riuh tamu mulai terdengar kalau bunga tersebut sudah di lemparkan. Setelah melempar, pasangan itu berbalik untuk melihat siapa yang mendapatkan bunga tersebut.


Mereka tertawa saat mengetahui siapa yang mendapat bunganya.


Noel!


Lelaki itu dengan wajah cengonya, memegang bunga yang baru saja ia dapatkan. Ia kaget karena ia yang mendapat bunga tersebut.


"Bentar lagi ada yang mau nyusul kita nihhh"teriak Kairi.


Umika tertawa lalu berteriak "CIE NOEL CIEE. BENTAR LAGI BAKAL DAPET JODOH NIHHH"


*Kiki kek yang di doain kaya gitu:)


Semua tamu ikut tertawa geli saat mendengar teriakan pengantin wanita.


"Lo dapet bunga? berarti sebentar lagi lo bakal ketemu sama jodoh lo donk? awas aja, jangan sampe jodoh lo itu gw!"celetuk Banjou tiba tiba.


"Sialan! gw masih normal! emangnya lo maho?!"


"Gw juga masih normal kale!"


Semua orang semakin dibuat tertawa karena ulah Banjou dan Noel.


*****


Peringatan ⚠️


Taukan abis pernikahan apa? udahlah pokoknya itu, tapi gak ada adegan kek begituan_- Cuma sedikit. Jadi harap bijak okee...


Acara pernikahan sudah selesai, kini pasangan yang baru menikah itu sedang berada di kamar yang dipenuhi dengan berbagai macam bunga.


Kairi mendekati Umika yang sedang berada di depan meja rias. Ia memeluk pinggang Umika dari belakang, lalu dagunya ia topangkan di bahu Umika.


"Aku bantuin buka gaunnya ya? siapa tau kamu kesusahan"


"Modus"ketus Umika


"Modus sama istri sendiri gak papa kan?"kekeh Kairi.


Umika mendengus geli "Tau darimana kalau Umika bakal kesusahan buka gaunnya?"

__ADS_1


"Aku pernah baca novel kamu, pas lagi gabut"


"Eh, Yang?"panggil Kairi.


"Apa?"


"Ubah nama panggilan gimana?"


"Maksudnya?"


"Ya, kita kan udah nikah. Kamu ubah donk kosakata kamu, masa masih manggil pake nama. Berasa masih pacaran"balas Kairi.


"Emang kita pernah pacaran?"


Kairi mendengus, ia mencubit pipi istrinya gemas "Maksud aku tunanangan"ralat Kairi. Ya, seperti yang kalian tau mereka itu langsung tunangan kan?


Umika tertawa "Diganti gimana coba? bukannya Kaiiri yang bilang, kalau Kairi lebih suka dipanggil pake nama"


"Iya sih, tapikan itu dulu. Sekarang kan udah nikah, makannya beda"


"Yaudah, mau diubah kaya gimana?"pasrah Umika.


"Emmm, gimana kalau papa sama mama aja?"


"Ihhh apaan kaya gitu? hamil aja belum, masa udah mau manggil mama sama papa aja"


"Kan latihan, Yang. Biar terbiasa gitu, jadi pas udah punya gak akan canggung lagi"


"Gak ah. Yang lain aja"


"Terus apa donk? sayang? baby? honey?"


"Ihhh apaan, lebay tau"balas Umika.


"Aku-kamu aja udah gak usah aneh aneh"putus Umika.


"Panggilan sayang gak ada?"


"Kamu kok jadi alay gini sih?"heran Umika. Ia menatap ke arah cermin agar bisa melihat Kairi yang masih memeluknya.


"Sama kamu doank alaynya"Kairi semakin mempererat pelukannya pada Umika. Ia meletakan wajahnya di leher Umika, mencium wangi istrinya itu, sesekali menciuminya lembut.


"Udah, Kai. Geli"Umika berusaha menjauhkan wajah Kairi dari lehernya.


"Awas, lepasin. Mau mandi"lanjutnya.


"Panggil sayang dulu"


"Ayolah, udah gerah banget ini. Kamu juag cepet mandi sana"


"Mandi berdua kalau gitu?"tawar Kairi.


"Enggak! kamu kan bisa mandi sendiri di kamar tamu. Salah sendiri kenapa daritadi gak mandi"


"Maunya mandi sama kamu"


"Kairiii..."


"Iya sayang?"


"Lepasin yaa..."ucap Umika lembut. Kairi mengeleng, ia melanjutkan menciumi leher Umika.


"Sini wajahnya hadap aku"lanjut Umika.


Kairi heran, tapi ia menuruti Umika. Umika sedikir menoleh ke belakang agar bisa menatap Kairi. Ia mencium bibir Kairi lama, tak ada ******* hanya kecupan beberapa kali.


"Udah di cium, sekarang lepasin"


"Lagiii"rengek Kairi.


"Iya nanti, sekarang mandi dulu"


"Sekarang ajaaa"


Kairi langsung menarik resleting gaun Umika yang letaknya ada di punggung Umika.


"KAIRIII"protes Umika kesal, sedangkan si pelaku hanya tersenyum.


Kairi membantu Umika membukan gaunnya, setelah itu ia langsung mengendong Umika ala bridal style menuju kamar mandi.


"KAIRIIII!! JANGAN ANEH ANEH!"


"Gak aneh aneh sayang, dijamin enak kok"goda Kairii. Ia meletakan Umika di bathup, menyalakan keran air, lalu masuk ke dalam bathup setelah membuka bajunya.


"Kairiii maluuu..."Umika menutup wajahnya dengan telapak tangannya.


"Gak usah malu, udah sah ini kok"


"Yuk, Yang. Mulai"Kairi terkekeh geli.


"Mulai apaan?"


"Gitu"


"Kairiiiii"teriak Umika saat tiba tiba Kairi mengangkatnya lalu meletakannya di pangkuan lelaki itu.


Tamatt...


Sekian, terimakasih.


•Author Kiki•


Jan lupa tinggalin kesan setelah membaca dari episode 1 s/d selesai _^

__ADS_1


Horeeeyyyyyy 😆😆


Akhirnya karya ke 2 ini tamat juga:)


__ADS_2