
Setelah mendengarkan permintaan kedua anaknya, Melviano beranjak pergi dan mencari suster yang menemani mereka ke supermarket kemarin.
Siapa yang mereka maksud dengan memanggil bunda. Sebaiknya aku tanyakan sama suster yang mengantar mereka pergi jalan-jalan kemarin. Gumam Melviano sendiri.
"sus, siapa yang dimaksud anak-anak dengan panggilan bunda itu. Apa si ibunya itu?" tanya Melviano.
"sebenarnya saya juga kurang tau tuan muda, yang pertama memanggil bunda itu sebenarnya nona muda Darah. Terus nona muda Beverly juga ikut memanggilnya bunda. Saya bertemu dengan Nona Lova yang berada di supermarket dekat dengan rumah sakit. Kebetulan saya setelah mengantarkan nona-nona ke Nyonya Rosmala. Karena nyonya Rosmala meminta mereka untuk datang, mohon maaf tuan muda tidak izin dulu untuk membawa mereka ke rumah sakit" jelas suster Tri atau kedua bocah tersebut yang lebih sering memanggil dengan bibi Tri.
"sebenarnya mereka memanggilnya dengan sebutan mami, tuan muda. Bukan bunda. Mungkin mereka lupa karena dari Nona Lova tidak mau dipanggil bunda" lanjut suster Tri.
"hah apa sus, mami? Siapa sebenarnya yang dipanggil mami itu. Suster pernah melihat dia dimana gitu coba ingat-ingat, kok bisa Darah manggil dia dengan sebutan bunda. Siapa namanya tadi Lova?" tanya sang tuan muda Melviano.
"saya bersungguh-sungguh tuan muda, nona Lova saya tidak pernah melihat atau bertemu beliau dimana-mana. Saya baru kenal beliau ketika nona muda Darah memanggil nona Lova dengan sebutan bunda. Orangnya juga masih muda tuan. Mungkin masih sekitar umur berapa kurang tau juga tuan muda. Kayaknya belum ada 30 tahun sepertinya umurnya masih 25 tahun tuan muda" cerita suster Tri.
"pusing saya, saya cari dia dimana. Anak-anak mau memaafkan saya asal saya ketemu dengan siapa tadi Lova Lova itu. Suster bisa mencarikan orang tadi nggak?" tanya tuan muda Melviano.
__ADS_1
"waduh saya juga kurang tau tuan muda, coba tuan muda ajak jalan-jalan anak-anak ke area supermarket itu. Sepertinya kemarin nona Lova juga gak jadi belanja, karena nona muda Beverly dan Darah tidak mau lepas dari beliau jadi beliau kurang leluasa untuk berbelanja. Sebenarnya, sudah saya coba untuk nona muda untuk ikut saya tapi mereka tidak mau" jelas suster Tri.
"ah ya kamu benar. Ya sudah saya pergi dulu. Kamu perhatikan anak-anak jangan lupa untuk makan mereka jangan sampai telat" terang tuan muda Melviano dan kembali ke mode dinginnya.
"iya tuan muda Melviano" jawab suster Tri.
Setelah obrolan Melviano. Melviano kembali ke kamar mamanya dan pamit untuk pergi kembali bekerja karena sore ini ia ada janjian dengan klien dari Singapura yang harus ia temui sebagai bentuk menghormati orang yang dari jauh datang mencoba untuk melakukan kerjasama yang masing-masing menguntungkan.
Tok
Tok
Tok
"ya sudah hati-hati dan selamat bekerja" jawab mama Rosmala.
__ADS_1
"iya el" sahut kemudian papa Marvel.
Setelah acara berpamitan dengan kedua orang tuanya. Melviano melanjutkan untuk pergi ke restoran yang sudah ditentukan oleh sang asisten pribadinya, karena rapat yang akan dilakukan jam empat sore sesuai dengan yang dijanjikan sebelumnya.
-Restoran After Sunshine ☀
Sang client ternyata sudah menunggu lama untuk melakukan rapat dan diskusi kerjasama yang menguntungkan. Ia masuk ke ruangan VVIP restoran dan kebetulan restoran dekat dengan rumah sakit yang dimiliki oleh papa Marvel yaitu sang papa dari Melviano.
"Selamat sore, good afternoon Mr and Mrs Jones, maaf sedikit ada keterlambatan" sapa Melviano.
"it's not problem Mr. Melviano, bisa kita mulai diskusinya tapi sebelumnya silahkan pesan dulu biar makin nyaman untuk melakukan diskusinya selagi menunggu sekretaris saya dan asisten anda" tawar Mr. Jones.
"oke Mr. Jones" jawab Melviano.
Bersambung
__ADS_1